Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 21


Jreng....


       Galih memainkan gitarnya sambil membayangkan wajah Rani yang sedang tersenyum, Galang juga mengumpulkan gelas-gelas kotor yang mulai ada pelanggannya. Gilang dan Santri juga membagikan menu, dan Rani mencatat menu yang dipilih lalu melempar menu kearah Hani dan langsung ditangkap terus  jalan menuju dapur.


"Gal lo niat nyanyi gak mumpung ada pelanggan. " sahut Galang dan menatap Galih yang duduk dikasir.


"Lagi nyari lagu yang pas gue. " balas Galih dan memainkan gitarnya.


"Aku suka dia, tapi ku tak tau untuk. " sahut Rafa yang mengelap meja.


"Bilang kepadanya jika aku suka, jatuh cinta kepadanya. " balas Rafi dan membawa nampan kearah pelanggan.


"Dia cinta yang pertama, dia yang bisa membuat aku. " ucap Galang dan membantu Venus membawa pesanan.


"Merasa deg-degan berdebar didada, diam saat mengingatnya. " balas Galang dan menyerahkan jus kepelanggan yang menikmati lagu.


"Bulan, tolong katakan. " sahut Vian ikut nimbrung dan menaikan sedikit volume suaranya.


"Bintang bantu bisikan, kepada dirinya. " balas Vino dan menuju dapur.


"Kalau aku mau jadi kekasihnya, ohh... " ucap Galih dan memainkan gitarnya.


"Aku yakin diriku, nanti pasti membuatnya. " balas Venus sedikit teriak dari dapur.


"Suka kepadanya, cinta kepadaku. " sahut Hana dan Rafi serempak lalu mengelap meja lain.


"Bulan, tolong katakan. Bintang bantu bisikan kepada dirinya, kalau aku mau jadi kekasihnya ohh. " sahut Galih dan Rani yang memeganh alat pel dijadikan mic.


"Bulan, tolong katakan. Bintang bantu bisikan kepada dirinya, kalau aku mau jadi kekasihnya ohhh... " balas Gilang dan Santri yang merapatkan bangku.


"Bulan, tolong katakan. Bintang bantu bisikan kepada dirinya kalau aku mau jadi kekasihnya oh ohhh... " sahut Venus dan duduk didepan Hana.


"Door ayo pikirin siapa hayo Fa? " tanya Rani mengagetkan Rafa yang melamun.


"Ih lu Ran ngagetin gue aja, kagak siapa-siapa kepo loh ah. " jawab Rafa dengan sewotan.


"Gue tau nich, lo mikirin gebetan lo ya kan bang? " tanya Gilang membuat Hani menatap Rafa.


"Weh, ada yang mau lepas masa jomblo nich. " sorak Galang dan meledek Rafa.


"Gilang lo nembak Santri gimana? " tanya Rafa pada Gilang yang mengangkat tong sampah.


"Rahasia, gitu aja lo pakek nanya pikir sendiri. " jawab Gilang berlalu kebelakang.


"Fa lamar sekalian biar puas calon cewek lo. " sahut ketus Hani dan menatap Rafa dengan sakit hati.


"Pacaran dulu kali, baru ntar kalau dah sukses gue lamar dia. " balas Rafa dan Rafi menatap gelagat Hani yang diam-diam menghapus air matanya.


"Ve gue balik duluan ya, ntar pamitin ama yang lain. " pamit Hani dengan suara serak habis menangis.


"Lo ngak papa Han, mata lo kok merah? Lo habis nangis? " tanya Santri beruntun melihat sohibnya terus menunduk.


"Gue ngak papa, gue balik dulu. " jawab Hani dan langsung lari keluar restoran, lalu Rafi juga keluar mengejar Hani yang menangjs.


"Rafa! " teriak kesal Santri dengan tatapan horor membuat para cowok merinding.


"Apa sih San, gue ngak budek kali. " sewot Rafa dan Santri meraih kerah Rafa.


"Lo yang apa-apaan, puas lo bikin sahabat gue cemburu. Puas lo bikin sahabat gue nangis, kenalin siapa calon cewek lo ke kita. Dan harus terima dua puluh sembilan tantangan dari Hana kalau calon lo bukan Hani paham. " balas Santri dan kesal


"Sabar sayang, udah tenang dulu. " sahut Gilang menenangkan Santri yang emosi.


"Iya gue paham, calon cewek gue Hani. Dan gue mau bikin yang spesial buat, Hani biar ngak bisa dia luapain makanya gue perlu bantuan lo semua. " ucap Rafa dan Hana tersenyum.


"Gue punya ide buat lo Fa. " sahut Hana yang duduk dihadapan Rafa membuat semuanya menatap Hana.


"Apaan ide lo? " tanya Galih dan Gilang serempak membuat Hana tersenyum misterius.


"Ada pokoknya, Fa kapan lo mau nembak dia? " tanya Hana dan Rafa berpikir.


"Gimana habis ulangan semester kelas tiga? " tanya balik Rafa, dan Rafi duduk lalu bersandar dibahu Hana membuat Bintang tersenyum.


Bersambung...