Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 64


Hana jalan beberapa meter langsung jatuh pingsan karena tenaga terkuras, Galih dengan dua polisi langsung menghampiri Hana dan memangku kepala Hana.


"Sepertinya nona Hana belum sarapan dan juga kelelahan. " sahut salah satu polisi yang memeriksa keadaan Hana.


"Bawa keresto aja Lih, gue yang urus disini. " ucap Galang dan Galih langsung menggendong Hana.


"Ya udah gue balik duluan, pak saya duluan ya permisi. " balas Galih dan jalan menuju mobil yang dibawa tadi pagi.


SIANG PUN DATANG...


Direstoran....


Mobil Galih berhenti didepan restoran dan Rani yang mendengar, suara mobil langsung membuka pintu resto dan melihat Galih menggendong Hana yang masih pingsan.


"Yang Hana kenapa kok pingsan? " tanya Rani dan Galih mendudukan Hana dikursi.


"Hana pingsan dan capean sayang. " jawab Galih dan duduk disamping Hana.


"Han bangun lo udah diresto. " sahut Venus dan menguncang tubuh Hana agar sadar.


"Hmm. " guman Hana dan Rani serta Hani ikut menguncang tubuh Hana.


"Han bangun dong, lo tau ngak galon lo udah masak makanan kesukaan lo. " sahut Rafa dan perlahan mata teduh Hana terbuka lebar, tangannya memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Aku dimana? " tanya Hana dan menatap sekeliling.


"Elo direstoran, lo pingsan tadi itu karna lo belum makan. " sahut Galih dan Rani serta Santri memberikan jus untuk keduanya.


"San ambilin gue air putih segelas penuh. " pinta Hana dan Santri langsung mengambilkan Hana air minum.


"Nich buat lo Han. " balas Santri dan Galang duduk disamping Venus.


"Thanks San. " ucap Hana da  berdoa lebih dulu lalu minum air putih hingga habis.


"Han lo kayam ngak minum setahun. " sahut Rani dan membawakan masakan Rafi.


"Haus banget gue, lo pada mendingan makan siang duluan dah. " balas Hana dan Rafi jalan perlahan dan mendekati Hana, membuat Hana menggeser duduknya untuk Rafi.


"Lo ngak papa kan Belut? " tanya Rafi dan menatap wajah Hana yang minum jus.


"Gue ngak papa galon, cuma gue lagi kangen senyum lo aja. " jawab Hana dan Rafi menyodorkan makan siang untuk Hana, dan Rafi juga mengambil sendok berisi nasi lalu menyodorkan kemulut Hana.


"Han lo ngak lupakan besok ulang tahun gue? " tanya Santri dan membuat yang lain saling pandang.


"Iya gue inget kenapa? " tanya Hana balik dan menyuapi balik Rafi.


"Gue pengen liat lo pakai rok Han, apa lo bisa? " tanya Santri dan menatap Gilang yang masuk restoran.


"Gue bakal usahin dan gue juga ngak janji ya ama lo San, oh ya lo mau hadiah apa dari gue? " tanya Hana dan menyuapi Rafi lagi.


"Santri lo bukannya pengen kalung yang bisa pakai nama ya. " sahut Venus dan mendapat plototan dari Santri.


"Kagak jadi, kemahalan mana punya gue uang sebanyak itu. " balas Santri dan Gilang tau apa yang diinginkan sang pujaan.


Hana tersenyum dan menatap Gilang yang makan sambil menulis sesuatu, Rani dan Venus mengobati luka Galih serta Galang.


"Aduh, sayang. Sakit pelanin dikit napa sih. " sahut Galih dan menjauhkan wajahnya dari Rani.


"Udah pelan sayangku cintaku, sini wajahmu itu biar gak biru nanti. " balas Rani dan menarik kepala Galih agar lebih dekat.


"Gal nomor rekening lo masih yang lama kan? " tanya Hana dan minum jusnya.


"Iya masih, kenapa? " tanya balik Galih dan Rani kembali mengompres luka yang dipelipis.


"Ngak papa, Lang nomor rekening lo masih sama? " tanya Hana pada Galang yamg juga diobati Venus.


"Aa, iya masih no mau trasfer duit? " tanya Galang mendapat toyoran dari Gilang.


"Duit aja cepet lo. " ledek Gilang dan menatap Santri yang memegang formulir kuliah.


"Ye ge'er banget lo, tanya doang gue. Galon lo ngak mau pakek jam dari gue?" tanya Hana dan melihat tangan kanan Rafi masih kosong.


"Bukan gue ngak mau belut, tapi gue pengen lo yang makein ditangan gue. " jawab Rafi dan menatap Hana sambil tersenyum.


(Astaga galon lo makin ganteng aja sih kalau lagi senyum, bikin gue makin sayang sama lo. ) batin Hana histeris.


"Ehmm dunia kerasa milik berdua, sisanya ngontrak. " sorak yang lain membuat Hana terkesiap.


Bersambung...