Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 6


"Ya udah mulai hari ini mita berlima sahabat. " balas Hani yang setuju langsung merangkul Hana, dan Rani juga merangkul Venus lalu Venus merangkul Santri.


"Tapi gue gak layak bersahabat ama kalian yang beranda. " sahut Hana yang minder.


"Persahabatan itu gak mandang harta dan kasta, yang penting kita saling percaya terus saling terbuka dan kalau naksir cowok bilang aja. Elo udah gue anggep saudara sendiri," balas Venus fan diangguki yang lain.


"Bener yang dibilang ama Venus, lo tetap temen plus sahabat gue dan yang lain oke jangan  minder. " ucap Santri dan merangkul Hana.


"Makasi ya gaes, udah terima gue diantara kalian. " balas Hana dan tersenyum.


"Sama-sama kita kan sahabat. " ucap Venus dan ikut tersenyum sambil mencatat lagi.


"Sekarang kita kerjain tugas lagi, elo kan besok kumpul tugas jadi cepetan ngerjain tugasnya gue udah selesai. " balas Santri yang membereskan bukunya.


"Iya, bawel amat lo neng. " sewot Hani dan Rani serempak, lalu mereka pun mengerjakan tugas dengan sedikit cepat Rani tersenyum mereka jadi sahabat.


(Han, lo harus tersenyum dan gue ama yang lain bakalan selalu ada buat lo. ) batin Rani berjanji, setelah kerjakan tugas mereka pun tidur bersama Rani dan Venus juga menginap.


PAGI PUN DATANG....


Di kediaman Gilang....


Keyla sudah berada didapur menyiapkan sarapan untuk Gilang dan sang suami, Vian datanh dan langsung memelik Keyla dari belakang membuat si empu terkejut bukan main.


"Mas, bikin kaget aja. Kalau aku jantungan gimana? " tanya Keyla dan sambil mengaduk sayuran.


"Jangan dong sayang, yang kalau kita punya anak lagi gimana? " tanya Vian dan mengeratkan pelukannya, tanpa mereka sadari kalau Gilang sudah duduk dimeja makan.


"Hmm boleh aja, tapi kita periksa kerumah sakit ya mas. Udah lepas aku mau tuang sayur dulu," jawab Keyla membuat Vian tersenyum lalu melepaskan pelukannya dan duduk dimeja makan.


"Pagi jagoan papa. " sapa Vian dan mrngacak-acak rambut Gilang.


"Papa jangan berantakin rambut Gilang, ma  liat papa bikin ulah terus. " adu Gilang membuat Vian gemas.


"Dasar tukang adu. " sewot Vian dan Gilang hanya meleletkan lidahnya sambil merapikan rambutnya.


"Tunggu waktu yang tepat ma, Hana juga tau tapi aku minta dia diam aja pura-pura ngak tau. " jawab Gilang dan Keyla menaruh sarapan dihadapan Gilang.


"Lama-lama juga ketahuan Lang, saran papa belajar yang rajin biar jadi dokter hebat kayak tantemu itu. Soal pacaran papa gak larang selama masih ada batasan dan jadikan motivasi untuk bikin papa dan mama serta pacarmu nanti bangga, bisa Lang? " tanya Vian dan menatap Gilang yang sarapan


"Bisa pa, Gilang akan inget pesen papa kok. " jawab Gilang dan menyuapkan nasi lagi, Vian dan Keyla juga ikut sarapan. "Gilang berangkat ya pa ma. " pamit Gilang buru-buru.


"Loh kok buru-buru Lang, habisin dulu sarapannya. " sahut Keyla dan menatap piring Gilang yang masih setengah.


"Maunya sih gitu, apalagi masakan mama enak. Tapi Gilang jaga gerbang jadi harus on time ya, Gilang minta maaf. " balas Gilang dan Keyla tersenyum.


"Ya udah gak papa, hati-hati bawa motornya. " ucap Keyla dan Gilang salim tangan pada Vian dan Keyla.


"Oke. " balas Gilang dan jalan keluar dapur langsung menuju garasi motornya, dan melesat menuju sekolah.


...Sungguh......


...Ku tergila-gila padamu...


...Tak ingin ditinggal pergi...


...Selalu denganmu itu yang ku mau...


Disekolah....


Para cewek sudah berada disekolah begitu pun dengan Galang, Galih, Rafa serta Rafi yang sudah mendaftar membuat Rafi kesal. Harus satu sekolah dengan Hana, Gilang jalan dikoridor dengan santai tak lupa satu tangannya masuk kedalam saku jaketnya. Galih dan Rafa melambai Gilang mendekat, dan Hana ada jauh dibelakang Gilang.


"Lo bedua udah daftar kesekolah sini? " tanya Gilang dan masuk kelas lalu menyimpan tasnya.


"Udah, ayah yang daftarin jadi gue tinggal sekolah aja. " jawab Rafa dengan senyuman.


"Kalau tau gue satu sekolah ama cewek belut males banget gue masuk. " sewot dan duduk disamping Galih.


Bersambung....