Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 18


"Itu dulu kampret, sekarang udah enggak. " balas Rafi dan Rafa mengambil bantal dari tangan Rafi.


"Rafa kalau kau suka ama Hani ya tembak, keburu diembat orang ntar nyesel lagi. " sahut Rayen membuat Rafa terdiam.


"Tapi Rafa takut Hani udah punya pacar Yah. " balas Rafa dan menghela nafas membuat Rafi ikut terdiam.


"Tanya dulu ama anaknya gimana sih Fa, besok jam makan siang coba kau tanya yang lain. Biar ngak nanya ama Hani secara langsung," ucap Bintang dan tersenyum.


"Setuju gue ama bunda, gue kekamar dulu mau ngerjain pr dan tidur. " pamit Rafi dan bangkit lalu jalan menuju kamarnya yang dilantai dua.


        Rayen, Bintang dan Rafa juga masuk kamar masing-masing, setelah mematikan tv serta lampu Raf masuk kamar lalu menutup pintu kamarnya. Dan jalan menuju tempat tidur setelah sampai ia melempar tubuhnya keatas kasur, sambil menatap langit-langit kamarnya.


(Bener kata bunda besok gue mau tanya langsung ama Hani, dan perlu kepastian biar cinta gue kagak bertepuk sebelah tangan. ) batin Rafa dan memejamkan mata.


PAGI PUN DATANG....


Dua bulan kemudian....


      Dua bulan sudah Rafa meyakinkan hatinya kalau ia benar-benar jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri, dan berniat mengutarakan perasaannya terhadap Hani yang diam-diam sudah mencuri hatinya. Di hari pertama masuk restoran Gilang juga sama jatuh hati terhadap Santri, yang mampu bikin pak dokter uring-uringan kalau Santri dekat dengan cowok lain.


Rafi juga mulai memperlihatkan rasa cemburunya terhadap Hana, Galang dan yang lain juga sadar kalau Rafi cemburu tapi sayangnya Hana masih kurang peka.


Di sekolah...


    Rafi jalan dikoridor  dengan wajah dingin dibelakangnya ada Galih, Galang, Gilang serta Rafa yang melihat Rafi seperti dulu. Hana dan para cewek juga sudah tau Rafi jarang tersenyum lagi, dan Hana masih kurang peka membuat Venus serta Santri menghela nafas.


"Galon lo kenapa sih belakangan ini gak ada balas chat gue? " tanya Hana dan menarik ujung jaket Rafi membuat si empu berhenti.


"Ngapain gue bales chat pacar orang, ntar dibilang perebut pacar orang. " jawab Rafi ketus dan menghempaskan tangan Hana.


"Maksud lo apa? Siapa yang bilang perebut pacar orang? " guman Hana bingung dan Hani menepuk bahu Hana.


"Mungkin dia cemburu, liat lo jalan ama kakak kelas tiga hari yang lalu. " sahut Hani membuat Hana menatap sang sahabat.


"Kagak peka apaan sih Santri? " tanya Hana benar-benar bingung, Galih dan Gilang geleng-geleng melihat Hana yang masih lemot sampai sekarang.


"Rafi itu sebenarnya sayang dan cinta ama lo Hana, greget gue lama-lama ama lo untung temen kalau bukan udah gue jitak pala lo yang lemot. " sahut Galang yang greget sama Hana langsung mendapat tatapan horor dari Venus.


Deg...


"Ja-jadi si galon ada rasa sama gue, dan gue gak tau soal ini. " ucap Hana syok bukan main.


"Makanya jadi anak tuh peka ama yang disekitar lo Han. " balas Rafa dan duduk dimeja murid yang lain.


"Ya mana gue tau dia suka ama gue yang miskin ini Fa. " ucap Hana dan Rafi langsung merangkul bahu Hana membuat semuanya terkejut.


"Lo gak ngambek lagi Fi? " tanya Rani sambil menatap Rafi yang menurunkan tangannya dari bahu Hana.


"Gak guna gue ngambek sama belut gue, dan gue udah pendam perasaan gue buat lo. Terus lo  berhak pacaran sama siapa aja. " jawab Rafi membuat Hana menunduk karna kegeeran.


(Dan gue telat menyadari perasaan lo buat gue galon. ) batin Hana dan jalan menuju bangku yang dipojokan.


"San ntar temuin gue dibelakang kelas ya. " pinta Gilang dan Santri langsung mengangguk.


"Oke, kalau gue ngak lupa tapi hehe. " cengir Santri membuat Gilang menatap datar Santri dan bel masuk berdering.


DUA JAM KEMUDIAN....


Kriiiing....


      Bel istirahat pun berdering membuat semua murid bersorak karna bisa selesai belajar, begitu guru keluar semuanya menuju kantin. Kecuali Hana yang masih terdiam dibangkunya sambil memikirkan Rafi yang sudah mengubur perasaannya terhadap dirinya.


Triiiing....


Bersambung....