Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 42


Rafi menyusul Hana yang sudah duduk didekat jendela, Rafi juga duduk berhadapan dengan Hana dan Hana melepaskan sarung tanganya. Pesanan keduanya datang karna tadi Hana memesankan Rafi juga, Rafi menata makanannya dan mengaduk es tehnya.


"Lo kok mau kerja jadi intel? Padahal kan ada kerjaan yang gak bahayain nyawa lo. " tanya Rafi dan menatap Hana yang juga menatapnya.


"Gue ngak punya pilihan lagi, jadi ya gue ambil aja. " jawab Hana dan minum es tehnya dengan menggunakan pipet.


Keduanya pun makan dengan diam dan santai, tapi Hana sedikit cepat karena perutnya terasa perih dan Rafi mengusap ujung bibir Hana yang ternyata ada butir nasi. Perlakuan Rafi membuat Hana terpaku, lalu kembali makan dengan pelan dan minum es tehnya.


"Oh ya kita belum kenalan kan, gue Rafi Raufan Rangga. Lo siapa? " tanya Rafi dan makan nasinya.


"Panggil aja Biru, sesuai dengan topengku. Apa lo punya saudara? " tanya Biru dan menatap Rafi yang sudah selesai makan.


"Ada satu cowok juga, yuk pulang. " jawab Rafi dan mengajak pulang, keduanya bangkit lalu jalan menuju tempat gerobak dan membayarnya.


MALAM PUN DATANG....


Di kediaman Rayen....


Hana mengantarkan Rafi sampai kedepan pintu rumah, Rafi membuka pintu sambil menatap Hana yang melipat tangannya dibelakang.


"Lo ngak mau ikut masuk Bi? " tanya Rafi dan Hana menggeleng.


"Enggak, lain kali aja. Lo masuk gih," jawab Hana dan mendorong punggung Rafi agar masuk kedalam rumah lalu menutup pintu.


"Fi baru pulang ya? " tanya Rayen yang turun dari kamarnya menuju dapur, Rafi mendekat dan salim tangan sang ayah.


"Iya yah, bunda sama Rafa mana? " tanya Rafi dan mencari keberadaan keduanya.


"Bunda siapin makan malam, Rafa dikamar mandi gih kau bau Fi. " jawab Rayen membuat Rafi menatap sang ayah kesal.


"Iya ayahku yang ganteng, tapi gantengan Fi sih. " ledek Rafi dan langsung ngacir menuju kamar untuk membersihkan diri.


Dikamar...


Rafi menchager ponselnya lalu langsung menyambar handuk, dan masuk kamar mandi. Cukup lima belas menit untuk Rafi mandi, ia keluar dari kamar mandi lebih fres dan gagah dengan perut kotak-kotak.


"Masuk aja bang. " jawab Rafi dan menyisir rambutnya tanpa memakai baju, Rafa masuk kedalam kamar sang adik.


"Apa yang lo temuin ama tuh gadis bertopeng? " tanya Rafa dan duduk diranjang Rafi.


Rafi melirik sekilas kearah Rafa,"gue nemu dua truk membawa semua anak jalanan kedalam gudang bang. " jawab Rafi dan memakai baju kemejanya.


"Jadi benar semua anak jalanan diangkut, terus gadis itu bilang apa? " tanya Rafa dan Rafi duduk dimeja belajarnya.


"Dia belum ada bilang apa-apa bang, dia bernama Biru yuk bang turun. " jawab Rafi dan ajak Rafa keluar kamar.


Disisi lain...


Biru atau Hana baru saja selesai mandi dan langsung membawa baju ganti, ia duduk dipinggir tempat tidur sambil mengingat wajah Rafi. Ia meraih sisir serta kaca kecil dan menggerai rambutnya yang panjang, panggilan Video datang dari jam tangan langsung muncul yang memperlihatkan Kirana sedang minum jus.


"Han apa yang kau temukan tadi bersama Rafi? " tanya Kirana the point.


"Ya semua anak jalanan diangkut, dan dibawa kedalam gudang tua yang lumayan luas. " jawab Hana dan menyisir poninya.


"Jadi apa rencanamu? Dan butuh berapa anggota? " tanya Kirana bertubi-tubi membuat Icha menepuk bahu sang putri.


"Ketua ini ya gak berubah, selalu nanya bertubi-tubi. Nanti akan kupikirkan kapan untuk menyelamatkan mereka semua. " jawab Hana dan menyimpan sisirnya.


"Kenapa tidak tanya ama Rafi kan dia ikut ama kau tuh tadi. " saran Kirana membuat Hana menatap Kirana dengan tatapan meledek.


"Ogah, ntr yang ada aku ketemu dia perang mulu. " sewot Hana membuat wajah Kirana dingin.


"Sebagai Biru, atau semua anak itu tidak selamat. " ancam Kirana dan Hana menghela nafas.


"Iya oke, besok siang gue ketemu ama dia dah ketua. Omaa selamat malam, " pamit Hana dan mematikan video call.


Video pun berakhir dan Hana membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, lalu menarik bantal gulingnya sambil membayangkan wajah Rafi.


Bersambung....