LOVE YOU

LOVE YOU
Part32


Kusandarkan punggungku di sofa sambil menunggu keputusan Ray mengambil gambar yang mana.


"Kau suka yang mana?" tanya Ray.Kutatap wajah tampan itu dan pandangan kami pun saling beradu.


"Telponlah kekasihmu Kak,tanyakan yang mana yang dia sukai.Dia yang akan menempatinya bersamamu," jawabku.


"Kalau kutanya dia bukan kejutan namanya. Mansion ini adalah kejutan untuknya, jadi bantu aku memilihnya. Sebagai seorang wanita, kau ingin yang mana," jawab Ray.


"Baiklah,aku suka yang ini," kuambil dua gambar untuk kamar utama dan kuberikan padanya.Ray tersenyum dan menyentil hidungku.


"Seleramu bagus juga ya, apa Han memperlakukanmu dengan baik selama ini?


Kenapa dia membiarkanmu tinggal di ruko yang sempit itu?" tanyanya.


"Tugasku sudah selesai,berarti selanjutnya aku tidak perlu lagi datang ke kantormu." Aku bangkit dari dudukku,namun tangan Raymond lebih cepat menarikku supaya tetap duduk.


"Kantorku memerlukan seorang desainer interior.Apa kau mau bekerja di perusahaan miliķku?" tanyanya.


"Tidak, aku berencana untuk tinggal jauh dari sini.Besok aku ingin mencari tempat yang lebih baik untuk aku tinggali," jawabku.Ray menatap marah padaku.


"Apa yang sedang kau pikirkan Maghda? Kalau kau hanya ingin pergi dari rukomu, tinggallah di apartemen milikku,saat ini apartemen di sebelahku kosong tidak ada yang menempati,itu cukup luas ada dua kamar tidur dan semua perabotan sudah lengkap.Juga ada jalan penghubung dengan yang sekarang aku tinggali.Tempat itu sangat nyaman,dan ada di lantai tiga.Tidak terlalu tinggi kan, kau bisa menempatinya kapan saja," Ray menuliskan alamat apartemennya dan memberikan sandi digitalnya.Kulihat tulisan tangan Raymond yang tidak berubah dari dulu.Alamat yang dituliskan Ray adalah sebuah apartemen elite di kota ini.


"Ya, mungkin suatu saat aku akan mampir ke sana," jawabku.


"Jangan mampir, tinggallah di sana.Paling tidak aku punya tetangga yang bisa kuajak berbagi makanan.Tiap pagi dan sore ada pembantu yang bersih bersih,ada juga tukang masak, tapi mereka pulang setelah pekerjaan selesai.Aku selalu makan sendirian, itu sebabnya aku sering ke sini,"kata Ray.


"Aku tidak bisa menikahi seseorang kalau keadaanmu seperti ini," gumamnya.


"Sudah kukatakan jangan lagi melihatku, jangan kasihan padaku.Ini adalah hidup yang harus kujalani.Akan kuselesaikan masalahku dengan Han.Tadi apa dia menanyakanku, apa dia sudah kehilangan akal menanyakan istrinya padamu?" aku tersenyum getir.


"Dia memintaku menyuruhmu pulang," Raymond tertawa.


"Apa dia tahu kau sedang bersamaku saat ini? Cristo yang membawamu,kenapa jadinya menelpon kepadaku? Apa dia melihat wajah Cristo itu wajahku?" Raymond kembali terkekeh.


"Kak Ray,aku yang salah pergi darinya. Bagaimana pun aku adalah istrinya, dia berhak marah padaku.Walau pun saat ini aku tidak ingin bertemu dengannya.Aku harus mengakhiri semuanya, supaya aku dan Han tidak saling memiliki beban." Ray menarik nafas panjang.


"Januardi, ingin sekali kubuat dia masuk penjara.Dia telah menghianatiku.Semua ini adalah salahnya," gumam Ray.


"Apa maksudmu Kak? Apa yang dilakukan papinya Han padamu.Kenapa kau selalu mengatakan keluarga Han itu penghianat?" tanyaku.


"Pada saatnya kau akan tahu Maghda," jawab Ray.Kami saling diam beberapa saat.


"Kak,apa kau tahu nomor rekening kak Cristo?" tanyaku.Raymond mengerutkan dahinya.


"Buat apa?"


"Dia tadi bayarin aku beli pakaian, jumlahnya lumayan limapuluh juta tigaratus.Aku mau kembalikan," jawabku.Raymond mengambil ponselnya, ia tampak sibuk tidak tahu apa yang dia lakukan.Beberapa saat kemudian Ray menunjukkan ponselnya padaku.


"Sudah kubayar,kau tidak punya hutang lagi padanya," katanya.Aku hanya bisa membulatkan mataku.