LOVE YOU

LOVE YOU
Part56


Pagi itu kubuatkan omelet daging jamur untuk sarapan. Dulu Ray selalu minta dibuatkan makanan ini setiap kali sarapan.Dan Bi Mimin yang paling jago buat makanan ini.


“Enak,apa Bi Mimin kau paksa membocorkan resep rahasianya?” tanya Ray memecah kebisuan.


“Aku hanya mengintip.Kak Ray apa pernah ketemu Bi Mimin lagi? Kerja di mana dia sekarang ya?” tanyaku.


“Dia masih di rumah lama, nanti kalau mansion sudah OK akan kubawa dia ke sana.Kau bisa belajar masak sama dia kapan saja,” jawab Ray.Aku hanya tersenyum pahit.Mana mungkin belajar masak kapan saja,karena aku tidak akan menjadi bagian dari rumah besarmu itu.


“Aku pergi kerja dulu,nanti siang aku ada meeting sama klien jadi makan sama mereka. Tidak apa kan Sayang?” Ray mencium keningku.


“Kak Ray,aku bukan istrimu. Tidak perlu melaporkan semuanya padaku.Kau bebas melakukan apa pun dan tidak perlu menjaga perasaanku.”


Ray menghentikan langkahnya dan meletakkan kembali tas kantor dan notebook miliknya.


“Aku lupa kau punya tugas baru,” katanya seraya melonggarkan dan melepas dasinya.


“Tiap hari kau harus memasangkan dasiku, melepaskan dasiku saat aku pulang dan mengambilkan pakaianku saat aku akan berangkat dan pulang kerja. Kemarin kau sepakat untuk memulainya lagi.Maghda aku serius tentang ini,aku ingin kita benar benar menjalin hubungan.Sekarang lakukan tugasmu,” Ray mengulurkan dasinya padaku.Ah rupanya tekadku tidak sekuat itu.Raymond selalu berhasil menyihirku.Senyum Ray mulai mengembang saat aku mulai memasangkan dasinya.Wajah tampan itu begitu dekat dengan wajahku.


“Cup.”


Ciuman singkat mendarat di bibirku.Aku kaget bukan main, sampai tanpa sadar mundur beberapa langkah.


“Aku akan berusaha pulang cepat,tunggu aku pulang Baby. Kalau kau bosan, suruh Dani antar ke mana pun kau ingin pergi.”


Aku masih tertegun walau Ray sudah lama menghilang di balik pintu.


Segera kubereskan meja makan.Kubuka lemari gantung di dapur untuk membuat susu.


Ternyata sudah ada segelas susu dan sepucuk surat di bawahnya.


“I love you,minum susunya selagi hangat.”


Kusimpan surat itu di laci nakas di kamarku.Ray , semakin sering bertemu denganmu, aku akan semakin terperosok dan sakit saat semua harus diakhiri.


Aku segera turun saat sampai di rental mobil milik Bimantara,kakak kelasku waktu di SMA.


“Maaf,apa Pak Bima ada? Saya Magdalena, kemarin saya telpon dia mau rental mobil,” kataku pada seorang resepsionis.


“Sebentar Bu Maghda akan saya sampaikan.” Resepsionis itu masuk sebentar.Beberapa saat kemudian ia kembali dengan Bima yang sedang tersenyum lebar saat melihatku.


“Masuklah, kita bicara sebentar di kantorku.” Bima membawaku masuk ke ruang kantornya yang cukup luas. Ada sekitar delapan ruangan lain dengan beberapa karyawan di dalamnya.


“Kau makin cantik Lena,sudah berapa tahun kita tidak ketemu.Terahir waktu reoni sekolah itu kan.Kudengar kau sudah menikah beberapa bulan lalu,” kata Bima.


“Iya Mas,kamu sendiri bagaimana? Jadi sama pacarmu yang dulu dibawa reuni?” tanyaku basa basi. Bima tersenyum sampai lesung pipinya kelihatan.


“Iya,kami hampir satu tahun menikah.Lagi proses program punya anak,” jawabnya.


“Yang sabar Mas,semua ada waktunya.Oh ya Mas, aku perlu mobil kecil saja.Berapa sehari sewanya?” tanyaku.


“Bawa saja mobil pribadiku, gak usah sewa.Hitung hitung dulu kamu pernah nolongin aku.Sebenarnya kamu mau pergi ke mana?Kenapa harus sewa mobil? Bukannya suamimu itu Rouhan Bastian? Dia itu banyak duit lho,kenapa harus sewa mobil ?” tanya Bima penuh selidik.


“Hei Mas Bima tahu dia suamiku?” tanyaku sedikit kaget.


“Iya, kami terlibat proyek beberapa kali.Dia orang yang ramah dan mudah diajak kerjasama.Ganteng juga,kamu pintar milih suami,” Bima tertawa.


“Mmm,Mas aku bawa mobil komersial saja ya.Dua hari,berapa sewanya?” tanyaku mengalihkan perhatian.


“Lena,apa kepergianmu ini tanpa sepengetahuan suamimu? Kalau kau dalam kesulitan, kau boleh minta bantuanku,” kata Bima.


“Jangan Mas,aku bisa sendiri.Aku hanya mau cari rumah yang strategis buat buka florist.Ini kejutan buat suamiku jadi ini tanpa sepengetahuannya,” jawabku.


Bima membuka laci datanya,ia mencari cari sesuatu lalu menunjukkan padaku beberapa foto.