
Dokter Lulu meletakkan beberapa suplemen dan menuliskan aturan minum.Ia memberikan suplemen itu kepada Raymond.
"Setelah mendapatkan darah segera hubungi saya.Usahakan paling lambat besok darah itu sudah dapat.Saya permisi dulu Tuan," kata dokter Lulu.Ray mengantar dokter Lulu sampai ke pintu.Ray datang dengan membawa bubur kacang merah yang diberi daging cincang di mangkuk.Asap masih mengepul sepertinya baru dihangatkan.
"Ayo makanlah,akan kusuapi," katanya.
"Kak, kenapa aku tiba tiba sakit setelah di rumahmu? Kenapa aku seperti ini pada saat tidak ingin merepotkanmu?" Ray mengusap air mataku.
"Apa yang terjadi adalah takdir Maghda. Tuhan memberimu kekuatan luar biasa pada saat jauh dariku.Tuhan membawaku ke sini pada saat kau lelah dengan hidupmu.Kau terlalu lelah itu saja," jawab Ray.
"Ayo makanlah kalau ingin segera pulih," Ray menyodorkan bubur itu ke mulutku.
"Kak, aku tidak ingin makan sama sekali. Perutku mual," kataku.Ray membuka salah satu suplemen yang tadi diberikan dokter Lulu.
"Ini akan menghilangkan rasa mualmu." Ray memasukkan suplemen itu ke dalam mulutku dan memberikan segelas air padaku. Terdengar suara bel di pintu,Ray segera membukakan pintu. Terdengar suara Cristo, sepertinya ada suara orang lain juga.
"Maghda, apa kau sudah baikan Nak?" kubuka mataku.
"Kakek," kataku.Pria tua itu memelukku.
"Aku sudah mendonorkan dua kantung, dan kakek satu kantung Ray.Berapa banyak yang dibutuhkan? Aku minta susu dan telur, pusing juga kepalaku." Cristo langsung membuka kulkas di dapur dan menghangatkan susu dicampur telur ayam kampung yang ada di kulkas.Ia memberikan satu gelas untuk kakek dan dirinya sendiri.
"Apa golongan darahmu sama denganku Kak Cris?" tanyaku.
"Kalian menginaplah di sini kalau Cristo tidak bisa nyetir Eyang, Apa perlu kupanggilkan supir?" tanya Raymond.
"Antar Eyang saja,aku menginap di sini," jawab Cristo.Ray segera memanggil sopirnya untuk datang.Ray duduk di dekat kepalaku, ia menelpon seseorang.
"Ron, berapa jumlah pegawai Imperium Group? Sekitar limaratus ribu? Cari tahu ada yang punya golongan darah AB tidak? Aku akan membayarnya berapa pun yang dia minta," katanya.Kuraih tangan Raymond.
"Kak, tidak perlu. Donor dari kak Cris dan kakek sudah cukup," kataku. Beberapa saat kemudian ponsel Ray berbunyi lagi.
"Apa? Golongan darahmu AB? Baiklah, sekarang datanglah ke klinik di lantai bawah apartemenku.Temui dokter Lulu, thanks Ronal, I love you," Tiba tiba Ray memelukku.
"Cris,aku ke bawah dulu.Aku akan temui dokter Lulu." Raymond segera berlari ke luar dan menuju lift untuk pergi ke klinik.
Beberapa saat kemudian terdengar bel di pintu.Cristo segera bangkit membuka pintu. Tak lama Cristo muncul dengan membawa seorang pria berpakaian dokter.Ia menyalami kakek lalu duduk di sebelahnya.
"Maaf Tuan Komisaris, saya terlambat tahu kalau Anda berkunjung," katanya.
"Saya hanya mendonorkan darah untuk cucu saya.Tolong bantu beri fasilitas terbaik untuknya," kata Kakek. Sopir yang tadi dipanggil Raymond sudah datang.Ia yang akan mengantar kakek pulang.
"Maghda,Kakek akan melihat lihat klinik sebentar.Besok kakek akan datang lagi," pria tua itu mencium keningku.Kuiyakan dengan anggukan. Cristo mengantar Kakek dan dokter itu sampai ke luar pintu. Tak lama kemudian ia kembali dan mengambil bubur kacang merah di atas nakas dan menyuapkannya ke mulutku.
"Maghda, kau tidak perlu bersedih.Banyak orang mencintaimu.Kalau kau sembuh,aku akan mengantarmu ke mana pun kau ingin pergi," kata Cristo.Entah mengapa, perkataan Cristo selalu saja bisa menyenangkanku.