LOVE YOU

LOVE YOU
Part76


Kutundukkan wajahku dan makan seakan tidak mendengar apa apa saat dia duduk di sebelahku.Seketika tanganku seperti mati rasa dan sangat dingin di tengkukku.


“Silahkan, saya akan pesankan satu porsi lagi.Salahkan dilihat menunya,hampir semua adalah makanan kesukaan saya.Tuan, saya hanya tergores tidak perlu khawatir,” kata Aby.


“Maghda tolong pilihkan makanan untukku, aku lapar sekali.Dua hari ini aku hanya minum susu sereal karena tidak nafsu makan sama sekali,” katanya seraya memberikan buku menu kepadaku.


Aku tahu selama tiga hari ini dia tidak bisa menemuiku atau sekedar menghubungiku.


Segera kupanggil pelayan dan memesan fuyunghai kesukaan Raymond.


“Apa bisa ditambahkan daging asap dan jamur?” tanyaku.


“Bisa Nyonya,” jawab pelayan itu.


Aby melihatku dengan tatapan penuh tanya.


“Dia Tuan Raymond ,Aby.Aku mengenalnya. Dia Raymond Smith, CEO Imperium Group, teman dekatnya Cristo juga,” kataku.Aby tersenyum dan mengangguk.Kulihat wajahnya berubah canggung.


“Oh,begitu.Maaf tidak mengenali Anda Tuan.Saya Abiyasa, dokter pribadi Kakek Wiratama.Saya juga bekerja di rumah sakit milik keluarga Wiratama,” kata Aby.


“Hmm, ya.Maghda, makanlah yang banyak, kau harus memberi banyak nutrisi untuk bayimu.Lihatlah kau lebih kurus sekarang, apa vitamin dari dokter Ana sudah habis?Nanti sore akan kubuat janji dengannya,” kata Raymond.


Ray menikmati makanannya dengan lahap, kulihat Aby sedang menikmati makannya dengan berfikir keras.Aku tahu banyak pertanyaan muncul di kepalanya.Beberapa saat mata kami saling bertemu.Kutambahkan cumi dan udang ke dalam piringnya.


“Makanlah ini, biasanya kau yang menyuapiku kan.Sekarang gantian aku yang menyuapimu.”


Raymond menyuapkan sepotong Fuyunghai ke mulutku.Tanpa protes kubuka mulutku dan makan dari tangannya.


Aku tidak mungkin menolak karena tahu betul akibat menolaknya.Restoran ini akan menjadi pelampiasannya.


Aby hanya diam dan memperhatikan apa yang dilakukan Raymond.


“Aby, Arjuna itu kakakmu kan? Dia adalah temanku saat aku masih kuliah di sini.Kami akrab walau pun tidak satu jurusan.Dan saat ini kami banyak melakukan kerjasama bisnis,Smith Corporation milik keluargaku adalah pemasok utama Surya Farmacutical milik keluargamu.Aku berharap kau bisa menjaga sikapmu dan jangan pernah mengusik apa yang menjadi milikku,” kata Raymond.


Tiba tiba kepalaku seperti sedang kesemutan, barusan itu Ray sedang melakukan intimidai kepada Aby.


“Kau akan segera tahu,”tukas Raymond.


“Aku sudah selesai,Aby terimakasih sudah mengundangku makan.Aku akan mengantarmu ke rumah sakit, kau pasti kesulitan mengemudi,” kataku.


“Dani yang akan mengantarnya,kau ikutlah denganku.Ada hal yang ingin kubicarakan denganmu,” kata Raymond.


“Tapi Ray...”


“Jangan membantahku,OK?”


“Maghda,kau tidak perlu khawatir.Aku akan pergi dengan Dani ke rumah sakit. Kau bisa menghubungiku kapan saja. Selesaikan dulu urusanmu dengan Tuan Ray, aku pasti menunggumu,” kata Aby.


Akhirnya aku mengalah dan membiarkan Raymond berbuat semaunya.


Aby memanggil pelayan dan menyodorkan kartu gold miliknya.


“Sudah dibayar Tuan,” kata pelayan itu.


“Apa? Siapa yang membayarnya?”


“Aku sudah meninggalkan debit cardku sebelum masuk ke mari.Aku mengenal manager restoran ini dan juga sering makan di sini dengan kolegaku.Jadi banyak diantara mereka yang mengenalku,” jawab Raymond.


“Aby, segeralah ke rumah sakit.Biarkan Tuan Ray yang traktir kita ya.Lukamu itu harus segera diurus dengan benar.Aku akan pergi dengannya dan jangan khawatir.Aku dan dia bukan orang yang baru kenal,” kataku.


“Baiklah, jaga dirimu Maghda.Kau bisa menghubungiku kapan saja.”


Aby bangkit dari duduknya.


“Dani sudah standby di dekat mobil Anda Tuan Abiyasa,” kata Raymond.


Aby mengangguk dan meninggalkan ruangan kami.


Aku sedikit lega karena setidaknya restoran ini tidak menjadi korban perusakan.