Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 15


"Baru tadi bun, bunda mau belanja ya? " tanya balik Rafi dan Rafa duduk dianak tangga.


"Iya bunda mau belanja, soalnya bahan makanan habis. " jawab Bintang tersenyum melihat kearah Rafi.


"Fi mulai kapan lo banyak bicara kayak gini? " tanya Rafa dan jalan mendekati Rafi yang mengoles roti dengan selai nanas.


"Sejak gue perang ama belut. " jawab Rafi dan makan rotinya, lalu Rayen turun dengan pakaian santai.


"Mas aku mau belanja dulu ya, bahan didapur habis cuma ada telur aja. " pamit Bintang dan Rafa jalan kearah meja makan, lalu duduk disamping Rafi yang mengutak atik ponselnya.


"Entaran aja sayang, agak siangan, lagian ini weked bukan jadi sarapan roti aja ngak papa. " sahut Rayen dan menarik tangan Bintang  untuk duduk.


"Bener ngak papa? " tanya Bintang memastikan dan menatap Rayen yang disampingnya.


"Iya ngak papa sayangku. " jawab Rayen dan mengambil roti serta selai, lalu beralih menatap Rafa dan Rafi.


"Bang kok gue liat-liat lo deket banget ama Hani? Kalian pacaran? " tanya Rafi dan minum susu yang dibuatnya.


"Gue ama Hani cuma temenan kagak lebih, terus elo sendiri gimana ama Hana? " tanya balik Rafa dan skatmat.


"Tapi yang gue liat Hani ada rasa sama lo bang, gue juga kagak tau kenapa setiap ketemu ama Hana pengennya perang mulu. " jawab Rafi dan kembali minum susunya hingga habis.


"Ck, lo bisa bohongi semua orang. Tapi gue tau kalau elo udah ada rasa sama Hana," ucap Rafa membuat Rafi melirik sang kakak yang minum susu juga.


(Gue belum sepenuhnya move on, tapi gue nyaman disisi Hana bang. ) batin Rafi dan tersenyum tipis.


"Sotoy lo, dah gue mau keliling komplek dulu daaa semuanya. " pamit Rafi dan berdiri lalu salim tangan Rayen dan Bintang, lalu bangkit dan jalan menuju pintu dapur.


"Kalau elo beneran ada rasa sama Hana, ungkapin sebelum diembat orang. Hana cewek baik, pinter cuma sedang sakit. " teriak Rafa dan  Rafi berhenti diambang pintu dapur.


"Gue pengennya gitu, tapi nanti kalau udah sukses. " balas Rafi dan keluar rumah...


Di taman kota....


Para cewek duduk melingkar di bawah pohon sambil piknik dadakan, itu pun ide dari Rani yang ingin piknik harusnya ada para cowok. Tapi ditolak oleh Hana ntah karna apa, jadi Rani tak jadi menelfon Rafa.


"Kan bisa telfon, gak guna lo punya handpone bang. " ledek Venus dan makan snack.


"Heh, kampret gue udah telfon puluhan kali. Tapi kagak elu angkat pea," sahut Galang dan duduk disamping Venus.


"Loh, kok berembat? Satu lagi mana? " tanya Hana saat menatap para cowok.


"Si galon lagi beli air minum. " sahut Rafa dan duduk disamping Hani yang memainkan ponselnya.


"Lo kangen ama gue belut? " tanya Rafi dan meletakkan beberapa cemilan serta air minum.


"Ogah banget gue kangen ama lo Galon. " jawab ketus Hana dan melirik Rafi yang duduk disampingnya, Rafi sendiri dengan santainya bersandar dipunggung Hana.


(Fi keliatan banget lo nyaman disisi Hana, ya meski pun lo bedua perang mulu tiap hari. ) batin Gilang dan menatap keduanya.


"Galon kalau mantan lo nyariin gimana? Lo mau balikan ama dia? " tanya Hana tiba-tiba membuat yang lain menatap Rafi.


"Mau lo gimana? Kalau gue sihngak mau ya jatuh kelubang yang sama untuk kedua kalinya, sebab hati gue sekarang sedang nyaman ama seseorang. " jawab Rafi membuat yang lain tersenyum.


"Siapa yang bikin lo nyaman galon? " tanya Hana yang kurang peka membuat Rani dan Santri menepuk keningnya.


"Kepo lo belut, nanti gue bilang kalau udah sukses ya belut. " jawab Rafi sambil mencomot snack yang ditangan Hana.


"Galon balikin cemilan gue. " teriak Hana karna Rafi sudah kabur duluan membawa cemilan Hana.


"Kejar gue dulu belut. " balas teriak Rafi, dan Hana bangkit lalu mengejar Rafi membuat yang lain geleng-geleng kepala.


"Kapan akurnya sih mereka ini? Setiap ketemu perang mulu dah, kagak capek apa gimana? " tanya Santri heran melihat keduanya yang saling kejar.


"Gue juga kagak tau, kapan mereka bisa akur. " jawab Rani dan minun air habis makan snack.


Bersambung...