Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 78


Ketua Kirana.


"Hana ada tugas untukmu, tugas ini berada diluar Bandung dan tugas ini harus cepat kau atasi. "


Send.


^^^Hana.^^^


^^^"Baiklah, tapi aku juga sedang ada cek rumah sakit di Bogor ketua. Tapi aku kan sedang dalam hukuman dan jam ku juga ada di tangan Gendis. "^^^


^^^Send.^^^


Ketua Kirana.


"Bagus pas, aku ngak mau tau pokoknya misi ini harus selesai. "


Send.


^^^Hana.^^^


^^^"Hmm baiklah ketua, selamat malam. "^^^


^^^Send.^^^


Chat pun berkhir dan Hana menghela nafas sambil memikirkan cara agar tak tau siapa dia sebenarnya saat jalankan misinya, Hana melangkah menuju kamarnya dan duduk ditepi kasur sambil menatap geng gresreknya yang berisik.


PAGI PUN DATANG...


Satu Minggu kemudian....


Hari ini terakhir untuk mengecek rumah sakit di Bogor, kini Hana dan Gilang serta sepuluh orang yang ikut kebogor sedang dikantin.


"Hana, Rafa, Han. " teriak Gilang sambil menuju tempat dudk Hana.


"Apasih bang, si Rafa kenapa? Panik amat? " tanya Hana melihat Gilang tersengal-sengal habis lari.


"Itu si Rafa masuk rumah sakit Han. " jawab Gilang bergetar panik plus khawatir.


"Tumbenan masuk rumah sakit? Sakit apaan? " tanya Hana dan minun airnya.


"Itu ditusuk sama orang, belum sadar dari lima hari yang lalu Han. Hani juga makin kurus lantaran ngak makan dengan teratur, tante Bintang juga jatuh sakit dan Rafi seperti orang linglung kayak dihipnotis. " jawab Gilang panjang lebar.


"What? Ditusuk kok bisa? " tanya Hana terkejut langsung berdiri semua orang yang dikantin menatap kearah Hana dan Gilang.


"Ayo tapi izin dulu ama pihak yang lain, kita pesen taksi. " ucap Hana dan lekas menghampiri yang lain untuk pamit.


Di rumah sakit Bandung...


Rayen baru saja tiba diruang rawat inap Rafa setelah membeli sarapan untuk Bintang, Hani dan Rafi sementara yang lain masuk kuliah dan akan datang menjenguk nanti siang.


"Bunda sarapan dulu yuk, kau juga Ani dan Rafi. " ajak Rayen sambil membagikan kotak nasi.


"Makasi om/Ayah. " balas Hani dan Rafi bersamaan, sebenarnya Hani enggan makan dan air mata pun sudah kering karena kebanyakan menangis.


"Bunda makan dulu yuk, biar ada tenaga lagi. " ajak Rayen yang duduk disamping Bintang.


"Ngak nafsu makan yah. " ucap Bintang lirih karena kondisinya menurun.


"Tapi bunda, bunda juga harus makan biar cepet sembuh. Tadi Gilang telfon katanya gak bisa datang hari ini, mungkin mereka datang agak siang. " balas Rayen dan terus membujuk Bintang.


"Bunda makan dulu, ada aku dan Hani menjaga Rafa. " ucap Rafi yang sedikit linglung dan mendekati Bintang.


"Ayah suapin atau Rafi yang suapin? " tanya Rayen dan menatap Bintang yang masih sedih.


"Disuapin ayah aja, Fi kau makan juga ya. " jawab Bintang dan Rafi duduk dilantai dekat sofa, Hani juga ikut bergabung dan Rayen mulai menyuapi Bintang.


Sementara dikampus...


Dua jam kemudian...


Semua mahasiswa keluar kelas menuju kantin untuk makan, tapi tidak untuk Santri, Galang, Galih, Venus, Rani yang masih duduk didepan teras kelas sambil memikirkan Rafa.


"San, lo udah hubungi laki lo? " tanya Galih dan menatap Santri yang membaca buku.


"Udah, ntar siang dia akan Hana sampai kok. " jawab Santri dan kembali fokus membaca bukunya.


"Hmm kenapa kita kena musibah disaat yang bersamaan, apa lagi Hana ngak ada diantara kita. " sahut Venus dan menghela nafas.


"Iya lo Bener Ve, apa lagi si Rafi tuh yang udah hampir habisin uang tabungannya. Kalau Hana tau di bisa ngamuk besar tuh bocah." balas Galih dan Venus meraih tangan sang pujaan agar selalu berdoa.


"Hmm moga Hana dan laki gue cepet balik biar nich masalah cepet kelar. " sahut Santri yang kasihan dengan Rafi dan Rafa, serta rindu dengan Gilang.


Disisi lain, sebelum Hana masuk kedalam taksi yang sudah ada Gilang didalamnya. Hana mengunakan jurus untuk membuat dirinya menjadi dua, untuk ikut ke Jakarta bersama Gilang sementara Hana yang asli menjalankan misi dari Kirana yang sudah membawa pasukannya dari kemarin lusa.


Bersambung....