
Hana datang dengan menjewer telinga Galih, dibelakangnya juga diikuti Galuh yang kesal dengan Hana.
"Han bisa lepasin tangan lo dari telinga Galih. " sewot Galuh dan melepaskan tangan Hana.
"Hak gue dong, kan gue tunangannya Galih. " balas Hana membuat yang lain menganga.
"Bener itu Gal, kalau cewek miskin ini tunangan lo? " tanya Galuh dan melihat Hana meraih lengan Galih lalu mencengramnya dengan kuat.
"I-iya bener. " jawab Galih dan wajah Galuh langsung berubah kesal dan keluar kelas dengan menghentak-hentakkan kakinya.
Hana tersenyum puas lalu melepaskan lengan Galih, dan Galih menatap Hana dengan tatapan kesal lalu duduk disamping Rafa. Yang terkekeh melihat aksi Hana yang overprotektif, bel masuk pun berdering.
...Memenangkan hatiku bukanlah.......
...Satu hal yang mudah......
...Kau berhasil membuat.......
...'ku tak bisa hidup tanpamu.......
SIANG PUN DATANG....
Diresroran.....
Bintang dan para ibu serta Kirana yang masih dibandung sibuk melayani para pelanggan, para suami serta Yusra juga sibuk mencatat pesanan yang banyak. Rafa dan Rafi datang langsung mengganri baju dikamar kasir, lalu membantu sang ayah yang kewalahan para cewek juga ikut membantu didapur.
"Rani, Galih ambil pesanan yang udah jadi. " teriak Hana dan Santri menatap Rani yang jalan kedapur.
"Oke. " sahut Galih dan menyusul Rani yang sudah membawa pesanan kedepan.
"San buatin jus ya ama Gilang biar cepet dan jangan sampai salah pesanan. " pinta Venus dan Santri serta Gilang langsung membuat jus.
"Si Rani masih cemburu ya? " tanya Galang dan menatap Rani yang menunduk menghindari tarapan Galih.
"Kayaknya masih cemburu dah. " jawab Hana dan membawa piring kotor kedapur.
"Astaga, tuh anak kenapa sih diemin gue, dari tadi balik sekolah sampai sekarang. " sahut Galigmh yang merasa heran dengan sikap Rani.
"Ya gara-gara elo lah. " balas Santri dan Venus serempak membuat Galih sedikit terkejut.
"Lah, kok gue. Emang gue apaun si Rani sampai gue didiemin kayak gini? " tanya Galih dan menatap para cewej yang sibuk melayani pelanggan.
"Makanya jadi cowok tuh peka dikit ama disekitar lo. " jawab Yusra dengan ledekan, dan tau kalau Rani sedang cemburu.
"Menurut gue ya, Rani ada rasa lebih sama lo. " ucap Rafa dan Hani menatap Rafa yang peka.
"Masa sih, elo jangan bikin gue ge'er kenapa sih. " balas Galih dan Rafi hampir menabrak Hana yang kedepan keduanya saling pandang satu sama lain.
"Galon jalan tuh pakek mata, hampir lo jatuhin tu gelas. " sewot Hana dan Rafi malah melegang pergi kedapur.
"Ye lo dibilangin kagak percaya, serah lu jangan gantung diri kalau Rani ditembak cowok kaya. " sahut Gilang ikut meledek Galih, dan membuat Venus dan Santri terbahak mendengar ledekan Gilang.
"Ya gak gitu juga kali. " balas Galih geleng-geleng kepala karna Galih keras kepala.
(Apa gue minta bantuan sama Sam aja ya? ) tanya batin Hana dan langsung mengambil ponselnya disaku.
KetuaHana.
"Sam bisa datang kerestoran, dan aku butuh bantuanmu. "
Send.
^^^Sammy.^^^
^^^"Bantuan yang membuat Galih cemburu, seperti yang ketua ceritakan?" ^^^
^^^Send.^^^
KetuaHana.
"Iya, dari kenalan dulu dan PDKT. "
Send.
^^^Sammy. ^^^
^^^"Baiklah ketuaa, aku datang sekarang. " ^^^
^^^Send.^^^
Chat pun berakhir dengan Hana menatap Rani, lalu beralih pada Galih yang duduk disamping Rani tapi jarak dua meter.
"Lu bedua kok jauhan gitu? " tanya Hana dan yang lain pun ikut duduk saling hadapan, Galih pun diminta pindah.
"Gak tau, mungkin dia ngak mau deket ama gue. " jawab Rani dan Sammy masuk dengan baju santainya.
"Sapa bilang, gue mau deket kok ama lo. Lo aja yang diemin gue. " sewot Galih dan Bintang serta Kesya memberikan menu.
"Saya mau yang masak cewek bermata orange bisa. " pinta Sammy membuat semua menoleh kearah Sammy.
"Boleh, biar aku yang masakin. " sahut Rani dan berdiri lalu menangkap catatan dari Kesya.
"Bentar ya. " ucap Bintang dan membuatkan Sammy jus.
Bersambung....
Jangan lupa like dan vote...