Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 22


"Boleh juga kan pas dapet, liburan satu bulan. " sahut Rayen ikut mendukung.


"Ya udah kalau gitu, sekarang udah sore kita pulang. " balas Bintang dan diangguki yang lain.


Mereka pun pulang kerumah masing-masing, Rafi mengantar Hana hingga sampai keasrama putri. Walau tidak sampai didepan asrama setidaknya Hana masih mau diantar Rafi, dan itu adalah momen yang akan diingat Rafi saat Hana memeluk pinggang Rafi.


PAGI PUN DATANG...


Tiga tahun kemudian....


         Tak terasa masa SMP sudah terlewati bersama kini Rafi dan Hana serta yang lain, meneruskan ketinggat sekolah menengah umum. Disekolah Rafa dan Rafi dinobatkan sebagai osis dan idola kampus, dimana Rafi harus diperebutkan oleh seluruh murid siswi yang terpesona dengan Rafi yang tak banyak bicara.


        Hana dan yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala melihat idola Rafa dan Rafi, Hana juga sebenarnya ngak terlalu mementingkan idola keduanya yang terpenting melihat Rafi bisa tersenyum adalah misinya.


Dikediaman Rayen....


       Bintang sudah berada didapur bersama Rafi yang sibuk mengatur jadwal rapat osis, Rayen dan Rafa baru sampai  didapur langsung duduk ditempat masing-masing. Bintang menata sarapan dimeja makan Rayen berdiri, dan mencium pipi Bintang Rafi menyimpan berkas ditasnya lalu menatap Rafa yang menghela nafas.


"Sampai kapan elo mau gantungin Hani bang? " tanya Rafi melirik Rafa yang pejamkan mata sejenak.


"Ntahlah, lo kan tau gue gak bisa ungkapin langsung. Dan lo gak lupakan sama tiga tahun lalu Fi? " tanya Rafa dan memutar gelas yanh berisi air didepannya.


"Kagak, udah lah ntar cari idenya gue mau sarapan. " jawab Rafi dan mulai sarapan diikuti yang lain.


"Hmm Fi kau sendiri gimana ama Hana? Kapan mau nembak Hana? " tanya Bintang dan minum air.


" Fi masih nunggu setahun lagi biar pas jomblonya empat tahun. " jawab Rafi dan Rayen mengangguk paham.


"Tapi kalau Hana diembat orang jangan gantung diri. " ledek Rafa langsung berdiri dan salim tangan.


"Kagak gitu juga bang. " ucap Rafi dan menatap Rafa dengan tatapan datar.


"Ya terus gimana Rafi? " tanya Bintang dan menatap putra bungsunya yang selesai makan.


"Selama janur kuning melengkung, masih bisa diperjuangkan bun. " jawab Rafi dan Rafa bersendawa kecil.


"Ya udah, Rafa sama Rafi berangkat ya Yah Bun. " pamit Rafa dan berdiri lalu salim tangan diikuti Rafi yang memakai tasnya.


"Hati-hati kalian. " sahut Bintang diancungi jempol oleh Rafi, keduanya pun berangkat kesekolah dengan mobil masing-masing yang dihadiahkan Rayen dan Kirana pada saat ulang tahunnya kesembilan belas.


Disekolah....


Venus dan para cewek sudah berada disekolah, Gilang, Galang, serta Galih sudah sampai diparkiran bersamaan dengan dua mobil milik Rafa dan Rafi. Membuat ketiganya menunggu Rafa dan Rafi yang turun dari mobilnya.


"Galih sekarang giliran li yang jaga gerbang ya ama Venus, langsung patroli entar. " perintah Rafi dan jalan duluan menuju kelas.


"Ya ketua, tapi gue panggil Venus dulu. " sahut Galih dan langsung ngacir menuju kelas Venus yang sekelas dengan Rafi.


"Buset, semangat bener tuh anak kalau dah Venus. " ucap Rafi yang masih jalan santai.


"Dia naksir Venus mungkin. " sahut Gilang dan Santri menunggunya didepan kelas dengan tatapan horor.


"Sayang kenapa kau ngak jemput aku ha? " tanya Santri dan Gilang menelan air ludahnya susah payah.


"Itu anu apa, ban motor aku tiba-tiba kempes sayang. Kau kan tau bengkel dan rumahku jauh, dan pulsa aku juga habis sayang maaf. " jawab Gilang dan menatap sang pujaan yang marah.


"Maafin ajalah, masalah kecil juga jangan dibesarin San. " sahut Hana dan menepuk bahu Santri.


"Iya baiklah, jangan diulangi lagi ya sayang. " ucap Santri dan tersenyum.


(Huh, selamet gue dari amukan Santri. ) batin Gilang dan tersenyum sambil mengelus kepala Santri.


"Oh ya pameran kalung itu dibuka malem ini loh, kita kesana yuk. " ajak Hani dan menatap yang lain dan sambil tersenyum.


"Yuk, gue juga mau liat-liat kalung kali aja ada yang cocok. " balas Rani setelah dari kelas.


Bersambung.....