
"Huh panas banget, coba aja gue punya motor pasti sampai lebih cepat gak panas-panasan kayak gini. " keluh Venus dan duduk sambil mengibaskan tangan ke wajah.
"Bener tuh, ntar kalau punya pacar minta dianter pakek mobil aja. " dukung Rani dan membuat jus untuk yang lain.
"Itu namanya manja tau. " sahut Hani dan Rani duduk dimeja sambil membagikan jus untuk yang lain.
"Santri mana kok ngak ada? " tanya Hana dan Gilang datang dengan lesu langsung duduk didepan kasir, Santri kembali lagi kedapur untuk memasak.
"Tadi katanya ketoilet, Gilang lo kok lesu amat? " tanya Rani dan menatap Gilang serta Santri yang membawa nampan untuk Gilang.
"Capek gue Ran, pasiennya tambah banyak pengen ngundurin diri aja. " jawab Gilang dan tersenyum menatap Santri.
"Udah tugasmu itu yang harus dijalanin, jangan ngeluh dong dan ini aku dah masakin loh. " sahut Santri dan tersenyum.
"Iya sayang, aku kan cuma capek gak ngeluh kok dan makasi udah masakin. " balas Gilang membuat yang lain terkejut plus menganga.
"Lo bedua udah jadian? " tanya Rafi dan Hana serempak dan diangguki yang lain.
"Iya udah dong, masa bilang anak orang sayang gak jadian dulu. " jawab Gilang bangga sambil merangkul Santri yang malu.
"Sory ya gaes gue jadian duluan, harusnyakan nunggu kita SMU dulu. " sahut Santri merasa bersalah, Hani dan Venus saling pandang lalu tersenyum.
"Ngak papa kali San, gue tau lo ada rasa sama Gilang saat liat dia ama teman sebangkunya. " balas Venus dan tersenyum.
"Dan lo berhak bahagia ama pak dokter, ye selamet ya buat lo bedua mudah-mudahan langgeng sampai pelaminan. " ucap Hana dan meletakkan lengannya dibahu Rafi yang makan.
"Gue setuju ama Hana. " sahut Galih dan mengacak-acak rambut Gilang.
"Woi rusak rambut gue, papa dan mama bolehin Gilang pacarankan sama Santri? " tanya Gilang menatap Vian dan Keyla yang saling pandang.
"Hmm mama sih izini kalian pacaran, asal jangan melewati batas paham dan jadikan motivasi untuk membuat pasangan masing-masing bangga bisa? " tanya Keyla tersenyum.
"Bisa ma, kalau papa gimana? " tanya Gilang pada Vian yang bengong, Vino yang geram dengan Vian langsung menabok lengan Vian.
"Lagian mas Vian ditanya malah ngelamun, mikirin apa sih? " tanya Vino dan menatap Vian yang kesal.
"Ngak ada kok, ya udah pacaran boleh tapi yang sewajarnya dan jangan cium bibir dulu. " jawab Vian merestui Gilang dan Santri.
"Pasti pa, yes direstuin. " sorak Gilang dan memeluk Santri sambil berputar-putar.
"Pajak-pajak jadian. " sorak Venus diikuti yang lain dan Gilang menurunkan Santri, para ibu dan ayah tersenyum melihat keduanya bahagia.
"Gak ada pajak-pajakan, tekor gue teraktir lo pada. " ucap Gilang membuat Venus dan Rafi terbahak.
"Canda bro, udah sana makan dulu. Belut ajarin gue pakek sepatu roda sambil salto boleh? " tanya Rafi membuat yang lain menganga.
"Ogah, sebelum elo bilang siapa yang udah bikin lo nyaman. " jawab Hana dan mencomot mie Hani yang hendak makan.
"Han lo ambil mie terakhir gue, balikin mie gue. " ucap Hani dan Hana hanya meleletkan lidahnya.
"Udah masuk perut gue haha... " balas Hanadan langsung minum jusnya, membuat Venus dan Rani geleng-geleng melihat keduanya.
"Belut ayo ajarin gue napa. " mohon Rafi dan Hana menatap Rafi yang memohon.
"Kagak, siapa cewek yanh bikin lo nyaman Galon? " tanya Hana kekeh membuat Rafi kesal sendiri.
"Kan udah gue bilang, nanti aja kalau kita semua udah sukses paham. Apa lo cemburu ama dia? " tanya Rafi dan duduk disamping Hana.
"Enggak, ngapain juga gue cemburu. Lagian lo siapa gue botol galon dah, gue mau nyuci piring. " jawab Hana kesal dan bangkit lalu menuju dapur sambil membawa piring kotor dan Rafi menghela nafas.
"Sampai kapan lo ngak mau jujur sama Hana, kalau kayak gini bisa-bisa Hana ngejauh sama lo. " sahut Venus dan menumpukan piring.
"Ya jangan lah, biar pun ngeselin tapi dia yang bisa ngerubah gue Venus. " balas Rafi dan Hana datang dengan jus yang banyak esnya lalu menempelkan dipipi Rafi yang membenturkan kepalanya.
Bersambung....