
"Bunuh aja, mereka bukan temanku. " sahut Hana membuat semua terkejut.
"Gue udah bilang percuma bos nyandra mereka. " kesal preman yang ikut membekuk Santri.
"Ya mana gue tau. " jawab yang satunya karna salah tangkap.
"Sekarang Ran San. " teriak Hana dan
Buag...
Duaag...
Rani dan Santri menginjak kaki keduanya, hingga berhasil melepaskan diri, lalu menghampiri Hana.
"Aaa aduhh, kita ditipu sial hajar mereka. " teriak sang bos dan kembali terjadi pertarungan.
Duagg..
Buaggg....
Hana dan yang lain terkena beberapa pukulan karna melindungi Rani dan Santri, Hana dan Rafi lari kedepan dan menghajar bos preman.
"Aaaakkhhh.. " teriak Rafi terkena pukulan diperut hingga mundur.
"Rasakan ini, hiyaa, hiyaa. " teriak Hana kembali melayangkan serangan acak membuat si bos kewalahan.
Rafi menyerang dari belakang berniat memukul kepalanya, tapi sang bos berbalik dan menangkap kayu setelah menjatuhkan Hana lalu
Duaggg...
"Akhhh. " teriak Rafi karna ditendang hingga membentur dinding.
"Huks Galon. " lirih Hana dan berusaha berdiri dibantu Rafa, bos preman menginjak tumit dan mata kaki Rafi hingga berbunyi.
"Aaaaa kaki gue sakit, aduhhh ayahh. " teriak Rafi meringis menahan sakit dan bos mengangkat kakinya.
Emosi Hana mendidih melihat Rafi dan lari menuju tempat bos bersama Gilang serta Santri, Hana menekuk kaki preman hingga berlutut mata Hana memerah kara emosi dan ingin menangis.
"Kau apakan majikanku haa jawab. " teriak Hana dan Rafi bisa melihat amarah Hana yang memuncak.
"Haha gue bikin dia cacat. " tawa jahat sang bos membuat Hana menarik tangan preman kebelakang.
"Ohh gitu, oke rasakan ini. " Sinis Hana dan
"Aaaa, tangan gue lu apain bocah tengil. " teriak sang bos dan Hana kembali menendangnya hingga terguling kelaintai.
Hana menghampirinya dan menghajar wajah preman, lalu menarik kerah sang preman.
"Aku masih berbaik hati hanya mematahkan tanganmu, dan kalau majikanku mengalami cacat permanen lihat saja apa yang terjadi dengan keluargamu. Rafael bawa dia kepenjara. " ancam Hana dan Rafael beserta pasukan yang lain membawa semuanya.
"Han dagu lo berdarah. " sahut Santri mendekati Hana yang melihat luka Hana.
"Ini udah makanan sehari-hari, ayo balik Galon naik kepunggung gue aja. " balas Hana dan jongkok didepan Rafi.
"Elo yakin gendong gue? " tanya Rafi ragu dan Hana mengangguk.
"Hmm, cepat ini udah sore. " jawab Hana dan Rafi naik kepunggung Hana, setelah membebarkan posisi Rafi Hana berdiri dan jalan keluar gudang diikuti yang lain.
Sepanjang perjalanan Rafi dan yang lain diam memikirkan lukanya, apalagi Hana yang memikirkan kaki Rafi yang injak preman tadi.
"Han kita singgah kewarung makan bentar yuk, laper gue dan capek gendong Rani. " keluh Rafa menyadarkan Hana dari lamunannya.
"Ya udah, depan sana ada warung makan. " ucap Hana dan mereka sedikit mempercepat langkahnya.
"Belut gue minta maaf udah ngerepotin lo kayak gini. " sahut Rafi membuat langkah Hana berhenti diikuti yang lain, lalu jalan kembali sambil menghela nafas.
"Bukan salah lo galon, gue yang gagal sebagai bodygourad lo hingga kaki lo terluka kayak gini. " balas Hana dan masuk kedalam warung makan diikuti yang lain.
Rafa menurunkan Rani perlahan dan membantu Hana menurunkan Rafi sampai duduk, Rani dan Santri sedang memesan makanan setelah sampai langsung menata dimeja.
"Gue baru liat kalau ada cewek bisa gendong cowok dipunggung, biasanyakan si cowok yang gendong. " sahut Rani dan duduk disamping Hana.
"Dunia udah terbalik soalnya. " balas Santri sambil terkekeh.
"Gini, kalau galon jalan kaki yang ada itu kaki yang terluka makin parah pea. " sewot Hana dan mengaduk teh manisnya.
"Gilang bahu lo masih nyeri ya? " tanya Rafa setelah minum es tehnya.
"He'emm, nyeri banget ini. " jawab Gilang dan minum jusnya.
"Ntar kita kerumah lo berdua aja, elo Lang bawa gips buat kaki si galon sekalian obatin lo pada. " ucap Hana dan yang lain mengangguk.
Hana berdoa lalu minun air dan mulai makan nasi gorengnya diikuti yang lain, Rafi meringis karna kakinya berdenyut membuat Hana menoleh kearah Rafi.
Bersambung...