Your Heart Is Only Mine

Your Heart Is Only Mine
Episode 73


Rafi langsung berhambur kearah Arkya yang sedang memegang menu,"oppa Arkya, udah tapi masih ngilu. Oma mana Oppa? " tanya Rafi dan melepaskan pelukan, Rafa langsung memeluk Arkya.


"Ada tuh didapur ikut cuci piring, sambil nunggu kalian pulang. " jawab Arkya dan memeluk Rafa, lalu melepaskannya.


Hana dan Gilang datang dengan lesu, dan langsung duduk sedangkankan Hana duduk dilantai dekat jendela sambil memeluk kakinya dan segukan.


"Belut lo kenapa nangis? " tanya Rafi yang perlahan mendekat dan jongkok disamping Hana.


Hana langsung berhambur memeluk tubuh tegap yang dicintainya,"galon gue gagal selametin nyawa seorang ibu tadi dijalan, gue gagal galon. " jawab Hana dan makin kencang suara tangisannya.


"Maksudnya apa Lang? " tanya Rayen pada Gilang, Bintang ikut mengusap punggung Hana agar lebih tenang.


"Tadi ada kecelakaan, mobil sedan hitam terguling tiga kali. Didalamnya ada ibu dan seorang balita umur dua tahun, Hana menyelamatkan balita tapi sayang mobil meledak duluan. " jawab Gilang dan menunduk.


"Astaga,terus gimana dong kasi tau Tante Kirana yang sebenarnya? " tanya Venus dan Hana sudah jalan menuju dapur untuk mengambil minum.


"Ya Hana akan mendapatkan hukuman yang setimpal. " jawab Icha yang membawa nampan berisi makan siang.


"Tapi kan si belut gak salah Oma? " tanya Rafi yang sedih mendengar Hana mendapatkan hukuman.


"Ya udah kau aja yang ganti Fi. " sahut Arkya dan menyeringai.


"Emang boleh digantikan sama yang lain? " tanya Galang dan duduk untuk makan.


"Ya enggak sih, udah pada makan siang dulu ntar dibicarain lagi. " balas Bintang dan yang lain pun makan siang dengan deg-degan.


Mereka pun makan siang tanpa Hana yang masih didapur, Gendis dan Kinan datang sebagai harimau putih dan biru.


"Loh Kinan kenapa disini bukannya dimarkas ya? " tanya Icha dan Kinan duduk menghadap meja tempat Icha dan Arkya makan.


"Baiklah, temui dia. Apa kau sudah makan dengan Gendis? " tanya Icha dan Hana menatap kedua harimau kesayangannya.


"Kami berpuasa ketua Icha. " jawab Kinan dan berjalan menghampiri Hana membuat yang lain menatap ketiganya.


"Sudahlah nona ini bukan salahmu, ketua Yusra sudah membujuk ketua Kirana untuk meringankan hukumanmu. " sahut Gendis dan berubah menjadi manusia.


"Aku menerima semua hukuman apa pun yang diberikan ketua Gendis. " balas Hana membuat yang lain ikut bersedih.


"Ketua memberikan nona pilihan, mungkin nona perlu waktu untuk memutuskan yang tepat. " ucap Kinan membuat Hana menatap Kinan.


"Apa pilihannya Kinan? " tanya Rafa dan Rafi serempak membuat Kinan menghela nafas.


"Yang pertama nona Hana mengabdi dengan runah sakit ditempat tuan Gilang bekerja, atau mengasingkan diri kepulau yang terpencil dan jauh dari para sahabatmu nona. " jawab Kinan dan menatap Hana.


(Kalau gue mengasingkan diri, otomatis Abang Gilang akan sibuk dan tak ada waktu untuk Santri. ) batin Hana sambil menatap Santri dan yang lain bergantian.


"Jadi nona pilih yang mana? " tanya Gendis dan air mata Hana kembali menetes untuk yang kesekian kalinya.


"A-aku memilih mengabdi dirumah sakit selama tujuh tahun, dan aku iklas jika galonku menikahi gadis lain aku akan coba ikhlas. Dan ini aku menyerahkan jamku padamu Gendis, simpan ditempatnya aku akan menggunakan kekuatan lariku saja. " jawab Hana membuat yang lain terkejut bukan main.


"Gue bakalan nungguin lo Belut sampai kapan pun, gue ngak papa kalau yang lain mau nikah duluan asal lo setia sama hati gue belut. "  sahut Rafi dan menahan air matanya.


"Elo yakin mau nungguin gue selama itu? " tanya Hana sampai meneteskan air matanya lagi.


"Gue yakin seribu persen. " jawab Rafi tegas membuat Hana dan yang lain tersenyum, lalu membuka jamnya dan menyerahkan kearah Gendis.


Bersambung....