
"Gue gak bisa ikut gaes, gue udah ngak niat beli lagi. " sahut Hana membuat Rafi menatap Hana, tapi tangannya ditarik untuk masuk kelas dan bel pun berdering.
Dua jam kemudian....
Kriiiiing.....
Bel istirahat pun berdering membuat semua siswa bersorak dan membereskan bukunya kedalam tas, mereka pun langsung menyerbu kantin untuk makan. Rafa dan Gilang melihat Hana yang diam saja membuat keduanya mendekati Hana.
"An lo kagak mau makan? " tanya Rafa dan Hana mendongak menatap Rafa dan Gilang.
"Hmm, gue ngak nafsu makan Fa, si galon punya pacar ya? Sms gue kagak dibales ama dia dari kemaren. " tanya Hana sedikit gugup.
"Kayaknya sih kagak, tapi ngak tau dianya. Dan kalau pun ada gue pasti tau siapa pacarnya. " jawab Rafa dan duduk disamping Hana.
"Elo cemburu ya kalau Rafi ada gebetan? " tanya Gilang telak dan Hana menunduk mendengar pertanyan dari Gilang.
"Gue kagal tau Gilang, gue ngerasa sepi kalau sms gue kagak di bales ama galon. " jawab Hana dan menghela nafas.
"Itu berarti elo ada rasa sama Rafi. " sahut Santri dan tersenyum, Hana terkejut langsung menatap Santri.
(Masa ia, kalau pun ia berarti masuk perangkap gue sendiri dong. ) batin Hana dan bingung.
"Udah sana kalian makan duluan, udah ditunggu ama Hani dan yang lain. " elak Hana dan Rafa menghela nafas.
"Ya udah kita duluan ya, ntar lo nyusul tapi. " pamit Rafa dan Hana tersenyum sambil menganguk dan Rafa serta Gilang keluar kelas.
...Takkan ku biarkan waktuku.......
...Berlalu tanpamu.......
...Aku ingin selalu dapat merasakan.......
...Cinta selalu dapat menjaga hatimu.......
Rafi dan kawan-kawan pergi kekantin tanpa adanya Hana, sedangkan Hana menghela nafas bingung dengan perasaannya terhadap Rafi. Ponsel Hana berdeting singkat pertanda chat masuk, dengan cepat ia merogoh sakunya lalu membuka pola dan tau siapa yang mengecatnya.
Ketua Kirana.
"Aku di Bandunh dan direstoran. "
Send.
^^^Ana.^^^
^^^"Baiklah. " ^^^
^^^Send.^^^
Ketua Kirana.
"Kau kenapa kok loyo amat, perang lagi ama Rafi. "
Send.
^^^Ana.^^^
^^^"Tidak, bukan ketua. Tapi," ^^^
^^^Send.^^^
Ketua Kirana.
Send.
^^^Ana.^^^
^^^"Kagak, aku ngak mungkin masuk perangkap sendiri. " ^^^
^^^Send.^^^
Ketua Kirana.
"Masa. "
Send.
^^^Ana.^^^
^^^"Auh ah, terserah ketua saja. " ^^^
^^^Send. ^^^
Chat pun berakhir dengan perasaan Hana yang kesal karna diledek Kirana, Hana menyimpan ponselnya dan menatap mainan yang dires tasnya yang diberikan oleh Rafi pada saat dihari ulang tahunnya yang kesembilan belas.
"Elo kagak makan An? " tanya Rafi yang entah kapan berdiri didepan Hana.
"Kagak, gue puasa. " jawab Hana dan Rafi menarik satu bangku untuk ia duduki.
"Puasa apa ngak selera makan? " ledek Rafi dan Hana melirik Rafi sebentar lalu membenturkan kepalanya dimeja.
"Terserah apa yang elo bilang, lo sendiri kagak makan? " tanya Hana dan Venus serta yang lain datang dengan cemilan ditangan masing-masing.
"Gue udah makan kok. " jawab Rafi dan Venus duduk disamping Hana.
"An lo ngak mau beli cemilan gitu? " tanya Rani dan duduk disamping Galih, membuat si empu grogi dan Galang tau sohibnya jatuh hati dengan Rani.
"Puasa gue ye. " jawab Hana dan Rafi menarik hidung Hana lalu dilepaskan.
"Lo ngak boleh puasa masih sakit, kalau elo dah sembuh silakan puasa. " geram Rafi dan menyuapi Hana kentang goreng sebanyak dua biji kemulut Hana.
Venus dan Rani terkekeh melihat wajah kesal Hana yang disuapin paksa, tapi tetap dikunyah dan ditelah oleh Hana. "Dasar galin ngeselin, awas aja lo diresto gue bales. " sewot Hana dan menatap Rafi kesal.
"Fa jadi kagak? " tanya Rafi mengabaikan Hana yang mengomel membuat Santri dan Venus menepuk bahu Hana.
"Kagak, ntar aja pas direstoran biar ayah dan bunda jadi saksi. " jawab Rafa membuat Hani menatap Rafa.
"Jadi? Mau ngapain? " tanya Gilang dan menatap Rafa sambil menyuapi Santri snack.
"Mau nembak cewek katanya, tapi takut ngomong. " jawab Rafi dan Hani menunduk merasa tidak ada harapan untuk memiliki Rafa.
"Semoga lo sukses nyatain cinta lo Fa, gaes gue kekelas duluan ya. " sahut Hani dan bangkit lalu langsung lari menuju kelas.