Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 35


"Iya sayang ini lagi bikin, sabar. " balas Rafa dan dengan cepat membuat jus lalu jalan kearah Hani.


"Hui yang dipanggil sayang, pamer ceritanya ni. " ledek Rani dan Hani tersipu sambil jalan kedapur.


"Iri bilang bos. " sorak Galang dan Sammy serta Gilang terbahak melihat Rani cemberut.


"Kagak tuh, gue ngak iri kali. " elak Rani menyembunyikan yang sebenarnya.


"Ran gue mau ngomong sesuatu ama lo. " sahut Sammy disaat para pelanggan sedang makan.


"Ngomong aja kali Sam. " balas Rani dan Sammy meraih tangan Rani membuat Galih kesal.


"Gue tau lo suka ama Galih, tapi lo liatkan kalau Galih ngak peka ama lo. Jadi apa boleh gue jadi pelindung hati lo? " tanya Sammy membuat yang lain menganga.


"Sory Sam hati gue tetep milih Galih, meskipun Galih nanti nikah dengan gadis lain. Gue ngak bisa nerima lo, elo cowok yang sempurna dimata gue dan mungkin banyak cewek lain yang sepadan dengan lo Sam. " jawab Rani dan Galih tersenyum mendengarnya.


"Ya udah ngak papa, gue paham. " ucap Sammy dan Rani melepaskan tangannya, lalu Galih meraih tangan Rani.


"Ran kenapa lo mau nungguin gue? " tanya Galih dan Rani menatap Galih lalu beralih ketangan yang dingenggam Galih.


"Ngak tau, mencintai lo ngak perlu alasan kan. " jawab Rani dan menunduk.


"Sory kalau gue nyakitin lo, dan pura-pura ngak peka ama lo. Gue mau sukses dulu gue mau lamar lo gimana? " tanya Galih dan tersenyum.


"Ngak papa, gue juga mau jadi chef dulu dan banggain papa dan mama. Habis itu baru gue mikirin diri gue, elo juga jangan ngampamg berpaling disaat kita semua udah sukses. " jawab Rani dan langsung mendapat pelukan dari Galih.


Hana tersenyum haru melihat Galih dan Rani saling jujur, lalu beralih pada yang lain yang ikut tersenyum Rafi sampai memeluk Galang saking terharunya.


"Udah woi, dunia kerasa milik berdua sisanya ngontrak. " sahut Hana dari belakang Sammy membuat yang lain menoleh.


"Ye Hana balik. " sorak para cewek dan Rani mendorong Galih langsung berhambur memeluk Hana.


"Gue ngak bisa nafas ini. " ucap Hana dan para cewek melepaskan pelukannya.


"Hehe sory habis kita kangen banget ama lo Han. " balas Santri sambil nyengir.


"Katanya balik sore, kok siang baliknya. " sahut Rafi dan Hana menatap Rafi yang membuat jus.


"Belut gue kangen perang ama lo. " ucap Rafi sambil menarik tangan Hana hingga berbalik, lalu menyerahkan jus.


...Meruntuhkan egoku bukanlah......


...Satu hal yang mudah.......


...Dengan kasih lembut kau pecahkan.......


...Kerasnya hatiku.......


"Kak Bintang masakannya enak, kapan-kapan mampir kesini lagi. " sahut yang membayar makanan.


"Boleh, Kalian sengaja kesini atau ada perlu? " tanya Bintang dan merangkul Delima.


"Ya sengaja, soalnya kangen ama kalian bertiga. " jawabnya dan melepaskan rangkulan Bintang.


"Udah selesai semua? " tanya Kesya dan diangguki yang lain, lalu membayar makanan yang dilayani Rayen.


"Udah Kes, kami pamit ya semuanya. Han jangan lupa kasi komisi buat Sammy karna udah bikin Galih jujur. " jawab Anggun dan Hana membungkuk hormat.


"Siap tante Anggun. " ucap Hana dan pasukan Bintang semuanya keluar restoran, Sammy menepuk bahu Hana membuat si empu menatap Sammy.


"Ketua Hana aku pamit keresto ya, tadi dapet telfon dan resto butuh aku. " pamit Sammy membungkuk hormat dan Hana mengeluarkan uang tunai dari tas selempangnya membuat yang lain menganga melihat uang Hana.


"Ini komisimu ada delapan juta, yang tiga juta untuk membuat Galih jujur sama perasaannya. Dan sisanya buat modal restoranmu," ucap Hana dan menyerahkan uang membuat yang lain terkejut.


Sammy menerima uang dari Hana dan melihat isi amplop, yang ternyata lebih dari delapan juta. "Han ini lebih loh? " tanya Sammy dan menatap Hana.


"Iya ngak papa, anggap aja sebagai uang jajan. " jawab Hana dan tersenyum.


"Makasi ketua, kalau gitu aku pamit dulu buru-buru soalnya. " ucap Sammy dan Hana mengangguk, Sammy pun berbalik dan keluar restoran lalu menoleh kearah Hana yang dipeluk tiba-tiba sama Rafi.


Bersambung....