
PAGI PUN DATANG....
Dikediaman Rayen...
Rafa dan Rafi sudah bangun tapi masih tiduran, Bintang sudah berada didapur untuk membuat sarapan. Rayen baru turun setelah berunding dengan Vino dan Vian melalui video call, dan tak mendapat kedua jagoannya didapur biasanya mereka yang datang duluan.
"Pagi sayang, anak-anak belum bangun ya? " tanya Rayen dan minum air putih.
"pagi juga mas, udah tapi masih tiduran dikasurnya. " jawab Bintang dan menata sarapan, Rafa dan Rafi turun sambil menenteng sepatunya lalu duduk berhadapan dengan Rayen.
"Pagi yah, bun. " sapa Rafa dan minum air, Rafi meletakkan sepatunya dibawah lalu minum air yang diambilkan Rafi.
"Bang gue liat-liat lo kok kayak naksir Hani ya? " tanya Rafi dan menerima sarapan dari Bintang.
"Perasaan lo aja Raf, makasi bun. " jawab Rafa dan mulai sarapan, Bintang dan Rayen hanya jadi penyimak saja.
"Lo kalau naksir langsung tembak, tapi cari dulu gimana sifatnya biar kagak kayak gue. " ucap Rafi dan makan dengan cepat.
"Elo sendiri kagak naksir cewek belut lo apa? " tanya Rafa dan makan lagi sambil melirik Rafi dari ujung matanya.
"Kagak, yah bunda Fi pamit berangkat ya. " jawab Rafi dan pamit lalu salim tangan.
"Hati-hati sama lawanmu, jangan liat dari fisiknya. " sahut Rayen dan menatap Rafi.
"Oke yah. " balas Rafi dan jalan menggunakan sepatu roda dengan sedikit cepat menuju tempat Hana berada.
Rafi tiba ditempat mereka memulai lari menuju sekolah yang agak jauh, dan mengulurkan tangan untuk bersalaman Rafi menerima uluran tangan Hana.
Lalu melepaskan kembali lalu keduanya bersiap langsung lari menggunakan sepatu roda, Hani, Venus, Rani dan Santri serta para cowok melihat keduanya dari dalam mobil. Hana dengan gesit menghindari truk Rafi juga mengejar Hana yang didepan, Rafa terkesan melihat Hana yang seimbang dengan Rafi hingga hampir sampai tiba-tiba
Tin....
Tiiin... Tiiiinn...
Sebuah truk melaju kencang menuju kearah dorongan bayi yang jalan sendiri, dan sang ibu panik melihat sang anak di jalan dengan cepat Hana salto tiga kali untuk mendekati dorongan tersebut. Saltoan keempat Hana mengambil sang bayi lalu salto lagi kearah sang ibu, Rafi yang syok langsung sadar dan mendekati keduanya.
"Makasi ya nak, lain kali ibu pasti hati-hati dan ibu benar-benar jantungan. " sahut sang ibu dan menangid karna bayinya selamat.
"Belut lo ngak papa? " tanya Rafi setelah dekat dengan dan melihat sang ibu memeluk anaknya
"Gue gak papa, yuk kesekolah. " jawab Hana dan menatap Rafi yang perhatian dengannya.
"Buk kami permisi ya. " pamit Rafi dan sang ibu tersenyum lalu mengangguk, Rafi dan Hana pun kembali melesat menuju sekolah.
Disekolah....
Para cewek dan cowok sydah berada disekolah menunggu Hana dan Rafi yang belum sampai, padahal gerbang sedikit lagi ditutup Hana dan Rafi sama-sama melesat masuk gerbang.
"Sial seri lagi. " umpat kesal Rafi dan melepaskan sepatu rodanya.
"Makanya jangan macem-macem ama gue. " sahut Hana dan duduk lalu melepas sepatu rodanya dengan sepatu biasa.
"Lo berdua hampir aja telat, untung lo cepet kalau kagak habis dah. " ucap Rani khawatir.
"Lo juga Fi jangan kayak gini napa, kayak anak kecil aja lo. " sewot Rafa dan Galang hanya geleng-geleng kepala melihat keduanya.
"Gue kagak bakalan nyerah buat ngalahin lo belut. " sahut Rafi dan meninggalkan yang lain, Rafa serta para cowok mengejar Rafi.
"Udah yuk kekelas aja. " ajak Hani dan membantu Hana berdiri
"Elo juga An, ngapain terima tantangan Rafi kalau elo kenapa-kenapa gimana? " protes Rani khawatir.
"Habis gimana gue dibikin kesel ama tuh anak. " balas Hana dan jalan menuju kelasnya diikut yang lain.
"Daa gaes kita pisah disini ya, dan lo An belajar yang bener jangan mikirin Rafi mulu. " pamit Venus dan lari disertai dengan ledekan.
"Ye lu pikir gue mau mikirin dia, males banget. " balas Hana dan duduk dikelasnya, Rani, Hani dan Santri juga pamit masuk kelas bel masuk pun berdering.
Bersambung.....