Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 63


"Han lo dapet uang sebanyak itu dari mana? " tanya Galang dan melihat sekeliling.


"Dari atm gue lah, masak dari elo. " jawab Hana dan berhenti jalan karna sudah sampai pada kapal yang dituju.


"Ini kapalnya Han? Kok kayak ngak ada yang mencurigakan? " tanya Galih dan melihat aktivitas dikapal yang dituju.


"Itu untuk mengecoh mata-mata, ayo kita dekati tapi harus hati-hati jangan sampai mencurigakan. " jawab Hana dan jalan mendekat diikuti Galang dan Galih.


Galang dan Galih melihat sekeliling, dan melihat seseorang yang sedang mengamati area sekitar. Hana memeriksa tempat ikan yang ada didepannya dan itu menimbulkan kecurigaan bagi yang mensediakan ikan.


(Kok gue kangen ama senyuman si galon ya. ) batin Hana dan tersenyum sendiri.


"Cari apa neng? " tanya sang pemilik ikan yang sudah berdiri didepan Hana.


"Saya mau beli ikan yang panjang sekali. " sahut Galang dan berdiri dibelakang Hana.


"Oh ikan layar, ada dibelakang tapi belum dibumbui. " ucap sang pemilik dan tangannya memberi isyarat untuk mengepung Hana, Galang dan Galih.


"Ngak usah dibumbui pak, kami beli yang mentah saja. " balas Galih dan merasakan sesuatu.


"Han kayaknya kita ketahuan deh. " sahut Galang yang melihat sekeliling.


"Bukan kayaknya, kita memang ketahuan kampret. " balas Hana dan saling melindungi.


"Jadi gimana? " tanya Galang yang sedikit takut dan


Buaggg...


Si pemilik melayangkan pukulannya dengan cepat Hana menangkisnya, anak buahnya juga ikut menyerang ketiganya.


Buaggg...


Duaggg....


Bugg...


"Hiyaaaaa. " teriak Hana dan melompat keatas lalu berputar seketika membuat lima orang terkapar.


Para penonton direstoran Jakarta dan dibandung menarik nafas melihat ketiganya yang terkepung, Rafi tak berkedip melihat Hana yang menyerang dengan brutal.


"Han tenaga gue udah habis, huks. " sahut Galih yang sudah ngos-ngosan dan wajah babak belur.


"Sial mereka malah makin banyak gimana Han? " tanya Galang dan bersandar punggung dengan Hana.


"Han hati-hati lo. " teriak Galih dan mengutak-atik ponselnya.


"Mau kemana neng? Udah terdesak juga lebih baik serahin diri. " sahut pemilik ikan dan menyeringai, dan


Krakk...


"Elo salah orang kalau ngerayu gue, dan jangan harap lo bisa sentuh gue. " sentak Hana dan mendorong pemilik ikan.


"Sialan, tangkap dia sekalian kita jual saja dia. " teriak sang bos dan para anak buah yang tersisa langsung menyerah Hana.


Hana melompat keatas dan mengibaskan jubahnya yang keluar saat lari, semua anak buah terkapar dan ada yang terpental langsung pingsan. Hana kembali turun dan sang bos kembali menyerang Hana, dengan cepat Hana menunduk dan


Buagg....


Duaggg..


Dan...


Buaggg...


Berbagai pukulan dan serangan yang layangkan Hana, lalu menendang sang bos kedinding kapal hingga terjatuh ketanah.


"Han udah cukup, jangan bunuh dia ntar lo yang penjara. " teriak Galang dan Galih yang sudah membawa beberapa polisi.


"Gue mau beri dia pelajaran. " balas Hana dan mengeluarkan jarum suntik yang dibuat Icha dulu waktu sekolah.


Sang bos berusaha lari tapi tak bisa karena perutnya sakit, Kirana yang melihat Hana marah hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Mau kemana kau ha, kau ingat dengan nama Glen Pras Wisnu yang kau bunuh tanpa belas kasihan dulu? " tanya Hana dan yang menonton hanya bisa diam.


"Haha bocah tengik yang ingin melapor polisi, tapi terkena racun dariku. Apa hubungannya denganmu? " tanya sang bos sambil tertawa jahat membuat Hana menarik kerah sang bos.


"Dia calon dokter yang kau bunuh, sebagai gantinya kau harus dipenjara. " jawab Hana dan tangannya menancapkan jarum keselangkangan sang bos.


"Aaaakkhhh lepaskan jarum itu. " teriak sang bos dan Hana mencabut jarum dengan kesal.


Hana berdiri dan melewati Galang dan Galih beserta beberapa polisi, yang sudah membekuk para bandar narkoba.


"Lo bedua urus ya, gue cari taksi dulu. " sahut Hana dan jalan tanpa tujuan.


Bersambung....