Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 16


"Lang cita-cita lo nanti jadi apa? " tanya Venus dan menatap Galang yang mabar bersama Galih dan Gilang.


"Masih kagak jelas Ve, elo sendiri jadi apa? " tanya balik Galang dan masih fokus main game.


"Gue mau jadi suster Lang. " jawab Venus dan Gilang melirik Venus yang melihat kearah Hani yang melukis Rafi menggendomg Hana dipunggungnya.


"Waw, lukisan lo keren Ni. " sahut Rani dan kagum melihat lukisan Hani.


"Thanks pujiannya, liatin Galon dan brlut kalau mereka jalan kesini. " pinta Hani dan mengarahkan kuas air kebola mata Rafi.


"Hani dari kapan lo punya hobi ngelukis? " tanya Rafa yang berdiri di samping Hani membuat Hani gugup.


"Sejak SD, kenapa? " tanya balik Hani dan mengarahkan kuas air kerambut panjang Hana.


"Lain kali, lo bisa dong lukis gue ama sekeluarga. " jawab Rafa dan Hani menambah cat airnya.


"Bener juga yang dibilang Rafa, kalau hasilnya bagus kan dibayar ama om Rayen. " sahut Galih dan Hana serta Rafi duduk sambil minum air.


...Kali ini aku merasakan cinta......


...Cinta yang sesungguhnya......


...Dia wanita yang membuat.......


...Pikiranku selalu tertuju akan dia.......


"Boleh aja sih, ntar gue beli karton yang agak besar. " balas Hani dan menyelesaikan hasil lusikannya, lalu ditutup sama kain agar tak keliatan oleh Rafi.


"Gaes, balik yuk udah siang. " ajak Hana dan menatap yang lain, sambil mencoba es krim yang dibelikan Rafi.


"Iya juga, ayo balik kita beresin ini dulu. " balas Santri dan yang lain membantu membereskan snack serta tikar yang dibawa Rani.


"Fa gue nebeng ama lo ya, buat ambil papan lukis lagi gue pengen ngelukis di restoran. " sahut Hani dan Rafa membantu merapikan alat lukis.


"Ya udah yuk, gue juga pengeb tau rumah lo Han. " balas Rafa membuat yang lain tersenyum.


Direstoran....


Bintang, Kesya dan yang lain melayani para pelanggan yang mulai makan siang, Rafa dan Rafi juga mulai sibuk mencatat pesanan. Para pelanggan Hana dan para cewek langsung kedapur, untuk membantu masak sesekali Rafi menatap Hana yang cekatan membuat senyuman tipis Rafi terbit.


"Rafa, Rafi ambil pesanan yang udah jadi sayang. " teriak Bintang dari arah dapur, membuat keduanya langsung ngebirit ke dapur.


"Hana dan yang lain bikin jus aja biar cepet, mas Vian dan Vino periksa pelanggan yang belum dapat makan siang. " sahut Keyla yang memasak steak.


Mereka pun mulai melayani pelanggan yang belum dapat makan siang, Galih diam-diam memotret kegiatan yang lain dengan kameranya. Ia juga mengarahkan kameranya ke tempat Rafi yang tak sengaja memegang tangan Hana, yang akan membawa piring kotor pandangan keduanya bertemu dan saling tersenyum. Rafi melepaskan tangan Hana dan Hana langsung kedapur Santri, Venus melihat keduanya dengan terkejut sedangkan Rafi merasakan kelembutan tangan Hana membuat sudut bibirnya tertarik keatas membentuk senyuman.


(Apa gue bisa jatuh cinta secepat ini, tapi kalau Hana punya pacar gimana? Kan ngak cocok namanya. ) batin Rafi yang merasakan jatungnya berdebar.


"Cie yang udah bisa senyum lagi hui. " ledek Gilang yang ternyata melihat Rafi tersenyum.


"Serius lo, udah bisa senyum Fi? " tanya Rafa yang dibelakang Rafi setelah membawakan makanan untuk pelanggan.


Rafi menoleh kearah sang abang, lalu mengangguk sambil tersenyum hangat bukan dingin. "Udah bang, tapi masih kaku. " jawab Rafi dan Rafa langsung memeluk Rafi dengan bahagia lalu dilepas.


"Itu udah cukup kok, lagian lo juga gak sadarkan dibikin senyum sama Hana lewat perang sih. " sahut Galang dan menepuk bahu Rafi.


"Galon lo ada uang kembalian kagak? " tanya Hana dari arah kasir.


"Ada. " jawab Rafi singkat dan langsung ketempat kasir untuk membantu Hana.


"Lo lanjutin ya, gue kebelakang dulu. " pamit Hana dan melegang pergi.


"Nah lo, kok malah ditinggal sih gue. " teriak Rafi dan menatap Hana yang hilang dibalik pintu.


Bintang, Keyla dan Kesya sudah selesai didapur, Hana juga kembali dengan membawa beberapa jus untuk yang lain. Para pelanggan juga mulai membayar makanan, Rafi sibuk di kasir untuk menerima bayaran dari pelanggan Rani mulai membagikan jus untuk para cowok.


Bersambung....