Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 76


Mereka pun melanjutkan makannya, Rafa datang dengan Hani yang baru selesai belajar.


"Udah selesai belajarnya? " tanya Venus dan munum air.


"Udah, tapi ngak langsung pulang ada kelas tambahan. " jawab Hani dan Rafa datang membawa pesanan sang pujaan dan dirinya.


"Fa kapan lo ngajak Hani tunangan, hubungan kalian hampir tiga tahun loh? " tanya Santri dan menatap Rafa yang duduk disamping Hani.


"Bener tuh, kalau kelamaan ntar digaet orang. Pelakor tuh banyak celah apalagi baru pacaran, selama janur kuning belum melengkung siapa pun jadi rebut Hani Fa. " sahut Galih memanasi Rafa yang sedang makan.


"Ntar gue omongin ama bunda dan ayah bangusnya kapan. " jawab Rafa membuat Hani menatap Rafa.


"Tapi yang aku ngak punya siapa-siapa loh? " tanya Hani yang merasa minder, membuat yang lain menatapnya.


"Yang jangan ngerasa minder, ini kan acara tunangan ntar kalau kita kepelaminan baru cari walinya. " jawab Rafa dan menyuapi Hani baksonya membuat Hani tersenyum serta menetima suapan Rafa.


"Baiklah, aku ikut mau mu saja. Tapi apa gak bang Gilangnya dulu yang tunangan gaes? " tanya Hani dan menatap yang lain.


"Bener tuh, ntar kita omongin ama orangnya. " jawab Venus membuat jantung Santri berdebar lebih cepat.


"Yang kau ini kenapa sih ngak mau tunangan sama aku, hubungan kita perlu kepastian lo orang tua kita udah setuju apa lagi sayang? " tanya cowok yang berada dibelakang Rafi dengan menaikan suara sedikit tinggi.


"A-aku belum siap untuk kita tunangan. " jawab si cewek tergagap dan menatap sicowok.


"Ya udah terserah kau saja mau gimana. " ucap si cowok dan bangkit lalu pergi keluar kantin.


Hana berdiri dipintu kantin dan mendengar semuanya, ia berniat menghampiri kakak seniornya tapi ia jalan ketempat makanan. Setelah dapat pesanannya ia pun menghampiri kakak seniornya yang tadi, semuanya tak luput dari pandangan Rafa dan yang lain.


"Minum dulu mbak. " sahut Hana sambil menyodorkan air putih, membuat sang seniornya langsung menatap Hana.


"Dokter Hana bukan? " tanyanya balik dan Hana tersenyum sambil mengangguk.


"Iya, bukan dokter tapi baru calon minum dulu kak. " jawab Hana dan si cewek langsung minum air yang disodorkan Hana hingga tandas.


"Jadi kenapa kakak ngak mau tunangan? " tanya Hana membuat seniornya menunduk   dan menangis.


"Aku sakit kanker servis stadium akhir dek, makanya aku ragu. " jawabnya dan membuat Rafa serta yang lain terkejut bukan main.


"Dari kapan sayang? " tanya Zion yang datang lagi setelah tenang.


"Dari setahun yang lalu, aku minta maaf udah ngak bicara soal ini denganmu sayang. " jawabnya dan Zion duduk disebelah sang cewek, lalu memeluknya dari samping.


Hana mengutak atik ponselnya untuk memghubungi Icha yang masih ada dibandung, "Ya udah nanti datang kerestoran Rayen bintang ya, mumpung ada dokter spealis kanker aku tadi udah buat janjian dengannya. " sahut Hana membuat keduanya melepaskan pelukannya dan menatap Hana.


"Belut kedepan kelas yuk. " ajak Rafi dan menghampiri Hana sambil tersenyum.


"Emang udah selesai makan? " tanya Hana dan ikut tersenyum.


"Udah kok belut makanya ajakin lo keteras kelas. " sahut Venus dibelakang Rafi membuat Hana mengangguk.


"Kak kami permisi ya, jumpa lagi nanti direstoran dan ini Hana yang teraktir. Aku tau kakak makannya gak teratur, jadi makan ya." pamit Hana dan langsung menarik tangan Rafi untuk keluar kantin.


SIANG PUN DATANG...


Direstoran...


Rafa dan yang lain sudah berada direstoran untuk makan siang, Icha juga sudah menyiapkan hadiah untuk Hana. Setelah semua selesai berdoa dan langsung minum air putih, Gendis datang dengan lari yang tergesa-gesa.


"Gendis lo bukannya bisa lari kilat, ngapain lari biasa? " tanya Venus dan diangguki yang lain.


"Eng-enggak sempet nona, Angkasa hilang atau kabur dari tempat keluarga harimau aku tak tau. " jawab Gendis dan menemuk minuman milik Hana membuat yang lain geleng-geleng.


"Biarin aja kenapa sih, lagian kan Angkasa udah gede juga bukan bayi harus dikekang. " sahut Hana santai membuat yang lain bingung.


Bersambung...