
(kok perasaan gue ngak enak ya, pas denger perkataan Rani. ) batin Galih dan menatap Galih.
"Elo berlima mau keliling lagi atau kerestoran? " tanya Hani dan menatap para cowok yang masih mengatur nafas.
"Gue mau pulang dan tidur bentar, habis itu baru kerestoran. " sahut Galih dan berdiri setelah memakai sepatu rodanya.
"Gue juga mau mandi gerah banget, dan mau chat belut gue bye semua gue duluan. " pamit Rafi dan lari menuju rumah.
"Ayo gaes, kita balik juga. " ajak Santri dan berdiri diikuti yang lain kecuali Venus yang masih duduk.
"Kalian duluan aja, gue mau disini dulu. " sahut Venus membuat Rani bingung, yang lain sudah pada jalan pelan-pelan.
"Mau gue temenin. " tawar Rani dan jongkok disamping Venus, Venus langsung menggeleng.
"Kagak usah, lo duluan aja ntar gue balik ama pacar gue. " tolak Venus dan Rani mengangguk, lalu jalan menyusul yang lain.
Venus pindah tempat duduk disamping Galang yang bersandar ditembok, Galang meraih botol minum milik Venus lalu meminumnya tanpa menyentuh bibir botol.
"Yang sampai kapan kita kucing-kucingan ama yang lain, aku gak enak tau ama yang lain. " sahut Galang yang ternyata pacaran dengan Venus.
"Iya aku juga sama sayang, tapi Galih ngak peka ama Rani sayang. Sabar dan maaf kalau kita kucing-kucingan kayak gini. " balas Venus dan bersandar dibahu Galang.
"Aku bakalan sabar nungguin mereka pacaran, tapi nanti aku anterin kau pulang ya sayang. " ucap Galang dan meraih tangan Venus lalu digenggamnya.
"Iya pacar aku yang ganteng, oh ya om ama tante tau kita pacaran? " tanya Venus dan menatap Galang.
"Belum, nanti aku kasih tau biar kejutan buat yang lain. " jawab Galang dan mengelus kepala Venus lalu menciun kening Venus.
"Ya udah ngak papa kok sayang, tadi udah sarapan? " tanya Venus dan memangku dagunya sambil menatap Galang.
"Udah, kau sayang udah makan apa belum? " tanya balik Galang dan mencubit hidung Venus gemas.
"Hehe udah dikit tapi sayang, pulang yuk aku pengen mandi. " ajak Venus dan melepaskan tangan Galang.
Tanpa mereka sadari kalau sepasang mata melihat keduanya, siapa lagi kalau bukan Gilang, Santri, Rafa, Hani serta Rafi yang memang curiga dengan sikap keduanya. Bahkan Rafa sempat melihat Galang membantu Venus mencuci piring, Hani bersandar dibahu Rafa melihat sohibnya harus break seat dan kesal dengan Galih yang kurang peka terhadap Rani.
"Kayaknya gue harus nembak Rani, biar Galih jera. " sahut Sammy membuat Gilang sedikit terkejut.
"Bisa ngak sih, muncul tuh tiba-tiba. " balas Gilang kesal.
"Hehe sorry pak dokter, jadi kapan gue nembak Rani nich? Sekalian memberi pelajaran sama Galih. " tanya Sammy dan Rafi jalan lebih dulu.
"Nanti siang aja, saat makan siang. " jawab Rafi sambil sedikit teriak.
"Tapi Hana gimana? " tanya Santri dan menatap Rafa yang jalan duluan disusul Gilang serta Santri.
"Udah pokoknya gampang masalah Hana, yang penting kita beri pelajaran ama Galih biar dia jujur. " jawab Sammy antusias.
"Yuk pulang, abis itu baru kerestoran. " ajak Rafa dan merangkul pinggang Hani meninggalkan yang lain.
Kediaman Lintang.....
Galih pulang langsung tiduran disofa dan pejamkan mata, Lintang yang libur dan habis menjemur pakaian melihat putranya tiduran disofa dengan nafas memburu. Lalu tersenyum dan mendekati sang putra yang enggan buka mata dan mengelus kepala Galih.
"Galih mandi dulu, baru tidur lagi. " sahut Lintang dan mengelap keringat Galih.
"Bentar lagi ma, masih capek. Mamah jadi ikut Galih keresto? " tanya Galih dan membuka mata.
"Jadi dong sayang, sambil liat gadis yang kau suka itu. " jawab Lintang membuat Galih langsung duduk.
"Emm mamah bisa aja, papah mana mah? " tanya Galih dan mengalihkan pembicaraan membuat Lintang tersenyum.
"Tuh, lagi berenang sambil berendam katanya. " jawab Lintang dan Galih mengangguk.
Bersambung....