
"Lo ngak takut kalau dia dibunuh dan kulitnya dijadiin tas apa? " tanya Santri yang khawatir sama Angkasa.
"Enggaklah, dia udah bisa lari kilat San. Lagian siapa yang mau deketin hewan buas yang ada mereka yang dimakan sama Angkasa. " jawab Hana membuat yang lain mengangguk.
"Bener juga sih, terus dia dimana? " tanya Galang yang masih penasaran.
"Dibawa Kinan kemarkas Jakarta selama seminggu. " jawab Hana dan Gendis langsung duduk dengan kesal.
Ting...
Tiba-tiba ponsel Gilang berdeting membuat si empu langsung merogoh sakunya, lalu melihat siapa chat dan Santri juga melihatnya dengan cepat Gilang membalasnya.
DokterSeno.
"Dokter Gilang kau dan Hana diminta untuk kerumah sakit yang dibogor, selama satu minggu. "
Send.
^^^DokterGilang.^^^
^^^"Berapa orang dok? " ^^^
^^^Send.^^^
DokterSeno.
"Sepuluh orang yang ikut, dan harus selesai selama delapan hari untuk cek rumah sakit dibogor. "
Send.
^^^DokterGilang.^^^
^^^"Oke, ntar aku kasi tau Hana juga dok. " ^^^
^^^Send.^^^
DokterSeno.
"Baiklah, berangkat lusa ya dari rumah sakit jam tujuh pagi. "
Send.
Chat pun berakhir ĺalu menghela nafas, Rafa dan yang lain bingung melihat raut Gilang menghela nafas.
"Kenapa lagi sih bang? Disuruh kerumah sakit? Atau lembur? " tanya Rani bertubi-tubi.
"Lebih parah dari itu. " jawab Gilang dan bangkit lalu menuju kamar mandi.
"Heran deh ama tuh anak udah dikasi kerjaan tapi ngeluh, orang lain aja lagi cari kerjaan gak dapet. " sahut Galang dan Venus disusul para cewek untuk membawa piring kotor kedapur.
"Bukan ngeluh, tapi harus pisah sama nona Santri selama seminggu tuan Galang yang ganteng. " sahut Gendis yang duduk sambil membawa jus.
"Tanya ama orang noh. " jawab Gendis membuat Galih kesal dan yang lain terkekeh melihatnya.
"Kenapa itu wajah ganteng ditekuk? " tanya Hani dan melihat Gilang serta dengan Galih.
"Gue ngak sanggup harus pisah sama Santri walau pun cuma seminggu, Hana bantuin gue. " jawab Gilang sambil teriak membuat Santri kaget.
"Sayang kau kok ngomong gitu, kau udah ada yang lain apa gimana? " tanya Santri kesal membuat Arkya menatap Gilang tajam.
Glek...
(Mampus gue. ) batin Gilang dan menatap Arkya yang menatapnya.
"Eng-enggak gitu cintaku yang cantik, aku setia. " jawan Gilang tergagap melihat wajah Santri.
"Terus apaan? " tanya Santri masih kesal dan Gilang menghela nafas.
"aku sama Hana diminta ke Bogor untuk cek rumah sakit disana, besok harus stand bay dirumah sakit. " jawab Gilamg dan raut wajah Santri menjadi sendu.
"Hmm belut lo ngak bisa undur lagi gitu? " tanya Rafi dan menatap Hana yang memainkan gitar.
"Aku tak bisa melupakanmu. " jawab Hana sambil bernyanyi membuat semuanya menepuk keningnya.
"Yah dia malah nyanyi, oi lu ditanya kampret. " teriak Galang dengan kesal.
"Kagak bisa, gue dalam fase hukuman mas bro. " balas Hana malas dan kembali memainkan gitarnya.
"Jadi gue harus LDRan selama seminggu gitu? " tanya Santri pada yang lain.
"Mau ngak mau, kau ngak boleh egois San. Oma dulu LDRan enam tahun lo, kalau jodoh ngak kemana kan kutub? " sahut Icha sambil bertanya pada Arkya yang tersenyum
"Iya Hemsterku sayang, itu juga karna kau sabar menungguku bukan meskipun yang lain nikah duluan. " jawab Arkya membuat Icha tersenyum.
"Cuma seminggu kan sayang? " tanya Santri yang sebebarnya tak ingin berjauhan.
"Iya sayang, anggap aja kiya latihan untuk LDRan ya. Kau ingin aku bawain oleh-oleh apa hmm? " tanya Gilang dan meraih tangan Santri dan mengelusnya.
"Umm kalau bisa pulang dengan sehat, jaga hati, jaga mata, dan sopan santun. Kan kita ngak tau ada yang suka dan tidak suka dan jaga jarak sama semua gadis kecuali Hana. " jawab Santri sambil tersenyum.
MALAM PUN DATANG...
Dikediaman Sammy...
Setelah makan malam Hana memutuskan untuk masuk kamar, dan jalan menuju balkonnya sambil menatap langit serta bintang yang bertaburan menambah keindahan.
Ponsel Hana berdetingpertanda chat masuk, dengan cepat ia melihat pesan yang masuk ternyata ada dua pesan yang masuk.
Bersambung....