
Bima ke luar dari mobilnya dan membukakan pintu untukku. Kami berdiri di trotoar untuk menyetop taksi yang lewat. Ada beberapa orang juga yang sedang menunggu taksi di tempat itu.Tapi sepertinya aku kurang beruntung karena tidak ada taksi yang kosong.
“Lena,sepertinya agak susah hari ini.Sudah aku antar saja, nanti aku jelaskan pada Tuan Rouhan kalau dia menanyakan ...”
“Tidak perlu dijelaskan,Lena masuklah ke mobil,” tiba tiba Rouhan sudah ada dibelakang kami.
“Rou han?” aku menoleh bersamaan dengan Bima.
“Hai Tuan Rouhan, aku bermaksud memberinya tumpangan.Tapi istri Anda menolakku, jadi aku membantunya carikan taksi,” kata Bima berbasa basi.
“Terima kasih Tuan Bima, ayo Sayang kita pergi.Aku memang sengaja mencarimu,” Rouhan meraih tanganku dan menyuruhku duduk di kursi depan.Aku menurut saja karena Bima tidak tahu kalau aku dan Rouhan sudah berpisah.Rohan menatap ke arahku lalu melajukan mobilnya.
“Turunkan aku di halte depan ya,” kataku memecah kesunyian.
“Apa kau tidak merindukanku? Aku selalu saja memikirkanmu,”Rouhan menatap sendu ke arahku.
“Han, kita sudah berpisah. Sebaiknya kita belajar menerima kenyataan kalau ini yang terbaik.Pernikahan kita yang cukup singkat ini harusnya bisa dijadikan pelajaran.Yang terpenting untukmu saat ini adalah membahagiakan keluargamu, orang tuamu.Tidak perlu memikirkan bagaimana aku. Kita orang asing sekarang, jadi perlakukan aku seperti orang asing yang lain,” kataku.
Han mempercepat laju mobilnya dan membelokkannya ke jalanan sebuah perumahan elit.Ia memasuki halaman sebuah rumah yang cukup mewah dan elegan.
“Turunlah,” katanya.
“Rumah siapa ini?” tanyaku.
“Rumahmu,” Han menarik tanganku dan membawaku masuk ke dalam.
Han melepaskan jasnya lalu melemparnya sembarangan di sofa.Han tampak sedikit kurus.
“Yeni, siapkan makan siang. Sama dengan yang tadi pagi saja,” kata Rouhan.
Rouhan masuk ke dalam sebuah kamar dan ke luar membawa sebuah map hijau.
“Han aku tidak bisa menerimanya,” kataku.
“Kau lebih suka tinggal di apartemennya Raymond begitu kah?” Han bertanya dengan penuh penekanan.
“Dari mana kau tahu? Ini hanya sementara.Sebentar lagi Ray akan pindah ke Mansionnya dan menikahi kekasihnya.Aku berencana untuk pindah ke tempat yang lebih nyaman untuk kutinggali, jadi kalian tenang saja aku akan pergi jauh dan tidak mengganggu ketenangan kalian lagi.” Tiba tiba saja air mataku luruh.
“Tinggallah di sini demi anakku,Lena.Aku sangat menginginkan anak itu.”
“Apa maksudmu? Anak apa maksudmu?” tanyaku. Han mengambil amplop coklat dari dalam tas kerjanya dan mengeluarkan isinya.
“Suami dokter Ana adalah temanku,aku memintanya membantuku mendapatkan ini dari file istrinya.Janin ini berusia enam minggu saat kamu berada di rumah sakit. Itu berarti dia anakku, waktu itu kita masih sangat intim berhubungan.Kalau kau berani menyangkalnya,ayo kita lakukan tes DNA pada janin itu,” kata Rouhan berapi api.
“Han, siapa pun ayah dari anak ini,dia adalah milikku.Aku ingin membesarkannya sendiri,” kataku.
“Lena kita harus rujuk, kenapa tidak kau katakan kau hamil saat aku belum menandatangni surat itu? Aku berharap kau mau membesarkan anak kita bersama sama Lena,aku memohon dengan sangat kepadamu.” Han berlutut di depanku yang sedang duduk di atas sofa.
“Rouhan Bastian,kau tidak perlu melakukan itu.Aku akan mengurus Maghdalena dan anaknya dengan baik.Mereka tidak akan kekurangan apa pun bersamaku.” Sontak aku menoleh ke arah pintu masuk saat kudengar suara Raymond dari sana.
“Kak Ray...”
“Tuan Raymond,kau sungguh tidak sopan masuk ke rumah orang tanpa mengetuk pintu,” kata Rouhan.
“Aku melihatmu memabawa Maghda dan mengikutimu. Pagar rumah ini terbuka lebar, begitu juga pintunya.Aku hanya akan mengambil milikku kembali,milikku yang telah kau curi,” kata Raymond.
“Oh,apa kiranya yang telah kucuri darimu?”
“Kau mencuri istri kecilku, istri yang kunikahi pada saat aku berumur tujuh tahun dan aku tidak pernah menalak dia sampai saat ini. Han, saatnya aku mengambilnya lagi dan jangan mengganggu kami. Maghda ayo pergi,” Raymond menarik tangan dan membawaku pergi.
Han masih berdiri terpaku dan mencoba mencerna apa yang dikatakan Raymond.