Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episide 69


Rafi meletakkan handuk kecilnya kebaskom, diam-diam Hana menghapus air matanya dari ujung matanya.


"Rafa, Rafi besok oma dan opa Arkya bakalan kunjung kesini. " heboh Buntang dan memeluk lengan Rayen.


"Yeee Fi udah kangen banget ama omaa Icha bunda. " sorak Rafi tanpa sadar langsung mendekap tubuh Hana.


"Ehmm, dunia milik berdua sisanya ngontrak. " ledek Hani dan Rani serempak langsung ngacir kedapur sambil membawa piring kotor.


...Bagaimana kalau.......


...Aku tidak baik-baik saja? ...


...T'rus mengingatmu, memikirkanmu .......


...Semua tentang dirimu.......


"Ihh elo si Galon, udah gue mau kedapur dulu ya dada. " sewot Hana dan bangkit lalu menuju dapur.


"Lo berdua ngak ada niat buat kencan gitu? " tanya Rafa dan menyapu barisan bangku.


"Gue sih mau ngak tau pacar gue, gimana yang mau ngak jalan-jalan ama aku sebagai tebusan aku belakangan ini? " tanya Gilang dan mengelus kepala Santri.


"Hmm, boleh deh aku juga mau kemall sayang. " jawab Santri dengan mulut penuh kue, Gilang mengambil tisu disamping kue.


"Telen dulu kuenya, baru ngomong belepotan banget ini. " ucap Gilang dan mengelap ujung bibir Santri yang berisi krim.


Mata keduanya bertemu dan tanpa sadar Gilang mendekatkan wajahnya, Venus dan Hana terkejut melihat keduanya yang hampir ciuman.


"Hayoo mau ngapain. " sorak Hana, Venus dan Rafi serempak membuat Gilang salah tingkah dan Santri wajahnya memerah menahan malu.


"Ng-ngak ngapain kok, i-itu apa ta-tadi diujung bibir Santri ada krim jadi gue bersihin. " balas Gilang tergagap dan yang lain terbahak mendengar ucapan Gilang yang terbata.


"Udah gih sana jalan-jalan, pulangnya jam tujuh malem ya ngak boleh lebih dan kurang. " sahut Vino dan Gilang serta Santri salim tangan untuk pamit.


"Kalau lebih berarti karna macet ya pa, jangan omelin Gilang kalau lebih. " balas Gilang dan tersenyum sambil merangkul bahu sang pujaan lalu keluar restoran.


"Kayaknya gue juga mau ambil jurusan kedokteran, biar bisa bantu Gilang gimana menurut kalian semua? " tanya Hana dan menatap yang lain.


"Kalau om sih setuju aja, tapi Rafi gimana emang mau kalau calon sekertaris jadi dokter? " tanya Vian dan menatap Rafi.


"Emm Fi sih ngak masalah, yang penting nanti si belut yang rekrut sekertaris buat Rafi. " jawab Rafi tegas.


"Serius galon gue boleh ambil kedokteran? " tanya Hana dan menatap Rafi.


"Iya serius, apa sih yang gak buat lo belut gue yang cantik. " jawab Rafi dan Hana langsung berhambur memeluk Rafi saking senangnya.


"Cie udah main pelak-peluk tuh, hui tinggal nunggu kapan jadiannya. " sorak Bintang dan Keyla membuat Hana melepaskan pelukannya.


Rafi meraih tangan Hana dan Hana menatap tingkah Rafi,"belut gue pengen hubungan kita lebih serius lagi, lo maukan jadi pacar gue belut? " tanya Rafi serius dan Hana melepaskan tangannya yang digenggam Rafi.


"Galon gue ngak bisa buat sekarang, gue juga sebenernya pengen tapi setelah gue curhat ama om Rayen dan oppa Arkya. Mereka buka hati gue buat sukses dulu dan kalau kita jodoh gak akan kemana, kalau kita beneran nikah mendingan kita pacaran sambil nikah kan enak mau ngapain aja gak haram. " jawab Hana panjang lebar.


"Gue setuju ama Hana, kalau kalian ribut kan gampang gak ada acara putus besok balikan lagi ribet Fi. " sahut Hani dan merangkul Hana.


"Ya udah ngak papa, tapi elo harus jomblo sampai kita nikah nanti. " balas Rafi dan meraih tangan Hana.


"Idih siapa bilang gue jomblo, gue punya calon juga kali. " ucap Hana menbuat yang lain terkejut.


"Siapa calon lo? " tanya semua serempak dan menatap Hana.


Hana berbalik dan angkat bahunya,"cari tau sendiri, oh ya galon lo udah bisa pakek jam dari gue? " tanya Hana mengalihkan pandangannya.


"Belum lah, kan lo sibuk mulu Belut. " jawab Rafi dan tersenyum.


"Ya udah sini gue ajarin, biar nanti saat kita jauh lo ngak panik kayak tadi. " ucap Hana dan menarik Rafi untuk duduk didepan kasir dan mengambil jam tangan putih yang disamping kasir.


Bersambung....