Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Chapter 57


"Ya kalau ada gue mau, oh ya gaes si biru kok ngak pernah dateng ya? " tanya Rafa dan menatap yang lain.


(Gue yang dihadapan lo Biru kampret. ) batin Hana dan menatap Rafi yang sudah selesai makan.


"Sibuk kali, dia kan intel. " sahut Venus yang juga selesai makan.


"Emang lo punya jam tadi berapa Han? " tanya Galih dan menatap Hana.


"Hmm dua sih, gue pakek satu ama yang mau gue kasih buat galon satu. " jawab Hana dan minum airnya lalu mengambil jamnya, lalu memakainya.


Kinan mendekati Rafi dan menyodorkan dua sepasang tongkat, Rafi dengan ragu menerima tingkat dari Kinan.


"Dapet dari mana Kinan? " tanya Hani dan Kinan hanya tersenyum.


"Beli tadi hehe, dan kaki tuan Rafi bisa digantung jangan diinjakkan dulu biar gak bengkak lagi. " jawab Kinan dan Rafi langsung dicoba Rafi untuk jalan perlahan.


"Wahh, iya makasi ya dek Kinan. " sahut Rafi membuat saling pandang.


"What? Dek Kinana? " pekik semuanya bertanya sambil menatap Rafi.


"Iya Kinan mulai sekarang jadi adik angkat gue boleh bun yah? " tanya balik Rafi dan menatap Rayen serta Bintang sambil merangkul Kinan.


"Boleh aja sih, emang Fi beneran mau angkat Kinan jadi adik? " tanya Bintang membuat yang lain bingung kecuali Hana.


"Maksud bunda? " tanya Rafa dianghuki yang lain.


"Hahaha dia bukan manusia Fa. " jawab Hana sambil tertawa.


"Terus apa dong kalau bukan manusia? " tanya Galih makin penasaran.


"Tunjukin Kinan. " jawab Hana dan Kinan menunduk, lalu merubah dirinya menjadi Harimau putih membuat para cewek berteriak.


"Si-siluman harimau. " pekik Hani dan berlindung dibalik punggung Rafa, Kinan kembali berubah menjadi manusia dengan jubah putih tanpa topeng.


"Jadi mau angkat Kinan jadi adik? " tanya GendisĀ  dan merangkul Kinan.


"Hehe ngak deh, gue takut dimakan dia. " sahut Rafi dan jalan perlahan menuju kasir, lalu mengambil gitar dan duduk disamping Rayen.


"Mau ngapain lo galon? " tanya Hana dan menatap Rafi yang memainkan gitarnya.


"Gue mau nyanyi buat lo, dan bikin restoran rame. " jawab Rafi dan para cewek mulai membereskan bekas makan.


"Kali ini aku merasakan cinta, cinta yang sesungguhnya. " sahut Rafa melantunkan lagunya dan menyapu lantai.


"Dia wanita yang membuat, pikiranku selalu tertuju akan dia. " balas Galang dan membantu Venus membawa piring kotor.


"Kini aku jatuh cinta... Cinta... cinta..., hati ini berbunga.. bunga.. bunga... " ucap Rafi dan menatap Hana yang mengelap meja.


"Dan akhirnya ku menemukanmu, kini kaku jatuh cinta.. cinta... cinta.. " balas Galih dan memotret Hani yang mengepel.


"Hati ini berbunga.. bunga... bunga... Dan akhirnya ku menemukanmu.. " ucap Gilang dan menuju dapur sambil membawa piring kotor.


"Dia wanita yang membuat, pikiranku selalu tertuju akan dia. " sahut Hana dan Hani serempak sambil mengepel.


"Kini aku jatuh cinta... cinta... cinta.. Hati ini berbunga.. bunga... bunga... " balas Venus dan Rani sambil mengelap meja makan.


Rafi pun mempercepat petikan gitarnya untuk mengimbangi lagu, meski kakinya berdenyut kembali.


"Dan akhirnya ku menemukanmu, kini aku jatuh cinta... cinta... cinta... " sahut Santri dan Gilang serempak membuat keduanya saling pandang.


"Hati ini berbunga.. bunga... bunga..., dan akhirnya ku menemukanmu. " balas Rafi dan Hana membuat pipi Hana tersipu.


"Ku menemukanmu.. Ku menemukanmu.... " ucap Galang dam Venus serempak dan keduanya terkekeh.


Sorak tepuk tangan menggema para pelanggan mulai berdatangan, mereka melayani pelanggan dengan tenang dan Rafi ingin ikut membagikan menu.


"Ehh galon mau kemana lo? " tanya Hana yang melihat Rafi bangkit.


"Gue mau bantuin lo pada belut, gue bosen tau. " jawab Rafi dan meraih tongkatnya yang disampingnya.


"Ngak galon, kaki lo masih sakit ntaran aja ya. " pinta Hana halus dan menatap Rafi.


"Belut gue ngak lumpuh, gue pincang pleace jangan larang gue kenapa. Gue ngak mau dianggep sakit belut, gue hanya pincang kaki ngerti gak sih. " bentak Rafi membuat yang lain menatap keduanya.


Deg......


"Rafiii. " tegur Rayen dan Hana menghela nafas untuk menenangkan hatinya.


Bersambung....