
"Aung... Aung.. " sepasang Harimau langsung datang entah dari mana datangnya, membuat para warga menjauh.
"Aungh.. " satunya mengaung dan menahan bagian depan, dan perlahan truk berhenti dan jarak dua meter dari pohon.
Hana langsung terduduk karna tenaganya terkuras, dua harimau tadi langsung menghampiri Hana.
"Kalian pulanglah, aku gak papa kok. " sahut Hana sambil mengatur nafas.
"Kakaaak. " teriak anak yang ditolong tadi langsung berhambur memeluk Hana.
"Ehh kok nangis, kakak ngak papa cuma capek aja. " ucap Hana yang merasakan bahunya basah.
"Aku ngak papa kak, cuma syok aja tadi. " balas anak itu dan melepaskan pelukannya, para warga juga bubar dan pak supir juga sudah memanggil derek.
"Emm dek kakak ngak bisa lama-lama ya, kakak harus kekampus nich takut telat. " ucap Hana dan anak itu langsung cemberut.
"Yah, kenapa harus pergi sih kak. " balas anak itu dan menunduk, Hana mengeluarkan boneka harimau dan tersenyum.
"Ntar siang dateng aja kerestoran, ini kakak kasi hadiah buatmu dek. " ucap Hana dan tersenyum.
"Makasi kak, daa nanti jumpa lagi. " balas anak itu dan lari, Hana juga menghilang untuk menuju kampus.
Dikampus...
Hana muncul dibelakang kampus lalu mencarinyang lain yang sedang ada kelas pagi, ponsel Hana juga berdeting pertanda chat masuk.
Venus.
"Woi kemana lo susah bener dihubungin? "
Send.
^^^Hana.^^^
^^^"Dikampus gue, elo ama yang lain dimana? " ^^^
^^^Send.^^^
Venus.
"Gue, ama yang lain dikantin. Gilang tadi dikelas kayaknya belum ada kesini dia. "
Send.
^^^Hana.^^^
^^^"Oke, ntar gue ama Gilang kekantin ya. " ^^^
^^^Send.^^^
"Loh Han ngapain kesini? Mau jadi dokter apa suster lo?" tanya Gilang dan mendekati Hana yang dipintu.
"Oh iya gue belum cerita ama lo, gue emang mau jadi dokter biar bisa bantuin lo. Jadi masih ada bangku kosongkan? " tanya Hana dan bersandar dipintu.
"Ada tuh disamping cewek pakek kaca mata, yuk masuk aja. " jawab Gilang dan menarik tangan Hana untuk masuk, lalu dosen pun datang.
Dua jam kemudian....
Semua kelas sudah keluar dan menuju kantin, Gilang dan Hana juga menuju kelas yang lain, dari jauh Hana bisa lihat kalau tuannya sudah tidak memakai tongkat lagi.
"Lo kenapa dah sebel gitu liat Rafi udah bisa jalan? " tanya Venus dan merangkul Hana yang kesal.
"Ngak papa, gue laper udah pada makan belum? " tanya Hana balik sambil menatap yang lain.
"Belum semua belut, tadi kita nungguin lo ama Gilang. " sahut Rafi dan jalan sedikit pincang kearah Hana.
"Yuk makan, Fi kalau masih sakit pakek tongkat aja kenapa sih. " ucap Hani dan menggandeng lengan Santri.
"Lo kan tau tongkat gue dirumah, auhh. " balas Rafi dan Hana langsung memapahnya menuju kantin diikuti yang lain.
"Biar gue yang pesen ama Galang. " sahut Rani dan menarik tangan Galang untuk menesan setelah sampai dikantin, yang lain mencari tempat duduk.
Semua mata menatap kearah Hana yang memapah Rafi, lalu mulai berbisik-bisik tentang kecacatan Rafi.
"Ih kok mau sih dia pacaran sama orang cacat kayak gitu, kalau aku mah tinggal aja. " bisik salah satu siswi yang ada disamoping meja Hana.
"Lebih baik pacaran sama orang cacat yang bisa setia, dari pada pacaran sama cowok tukang selingkuh. " balas Hana yang mendengarnya dan mendudukan Rafi.
"Heh lo ngak usah nyolot, masih baru juga mau natangin gue ayo sini. " teriaknya dan kedua temannya menahan untuk tidak menbalasnya.
"Siapa takut ayo gue terima tantangan lo. " ucap Hana dan Rafi serta Venus menahan Hana yang sudah marah.
"Udah belut jangan diladeni. " sahut Rafi dan Hana melepaskan tangan Rafi.
"Gue ngak terima lo dihina kayak tadi, gue gak akan biarin dia hina lo lagi Galon. " balas Hana dan langsung menghampiri kakak tadi.
"Melody jangan, lo mau kena peringatan. " sahut teman yang disampingnya.
"Udah sih santai aja kali. " balas Melody dan keluar mejanya, dan berhadapan dengan Hana yang memasukan jarinya kesaku jas kedokteran.
Bersambung....
Jangan lupa like dan vote...