LOVE YOU

LOVE YOU
Part83


Kakek diam sesaat,Cristo saling pandang dan tersenyum padaku.


“Baiklah, mereka boleh ikut.Tapi kalau mereka tidak mematuhi peraturanku maka aku akan mengusir mereka,” kata Kakek.


“Kakek, Maghda itu istriku.Aku tidak akan tenang kalau tidak ada pengawal ku bersamanya.Mereka harus melapor padaku setiap kali aku butuh informasi.Apa Kakek mau aku mondar mandir seperti setrikaan dan nggak bisa kerja gara gara mencemaskan dia?” tanya Raymond.


“Sudah Ray jangan berdebat terus dengan Kakek.Kakek juga harus istirahat, aku tidak mau Kakek sakit karena kurang istirahat,” kataku seraya memeluk bahu kakek.


Pria tua itu mengelus kepalaku lalu bangkit dari duduknya.


“Baiklah,kau juga harus istirahat ya. Jangan diladeni kalau dia terus mengganggumu.Ayo Cris,” kata kakek.


Raymond tersenyum jahil.


“Aku hanya mengganggu sebentar, tidak akan lama,” gumamnya.


Kakek menghentikan langkahnya dan dan berbalik menatap Raymond.


“Kalau besok Maghda sampai sakit, aku akan menghajarmu.”


“Ayo sudah Kakek, nggak usah ditanggapi orang gila itu.Akan aku bantu hajar dia OK?” Cristo membawa kakek ke luar dari kamar Raymond.


Raymond tersenyum dan berjalan ke arahku.


“Ayo lakukan tugasmu,” katanya.


“Apa?” tanyaku.


“Ganti pakaianku,” katanya.


“Ya ampuun,apa kau ini anak TK?” tanyaku seraya melepas jas dan kemejanya.


“Yang bawah juga,” katanya.


“Tanganmu hilang ya,lepas sendiri. Akan kuambilkan piyamamu,” kataku.


“Aku mau tidur begini saja,” katanya seraya merebahkan tubuhnya di ranjang.


Ya ampuun Ray, kenapa jadi merajuk begitu.Rebahan juga sendal dilepas kali.Segera kulepas sendal kamar yang masih melekat di kakinya.


“Cepatlah aku mengantuk,aku tidak bisa tidur kalau tidak ada yang dipeluk,” gumamnya.


Segera kuganti pakaianku,kucari baju tidur di dalam lemari.Hanya ada pakaian Raymond,aku datang ke Villa ini memang tidak membawa apa apa.


“Ray,apa kau hanya membelikan gaun? Tidak ada pakaian untuk santai atau baju tidur untukku?” tanyaku dari dalam ruang ganti.


“Apa? Tidak usah pakai baju,” bisik Ray yang sukses membuatku terkejut karena tiba tiba sudah ada di belakangku.Tangan nakalnya membelai perutku, aku hanya mematung karena gaunku sudah terlanjur kulepas.Ray segera menyingkirkan gaunku saat tanganku hendak memungutnya kembali.


“Ayo tidur, begini saja,” Ray menggendong dan membawaku ke atas tempat tidur.


“Maghda,aku ingin kita menghabiskan malam ini penuh cinta.I love you.” Ray memeluk dan menciumku penuh kelembutan.


“Maghda,apa kau bahagia bersamaku?” tanya Raymond di sela sela nafasnya.


“I Iya, aku bahagia,” jawabku.


Raymond tersenyum dan melanjutkan membuaiku.


Malam yang sangat panjang kulalui bersamanya hingga rasa lelah dan kantuk tak tertahankan lagi.****


Pagi itu entah kenapa perutku sangat mual dan terus muntah.Ray tampak panik melihatku lemas karena perutku memang belum terisi apa pun.


“Maghda, minumlah teh hangat ini dulu.Maafkan aku ya,apa semalam aku terlalu memaksamu,” katanya cemas.


Ray meminumkan teh hangat karena tanganku gemetaran.


“Tidak, dari kemarin aku tidak minum vitamin dan pereda mual.Aku juga tidak minum susu sama sekali.Kau membawaku begitu saja, semua tertinggal di rumah Cristo,” jawabku.


“Cristo punya rumah? Di mana? Kenapa aku tidak tahu?” tanya Raymond.


“I Itu aku tidak tahu di mana persisnya, sopir yang membawaku,” jawabku terbata karena keceplosan ngomong.Itu adalah tempat persembunyianku kelak,jadi aku tidak boleh memberitahunya.


Raymond mengotak atik ponselnya, beberapa saat kemudian Mama Kinan datang membawakanku bubur sumsum tanpa santan dan segelas susu.


“Apa masih mual Sayang? Makanlah, Ini sudah Mama kasih Abon sapi. Rasanya pasti enak,ini Mama yang buat sendiri.Ray kamu suapi dia,” Raymond segera meletakkan bantal di punģgungku dan menyuapiku.


Mama Kinan mengeluarkan minyak angin dari saku roknya dan mengoleskannya di perutku.


“Ray, kenapa Maghda pakai kemejamu? Apa kau tidak membelikannya pakaian?” tanya Mama kinan kesal.


“Iya Ma, aku membelikannya beberapa gaun cantik tapi lupa membelikan pakaian santai dan baju tidur.Sayang,minum susunya.”


Ray menyodorkan susu hangat ke mulutku.


Beberapa saat kemudian terdengar pintu diketuk.Cristo masuk membawa Vitamin dan beberapa obat dan memberikannya padaku.


“Aku telpon dokter Ana dan dia menulis resep,kutunjukkan fotonya pada petugas apotek.Ini juga susunya aku belikan yang besar,” katanya.


“Iya,aku barusaja minum susu.Tunggu sebentar lagi baru aku minum,” jawabku.


“Kita nanti berangkat jam berapa Kak? Tolong belikan aku beberapa potong pakaian dulu, aku tidak bawa apa apa ke sini,” pintaku.


“Aku sudah meminta Mona mengambilnya di butik,semalam aku memesannya dan memintanya meenyiapkan pagi pagi.Mungkin Mona sudah berangkat ke sana sekarang, jangan risau,” kata Raymond.


“Baiklah Sayang,kalau sudah merasa enakan mandilah OK? Mama turun dulu siapin sarapan.Papa itu rewel sekali, kalau bukan Mama pasti nggak mau makan,” kata Mama Kinan.


“Iya Ma,terimakasih buburnya enak,” kataku.


Mama Raymond itu tersenyum manis dan mengajak Cristo ke luar bersamanya.