
Pria itu mengusap air matanya.
"Maaf, kakek hanya teringat seseorang saat melihatmu.Duduklah Nak,kamu Maghdalena kan?" pria itu mengusap kepalaku, aku tersenyum dan mengangguk.
"Cris,apa kalian sudah makan? Suruh pelayan menyiapkan makan siang untuk kita.Suruh bawa ke sini saja," kata kakek.
"Ya Yang,kami belum makan," Cristo menghilang di balik pintu.Beberapa saat kemudian ia kembali sambil membawakan softdrink untukku.
"Minum ini dulu,nanti biar dibuatkan jus sama pelayan.Yang Kung,gimana, cantik kan?" tanya Cristo, kakeknya tersenyum.
"Ya, sangat cantik.Harusnya nanti kau cari istri yang secantik Maghda,tidak cuma cantik fisiknya.Yang Kung tidak suka sama yang dulu kamu bawa ke rumah,perempuan seperti itu hanya menghabiskan uangmu," katanya. Cris tersenyum malu karena kakeknya begitu blak blakan di depanku.Aku jadi ikut tersenyum geli.
"Biar Maghda nanti yang memilihkan untukku," jawab Cristo sambil menendang kakiku.Aku mengaduh pelan dan kakeknya pun tertawa melihat tingkah cucunya. Beberapa saat kemudian beberapa pelayan menyediakan makanan di meja makan dekat kolam.Rumah ini memang asri dan sangat nyaman ditinggali.Cristo dan kakeknya tampak sangat menikmati makan siangnya. Kakek Cristo sesekali melihat ke arahku. Kuberikan senyum manisku setiap kali tatapan mataku beradu dengannya. Beberapa saat kemudian seorang pelayan menghampiri Cristo dan membisikkan seauatu.
"Suruh masuk saja," katanya.Pelayan itu pergi, dan Cristo tersenyum sambil menatap kakeknya.
"Cucu angkat kesayangan Yang Kung datang," katanya.
"Mana?"
"Tuuu," jawab Cristo. Ray datang dengan menenteng jas kerja di bahunya. Ia mencium tangan kakek Cristo lalu duduk di sebelahnya.
"Kenapa wajahmu itu lecek begitu?" tanya Cristo.
"Ga ada setrikaan di rumah," jawab Ray.Ia segera mencuci tangannya lalu ikut makan. Ray melihat ke arahku dan mengalihkan pandangannya saat aku balik menatapnya.
"Maghda nginep di sini kan ?" tanya kakek Cristo.
"Mmm mungkin ..."
"Iya Yang, dia nginep sini malam ini.Katanya Yang Kung pingin ngobrol sama dia.Makanya Cris bawa dia ke sini mumpung ada kesempatan," sela Cristo.
"Baiklah,tapi besok pagi aku harus ke kantor Imperium group untuk mengambil barang barangku yang ketinggalan.Biar aku pesan taksi online," jawabku.
"Heh,ada Boss imperium group di depanmu ini.Apa aku ini tak terlihat?" Ray bertanya kesal.Kakek dan Cristo tersenyum.
"Laptopmu dan yang lainnya sudah kubawa, gak usah repot repot ke sana," Ray menunjuk meja ruang tengah yang agak jauh dari jangkauan mataku.
"Terimakasih," jawabku.
"Besok tidak perlu ke sana,aku mau bolos kerja," kata Ray.
"Idih, sejak kapan Raymond doyan bolos kerja? Biasanya juga aku yang dibilang terlalu santai," ledek Cristo.
"Diamlah, aku juga ingin seperti orang lain bolos kerja pura pura sakit. Tadi aku sudah bilang sama Tamara kalau besok aku sakit," jawabnya.Mau tidak mau aku ikut tertawa mendengar kata katanya.
Usai makan siang aku beristirahat di sebuah kamar tamu yang disediakan Cristo untukku. Kulakukan aktivitasku siang hingga sore di kamar itu. Kulihat ponselku.Beberapa kali Han menelpon dan mengirim pesan supaya aku pulang ke ruko.Katanya dia menungguku, cih menunggu katanya.Dua hari ini dai menolak panggilanku,tidak menjawab pesan pesanku. Kenapa sekarang begitu sibuk menelponku.
"Pulanglah,jangan menungguku.Malam ini aku tidak akan pulang Han maafkan aku. Sampaikan salamku buat keluargamu," akhirnya kujawab juga pesan itu. Tiba tiba Han menelponku.Kubiarkan saja telponku berbunyi.Akhirnya kumatikan telponku dan kupejamkan mataku.Hari ini sungguh melelahkan hatiku.