
"Itu tempat nelayan Han, tempat biasa om Vian dan Vino beli ikan untuk resto. " jawab Bintang dan menatap Hana.
"Emang ada apa sih Han kok panik gitu? " tanya Rafa dan Galih serempak.
"Gu-gue ngerasa kalau didalam ikan mentah itu ada barang terlarang, emmm tan ikan mentahnya masih adakan? " tanya Hana dan menatap Bintang.
"Masih Han, Kes tolong ambilin ikannya. " jawab Bintang dan Kesya langsung ke dapur untuk mengambil ikan, Hana dan yang lain sudah selesai makan.
Kesya datang dengan tiga ikan yang berbeda diatas piring, Hana menyentuh bagian atas ikan yang lembut dan menyentuh ikan yang satunya agak sedikit kasar.
"Om Vino beli ikan disebelah mana? " tanya Hana dan Rafi menatap Hana sedang serius.
"Disebelah kanan tendanya warna biru kalau ngak salah, kenapa? " tanya Vino balik dan Hana menggeleng.
"Han ikan yang ini kasar banget, ini ikan kok beda ya? " tanya Venus dan menatap Hana.
Hana kembali menyentuh ikan yang disentuh Venus, lalu mengarahkan jarinya kehidung untuk mencium dan ternyata dugaannya benar.
"Ikan ini jangan dimasak karna mengandung narkoba yang dihaluskan. " jawab Hana membuat yang lain menganga.
"Lo yakin ama penciuman lo Han? " tanya Galih dan Galang serempak.
"Gue yakin banget, lo berdua sibuk kagak besok? " tanya Hana membuat Galih dan yang lain saling pandang.
"Gue sih kagak ada, kagak tau tuh si Galih. " jawab Galang dan minum jusnya.
"Gue rencana besok mau cari galery Han. " sahut Galih dan Hana menatap keduanya dengan menyeringai.
"Lo berdua besok ikut gue, dipending dulu cari galerynya ntar gue yang bantuin. " balas Hana dan keduanya mengangguk setuju.
"Jadi kapan berangkatnya? " tanya Rani yang sebenarnya ingin ikut.
"Besok pagi, gue jemput lo pada didepan rumah dengan pakaian biasa kita nyamar sebagai pembeli. Bang Gilang mana? " tanya Hana yang baru ngeh.
"Dirumah sakit. " sahut ketus Santri dan memutar gelas.
"Biasa Han ngambek ama bebeb Dokter, lantaran saking sibuknya ama pasien. " sahut Hani yang melihat wajah bingung Hana.
"Udahlah ngak usah ngomongin dia ngak guna juga. " kesal Santri dan Gilang datang dengan lelah, lalu duduk disamping Santri yang lagi kesal.
"Makan dulu Lang. " sahut Keyla dan Gilang menata makan siangnya.
"Iya ma. " balas Gilang dan Hana menatap Rafi serta Gilang bergantian.
"Bang lo udah dapet izinkan dari rumah sakit? " tanya Hana dan Gilang melirik Santri lalu sambung makan lagi.
"Sory, gue gak dikasih izin. Pasien lagi banyak banget ini, apa lagi yang lagi mau program hamil. " jawab Gilang dan Santri bangkit lalu menuju dapur.
"Lang lo beneran gak dapet izin? " tanya Rafa dan Rafi serempak.
"Kagak bohong gue, lusa kan ulang tahun cewek gue. Gue pengen buat kejutan dan gue butuh bantuan lo pada. " jawab Gilang dan membuat yang bernafas lega.
"Awas lu boong bang, gue bakalan jodohin Santri sama Rafiel. " ancam Hana membuat wajah Gilang pucat pasi.
"Jangan gitu dong dek. " ucap Gilang dan Hana bangkit lalu membayar makanan, walaupun sudah ditolak oleh Rayen.
"Gaes gue balik ya, daa. " pamit Hana dan Rafi menghela nafas melihat Hana pamit.
"Emang lo ngak bisa kerja disini lagi belut? " tanya Rafi dan bangkit lalu mendekati Hana.
"Sory gue ngak bisa, lagian abang Samm kakak kandung gue yang selama ini gue cari galon. " jawab Hana membuat yang lain menganga.
"Serius lo, terus lo pindah kerumah abang Sammy dong? " tanya Rani dan membereskab piring kotor.
"Ngak kok, gue pengen mandiri jadi gue masih diasrama. " jawab Hana dan menatap Rani.
"Hmm lo balik jam berapa dari kafe abang Sam? " tanya Galang dan Hana mengambil tas kecilnya dikursi.
"Paling jam tujuh kalau lagi ramai, udah ya gaes gue balik dulu byee ntar kita chatan aja. " jawab Hana dan keluar restoran setelah salim tangan dan mencium kening Rafi.
MALAM PUN DATANG...
Dikediaman Rayen...
Rafi baru saja selesai mamdi dan ia duduk dimeja belajarnya, lalu mengambil foto Hana yang dibingkainya diam-diam sambil tersenyum.
Bersambung....