
"jadi lo nantangin apa? Masak? Lari? Atau pakai sepatu roda? " tanya Hana dan menyeringai membuat Rafa seketika merinding.
"Gimana kalau lomba lari direl kereta api gimana? " tanya Melody membuat seluruh isi kantin menganga.
"Wah parah lo Dy, kalau kalian ketabrak gimana? " sahut siswi yang disamping Venus.
"Hahaha itu emang tujuan gue, mau bunuh diri hihi. " jawab Melody dan tertawa seperti kehilangan akal sehat.
"Oh jadi lo mau bunuh diri, yuk gue tunjukin caranya bunuh diri silakan jalan duluan. " sahut Hana dan Melody langsung nurut dan
Duagg...
Hana memukul tekuk Melody yang langsung jatuh pingsan, teman Melody menghampirinya dengan memangku nya.
"Bawa ke rumah sakit, bawa kartu namaku habis dari kampus gue periksa temen lo. " sahut Gilang dan menyodorkan kartu namanya.
"Aku Tias, tapi kami tidak punya biaya buat kerumah sakit. " balas Tias membuat Hana terdiam saat selesai berdoa.
"Kerumah sakit aja dulu, nanti aku hubungi susternya. " pinta Gilang dan seorang cowok langsung menggendong Melody ala bridal style untuk menuju rumah sakit.
"Kami permisi dokter. " pamit si cowok dan Gilang mengangguk sambil tersenyum dan kembali ketempat yang lain.
Rafa dan yang lain pun makan dengan tenang, meski tadi sempat adu mulut dengan kakak seniornya.
"Belut gue udah bisa jalan lagi tau. " ucap Rafi dan makan nasi gorengnya.
"Iya tau gue. " jawab Hana singkat dan membuat yang lain saling pandang.
"Elo ngak seneng Rafi bisa jalan lagi ya Han? " tanya Santri yang melihat wajah Hana sedikit murung.
"Seneng kok, kenapa San? " tanya Hana balik dan minum jusnya.
(Gue bukan gak seneng galon bisa jalan lagi, gue takut dia perpaling kehati yang lain San. ) batin Hana dan Rafi menatap Hana dengan sendu.
(Kayaknya gue harus pakai tongkat lagi ntar biar tau sampai mana perhatian belut. ) batin Rafi dan meletakkan sendok karena sudah selesai makan.
"Han beli cemilan yuk. " ajak Rani untuk mencairkan suasana yang sepi.
"Ayo gue juga mau beli. " sahut Hani dan mendapat tatapan datar dari Rani.
"Elu mah kalau soal cemilan aja cepet banget responnya. " ledek Hana dan berdiri untuk membayar makanan diikuti yang lain.
"Fa kalau dia gendut buang aja kelaut, biar tau rasa dan menyesal udah ngemil terus. " ledek Rani makin menjadi membuat Hana dan yang lain terkikik.
"Elo ngapain kompor laki gue hah, gini-gini gue juga suka lari pagi tau ya walaupun seminggu sekali. " protes Hani dan menatap Rani yang mengambil cemilan.
"Biarin, biar meledak sekalian lu. " ucap Rani dan membayar cemilan.
"Sini gak lu. " balas Hani dan mengejar Rani membuat Venus geleng-geleng melihat tingkah keduanya.
"Udah Woi bikin malu aja lu berdua. " pekik Rafi yang menatap keduanya, yang masih kejar-kejaran.
Hana menarik telinga keduanya yang akan saling kejar lagi, membuat yang lain tersenyum melihat kegalakan Hana.
"Aaa aduh sakit Han, lepasin malu tau diliatin. " Sahut Hani dan memegang tangan Hana.
"Telat Lo bilang malu Han, tuh liat semua mata menatap kearah lo. " ucap Gilang dan tersenyum, Rani melihat sekeliling ternyata benar dan penghuni kantin hanya tersenyum geli.
"Udah Han, yuk kekelas bentar lagi as kelas lagi. " ucap Santri dan melarai ketiganya.
"Rani duluan tuh yang pancing gue. " sewot Hani Rani dan melepaskan tangan Hana.
"Ya udah ayo buruan keburu dosen dateng ni. " sahut Rafa dan jalan duluan keluar kantin diikuti yang lain, Hana kembali menuntun Rafi yang jalan tertatih.
SIANG PUN DATANG...
Direstoran Rayen...
Arkya dan Icha sudah tiba dibandung, dan sekarang sedang membantu Rayen direstoran sambil menunggu keponakannya.
"Kami pulang. " teriak Rafi dan dipapah oleh Galang, karena Gilang dan Hana masih dikampus.
"Selamat datang, kok cuma berdelapan dua lagi mana? " tanya Keyla dan menatap yang lain.
"Masih dikampus Tante. " sahut Venus dan membuat jus untuk dirinya dan yang lain.
"Loh Fi udah bisa jalan? " tanya Arkya dan Vino serempak membuat Rafi menoleh keasal suara.
Bersambung....