
"Elo kalau mau protes kenapa gak dari kemareb aja sih. " ucap Rafa dan meraih susu diikuti Gilang dan Galih.
"Gue kagak tau kalau bakalan sepi enggak ada si belut, hah nyesel gue ngak larang belut. " balas Rafi dan meraih susu yang disodorkan Galih.
"Nasi udah jadi bubur, dan elo bisa telfon dia kan gitu aja repot. " ledek Gilang dan menghabiskan susunya, lalu ponsel Rafi berdeting singkat pertanda chat masuk dengan cepat Rafi mengambil ponselnya lalu melihat pesan.
^^^Hanabelut. ^^^
^^^"Pagi Galon gue yang ganteng, udah sarapan belum. " ^^^
^^^Send.^^^
RafiGalon.
"Pagi juga, udah ni ada Gilang dan Galih. Elo udah sarapan? "
Send.
^^^Hanabelut.^^^
^^^"Belum, lagi habis pakek sepatu roda dan nanti siang gue jalanin misi. " ^^^
^^^Send.^^^
RafiGalon.
"Gue doain cepet kelar, biar lo cepet balik. "
Send.
^^^Hanabelut.^^^
^^^"Iya, ya udah gue mau keliling dulu. " ^^^
^^^Send.^^^
Rafigalon.
"Baiklah, daa belut. "
Send.
Chat pun berakhir dan Rafi langsung tersenyum semangat, membuat yang lain terkekeh Rafa menepuk bahu Rafi dan si empu menatap sang abang.
"Buruan mandi, dan kita keliling komplek. Gue mau ketemu Hani. " sahut Rafa dan Rafi bangkit lalu lari menuju kamarnya.
"Dasar galon, dia naksir Hana tapi ngak mau nembak gimana sih? " tanya Gilang membuat Rafa tersenyum.
"Dia ngak mau pacaran, tapi langsung dilamar kalau kita semua udah sukses. " jawab Rafa dan Rayen mengangguk.
"Emang Hana juga naksir Rafi ya Fa? " tanya Bintang membuat Rafa angkat bahu.
"I the no, tapi kalau dari pengamatan Rafa si iya Hana ada rasa sama Rafi, bunda kan tau Hana itu misterius susah ditebak. " jawab Rafa dan Bintang menganguk.
"Ayo gaes, gue udah siap nich. " ajak semangat Rafi dan langsung ngacir keluar rumah meninggalkan yang lain, Rafa, Galih dan Gilang salim tangan dan menyusul Rafi.
Ditaman kota...
...Kau bentuk terindah.......
...Dari baiknya tuhan padaku......
...Kau wanita terhebat bagiku.......
...Tolong kamu camkan itu.......
Empat orang gadis sedang beristirahat habis berkeliling mengitari taman yang baru, mereka kunjungi mereka adalah Hani, Santri, Venus dan Rani. Mereka juga membeli minuman yang sama agar kompak sambil menunggu para cowok, Venus mengecek ponselnya yang ternyata ada empat pesan dari Hana dan Galang.
"Si Hana chat gue gaes. " ucap Venus dan yang lain langsung menatap Venus.
"Bilang apa tuh anak? " tanya Rani dan minum jusnya.
"Dia bilang gak bisa pulang hari ini, paling besok subuh katanya. " jawab Venus membuat yang lain menghela nafas.
" Gue kangen ama dia huwaaa. " ucap Rani dan menangis lebay.
"Lebay lu, pokoknya jangan ember sama Rafi ntar dia galau. " balas Hani dan menatap yang lain para cowok datang dengan ngos-ngosan sambil nyeker.
"Haduh, hilang nafas gue. Lo ngajakin gue balapan. " sewot Galang dan langsung duduk sambil meluruskan kakinya.
"Sapa suruh lo mau, hah gue juga capek kali. " balas Rafi dan terkapar dirumput sakit lelahnya.
"Emang kalian habis ngapain kok ngos-ngosan gitu? " tanya Hani dan memberikan minumnya pada Rafa yang mengibaskan bajunya.
"Makasi sayang, ini si Rafi ngajakin balapan pakek sepatu roda dari rumah hingga kesini. Biar cepet katanya eh tau-taunya malah diajak muter-muter ama dia. " jawab Rafa dan minum air pemberian Hani.
"Hahahaaa jadi kalian berempat ditipu sama Rafi? " tanya Rani sambil terbahak mendengar jawaban Rafa.
"Iya, nyesel gue ikut lari tadi. " jawab Galih dan melempar Rafi dengan rumput.
"Ya sory, lagian sapa suruh jalannya pada lamban ya gue kerjain aja. " ucap Rafi dan duduk bersila menghadap ke para cewek yang bersandar.
"Ran gue boleh nanya sesuatu ngak? " tanya Galang membuat Rani menatap Galang.
"Tanya aja kali. " jawab Rani dan minum airnya lagi.
"Kalau ada yang nembak lo dan elo ngak suka sama dia, apa lo terima? " tanya Gilang dan Santri mengerti arah bicara Gilang.
"kalau cowok yang gue cinta masih ngak peka, ya mau ngak mau gue terima lah dan belajar mencintainya. " jawab Rani dan menatap ponselnya.
Deg....
Bersambung....