Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 34


"Ya udah, Galih mau mandi dan kita langsung kerestoran ajak papah juga. " ucap Galih dan bangkit lalu jalan menuju kamarnya.


"Sayang, Galih udah pulang belum? " tanya Mars yang ternyata sudah rapi.


"Udah mas, masih mandi abis itu kita kerestoran. " jawab Lintang dan Mars duduk ditempat Galih tadi.


"Ayo ma pa kita kerestoran keburu siang nich. " ajak Galih yanh sudah rapi, mereka pun keluar rumah dan menuju restoran.


...Kamu adalah bukti.......


...Dari cantiknya paras dan hati......


...Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi..... ...


...Tentang terang dan gelap hidup ini.... ...


SIANG PUN DATANG....


Direstoran.....


Bintang dan yang lain baru saja selesai menyiapkan minuman dan jus untuk para pelanggan, Sammy juga datang kerestoran Bintang memeluk Lintang karna sudah lama tak bertemu.


"Elo kenapa Fi, lesu amat kayak mayat hidup? " tanya Galang dan duduk disamping Rafi yang betmut.


"Lo lupa apa gimana sama Rafi dan Hana yang perang mulu, sekarang gak ada Hana kan sepi jadinya. " sahut Santri sambil terkekeh melihat Rafi yang menderita.


"Gilang cewek lo kok ngeselin ya, bukannya hibur gue malah ngeledekin gue. " adu Rafi dan menatap sebal Santri yang masih terkekeh.


"Sayang jangan dong, kasian Rafi ditinggal temen perangnya. " sahut Gilang dan mengelus kepala Santri.


"Hihi, iya maaf sayang. Kan lucu ngak biasanya Rafi kayak gini dan langka juga. " balas Santri dan menatap horor Santri.


"Jangan marah-marah Fi, ntar cepet tua disaat elo masih jomblo. " ucap Venus dan pelanggan mulai berdatangan langsung lima puluh orang membuat Rafa dan kawan-kawan menganga.


"Bunda restoran penuh ini gimana? " tanya Rafa pada Bintang yang membagikan menu.


"Kak Bintang kami makannya bergantian aja, biar gak ribet. " usul yang disamping Kesya.


"Sayang gimana kalau mejanya digabungin aja biar pas. " saran Rayen dan diangguki Bintang.


Mereka pun merapatkan meja dan kursi dibantu para suami, biar bisa cepat dan Galih menatap Rani yang dibantu Sammy. Membuat hati Galih sakit Rafi yang melihat arah pandangan Galih, langsung menyenggol lengan Galih. Rafa tersenyum melihat Galih cemburu, Rani melirik kearah Galih yang menatapnya.


"Elo kalau naksir ungkapin, ntar keburu diembat Sammy. " kompor Galang dan Galih langsung brdecak.


"Sammy bukan level Rani, mana mungkin Rani mau ama dia. " ucap Galih dan membuat jus dubantu Gilang.


"Rafa kau buat jus mangga ya, Rafi kau buat jus anggur oke. " pinta Bintang dan Lintang menatap Rafa serta Rafi.


"Ray kayaknya lo harus bikin anak cewek deh. " sahut Mars dan menatap Rayen.


"Gue sih mau, tapi yang bunting tuh mau apa kagak. " balas Rayen dan menatap Mars.


"Kenapa ngak lu aja yang bikin, kan anak lu cuma ada Galih doang. " sahut Vino dan menata jus.


"Kalau bisa, tanpa lo suruh udah bikin dan mungkin anak gue ada tiga. " balas Mars dan menatap Lintang yang membawa piring kotor kedapur.


"Emang rahim Lintang bermasalah ya? " tanya Vian dan membawa jus.


"Kata dokter amerika sih, ada kanker didinding rahim Lintang makanya dokter nyaranin biar ngak program anak dulu. " jawab Mars dan bersedih, Gilang juga ikut bersedih.


"Om kalau boleh Gilang tau, emang kankernya udah sebesar apa? " tanya Gilang membuat Lintang menatap Gilang serta Santri.


"Baru sebesar jambu nak Gilang. " sahut Lintang dan Gilang mengangguk.


"Emm gini aja, besok atau nanti malem tante periksa kerumah sakit dan serahkan aja kartu pengenal Gilang biar susternya anter keruangan Gilang. " balas Gilang dan mengeluarkan kartu pengal dokternya pada Lintang.


Lintang pun menerimanya dengan sedikit ragu, Mars ikut melihat kartu pengenal Gilang dan langsung terkejut.


"Jadi kau dokter cilik yang lulus seleksi tiga tahun lalu ya? " tanya Mars dan Gilang mengangguk.


"Iya Om, Gilang dikasi kepercayaan sama oma Icha buat sembuhin nyawa banyak orang. " jawab Gilang dan tersenyum.


"Sayang buat satu lagi rasa strobery. " pinta Hani yang tau jus kurang.


Bersambung....