
Rafi tersenyum melihat Hana salah tingkah, dan Hana mengutak-atik ponselnya untuk mentrasfer uang kerekening Galang dan Galih.
"Han lo transfer uang sebanyak ini ama gue, ini sih kebanyakan Han. " sahut Galih histeris melihat nominal uang rekeningnya.
"Buat gue itu belum seberapa, yang lain juga dapet setelah bantu gue selesain misi. Uang itu boleh lo pakek apa aja, asal yang penting aja dan bahagiain sahabat gue. " balas Hana dan bangkit lalu jalan menuju toilet.
Ponsel Hana yang diatas meja berdeting, pertanda chat masuk dan Rafi melihat sekilas kalau itu dari Kirana.
"Belut ada chat dari tante gue. " teriak Rafi membuat yang lain geleng-geleng.
"Bales aja galon, tante lo ngak bisa nunggu. " balas teriak Hana dari dapur membuat Bintang dan Kesya tutup telinganya.
"Astaga Hana bisa ngak sih jangan teriak. " sahut Venus yang membantu Hana mencuci piring.
"Hehe sory ya Ve, oh ya lo ambil jurusan apa? " tanya Hana dan Venus menatap Hana sambil tersenyum.
"Gue belum tau ngak ada yang pas, dulu sih pengennya jadi suster tapi ngak jadi. " jawab Venus dan Hana terdiam mendengarnya.
"Kenapa kau ngak ambil bisnis aja, siapa tau nanti kau masuk keperusahaan atau menejer cafe. " saran Keyla dan Venus tersenyum mendengar saran Keyla.
"Emm iya juga ya, sekalian ajakin Santri juga kuliah sambil kerja disini. " ucap Venus dan lari kedepan untuk menemui yang lain.
Pelanggan berdatangan membuat Rafi harus pindah tempat dan jalan perlahan menuju kasir, untuk membagikan menu dan para suami serta cowok juga cekatan mencatat pesanan.
"Fi lo duduk aja dikasir, biar itu kaki ngak sakit lagi. " peringat Rafa melihat sang adik kesusahan jalan.
"Gue masih kuat kok bang, lo anter pesanan kedapur gih. " bantah Rafi dan Rafa langsung jalan kedapur bergantian untuk menjaga Rafi.
Pukul 04:50...
Pelanggan masih berkunjung dan Rafi masih melayani meski bantu Hana, Bintang juga membantu membawakan pesanan kedepan untuk pelanggan yang diujung yang mempersulit Rafi jalan.
"Aaaa, aduhh. " teriak Rafi yang langsung duduk, Hana lekas menghampiri Rafi yang memegang kakinya.
"Fi lo kenapa? " tanya Galang dan memapah Rafi untuk berdiri.
"Kaki gue kram, aduh. "jawab Rafi dan Hana menarik kursi untuk Rafi.
"Elo sih, disuruh istirahat ngak mau ginikan kaki lo. "protes Gilang dan membuka gips kaki Rafi perlahan, dan kaki Rafi kembali membiru.
"Mendingan Rafi pulang aja sama Hana, biar resto kami yang tutup ya. Raf lo juga ikut biar bantu Rafi mandi. " saran Kesya dan diangguki yang lain.
"Gak mau tante, Fi dikit lagi pecahin rekor bawain menu sebanyak tiga puluh. " balas Rafi dan
Buaggg...
Rafi langsung pingsan dan tingkah Hana membuat yang lain menganga, apalagi Rafa yang melihat kesadisan Hana.
"Kalau adek gue geger otak gimana? Elo main pukul aja awas lo kalau adek gue geger otak. " sahut Rafa dan Hana langsung jongkok didepan Rafi, Gilang pun membenarkan posisi Rafi.
"Iya lo tenang aja gue bakalan tanggung jawab ntar kalau dia geger otak. Emm om tante Hana duluan ya biar kalian bisa tutup resto. " balas Hana dan pamit.
"Maaf ya Han, jadi ngerepotin kau lagi padahalkan ini tugas Rafa yang anter. " sahut Rayen yang tidak enak hati.
"Ngak papa kok om, Hana pulang duluan ya oh ya bang gue tunggu lo dimall jam tujuh gak pakek telat. " balas Hana dan jalan kilat menuju rumah Rayen.
MALAM PUN DATANG...
Pukul 06:50....
Hana menunggu Gilang didepan mall, dengan baju kemeja biru serta celana jeans panjang serta rambut yang digerai bebas.
"Hana! " panggil Gilang yang baru datang.
Hana menoleh kearah suara yang ia tunggu dari tadi,"lama amat lu bang, dandan lu bang? " tanya Hana sambil meledek dan jalan duluan masuk mall disusul Gilang.
"Iya gue dandan, puas lu dek. " jawab Gilang kesal dan mensejajarkan langkahnya dengan langkah Hana.
"Puas banget. " ucap Hana dan masuk kedalam toko perhiasan yang diinginkan dokter Gilang.
"Han gue ngak punya uang sebanyak itu, udah balik aja yuk. " ajak Gilang dan hendak menarik tangan Hana.
Bersambung...
Jangan lupa like dan vote ...