
"Udah nich galon, Gilang lo gips dulu gue ke toilet bentar. " sahut Hana dan lari menuju ruang tamu.
Rafi meringis dan bersandar sambil menunggu Hana, Bintang dan Venus datang bersama Rani yang ternyata memasak.
"Ayo makan malam dulu semuanya, tante udah masak banyak untuk merayakan keberhasilan kalian semua. " ajak Bintang disambut hangat Rafa dan Galih.
"Ye makan, padahal tadi udah makan. " sorak Rafa dan Hana datang sambil tersenyum.
"Sory gaes, tadi gue udah makan mendingan kalian makan aja ya. " sahut Hana dan menatap yang lain.
"Yah kok gitu sih Han, ikut makan yuk dikit aja pleace. " balas Bintang memohon.
"Ikut aja sih belut. " paksa Rafi dan Rayen membantu Rafi berdiri untuk makan.
"Ayo sesekali cobain makan masakan tante, kalau enggak dia ngambek lo. " ancam Rayen dan Hana mengalah.
"Iya deh, ayo. " ajak Hana dan Bintang langsung menarik tangan Hana dan diikuti yang lain.
Mereka pun makan dengan tenang, Rafi menatap Hana sambil mengunyah daging yang pertama kali makan bersama keluarganya.
"Galon lo kenapa liatin gue gitu amat? " tanya Hana dan Rafi menggeleng.
"Kagak papa, lo ngak kemo lagi belut? " tanya Rafi balik membuat yang lain menatap Hana.
"Sebenernya gue bohong ama lo pada, gue ngak sakit kanker. Gue pengen tau siapa yang tulus sahabatab sama gue, tanpa mandang status dan gue dapet sahabat kayak kalian. " jawab Hana dan minum air.
"Terus lo orang kaya atau sederhana? " tanya Venus ikut penasaran.
"Gue sederhana, tapi gue dapet gaji dari resto sama tante Kirana gue bisa beli mobil impian gue. " jawab Hana dan menatap yang lain.
"Terus cita-cita lo sebenernya apa? " tanya Rani setelah menelan makanannya.
"Cita-cita gue pengen jadi dokter yang hebat kayak dokter Kinara. " jawab Hana dan Rafi meletakkan sendok karena sudah selesai makan.
"Emang dikasi ama tante gue Han? " tanya Rafa dan Rafi serempak.
"Kagak tau gue, om untuk sementara Biar Hana aja yang jadi supir buat Rafi sambil nunggu Rafael ama Rafiel selesai kuliah gimana boleh om tante? " tanya Hana dan menatap Rayen dan Bintang.
"Boleh aja sih, tapi kau ngak capek apa? " tanya Bintang dan minum airnya.
"Sayang pulang yuk udah malem banget ini. " ajak Santri dan Gilang mengangguk.
"Tante om kami pamit ya soalnya udah malem juga, malasi ya atas jamuannya. " ucap Gilang dan diangguki yang lain.
"Lo bedua hati-hati dijalan." sahut Rafi dan diangguki Gilang dan Santri salim tangan lalu bangkit dan jalan menuju pintu, diantar oleh Rafa serta Rafi yang jalan perlahan.
Bintang dan Hana membereskan meja, lalu Galang, Venus, Galih serta Rani memilih untuk pamit. Hana dan Hani diminta menginap oleh Bintang karna sudah malam dengan terpaksa diiyakan oleh Hana serta Hani.
PAGI PUN DATANG...
Dikediaman Rayen....
Hana terbangun dan melihat Hani yang masih tidur sambil memeluk bantal gulingnya, ia bangkit dan turun dari ranjang lalu jalan menuju kamar mandi untuk cuci muka. Setelah itu Hana kembali berbaring disamping Hani, dan mengambil jam tangannya yang berwarna putih dan biru.
(Apa sekarang saatnya kasi buat galon. ) batin Hana dan Hani terbangun.
"Jam siapa Hana? " tanya Hani dan melihat Hana yang melihat jam ditangan Hana.
"Buat galon Han, tapi gue ragu kasinya soalnya ini bukan jam biasa. " jawab Hana dan bangkit lalu memasukkan jam putih kedalam tempatnya.
"Yuk bantu tante Bintang masak dulu, mandi sana. " ucap Hani dan keluar kamar, lalu melihat Rafa yang sudah duduk dianak tangga.
Hani menuruni tangga karna kamar tamu ada dilantai atas, dilantai bawah juga ada kamar Hani mencium pipi Rafa lalu lari menuruni tanngga.
(Mimpi apa gue semalem, pagi-pagi udah dicium sama Hani. ) batin Rafa yang masih terkejut sambil meraba pipinya.
"Kenapa lo bang pakek raba pipi segala? " tanya Rafi yang menuruni tangga pelahan.
"Ngak papa, lo mau kemana? " tanya Rafa melihat sang adik bertumpuan pada setiap ada disekitarnya.
"Hmm kedapur, aus gue. " jawab Rafi dan Rafa serta Hana yang sudah rapi jalan dibelakang Rafi.
Bersambung....
Jangan lupa like dan vote ya gaes...