LOVE YOU

LOVE YOU
Part74


Dua hari berlalu, aku tinggal di villa milik Cristo tanpa diganggu Raymond. Badanku rasanya lebih bugar, sudah jam delapan.Aku tidur lagi setelah shalat subuh dan bangun siang.Santai sekali hidupku.Aku turun ke bawah untuk sarapan karena pelayan mengatakan Cristo menungguku.Mungkin dia baru datang karena kemarin siang dia pamit ke perkebunan.Aku terkejut karena yang ada di ruang makan bukan hanya Cristo, tapi kakek juga ada.Pria tua itu tersenyum melihatku datang.Kekek menyuruhku duduk di sebelahnya. Kucium tangannya dan kuambilkan sarapan di piringnya juga untuk Cristo.


“Apa kau baik baik saja Maghda Sayang?” tanya Kakek.


“Iya Kek, lumayan.Dua hari di sini bisa tidur nyenyak, tempat ini lumayan sejuk. Rasa frustrasi tinggal di kota bisa luntur di sini,” jawabku.Kakek dan Cristo tertawa.


“Kau boleh di sini selama apa pun kau mau.Ini rumahku, rumahmu juga.Sampai kau menikahi seseorang nanti, tinggallah di sini sebelum suamimu membawamu pergi,” kata Cristo.


“Itu masih belum terpikirkan Kak, sampai anak ini lahir mungkin aku belum berniat untuk menikah dengan seseorang,” jawabku.


“Habiskan dulu sarapanmu baru kita bicarakan masalah ini,” kata Kakek.


Kami saling diam setelah itu.Dalam hati aku berfikir apa kakek datang untuk membicarakan ini denganku.


Selama ini aku selalu membuat keputusan sendiri karena tidak memiliki orang tua dan keluarga lain.


“Kakek sudah selesai,kalian temui kakek di perpustakaan setelah selesai.”


Pria tua itu masih berjalan dengan gagah meninggalkan kami.


“Apa Kakek begitu ingin aku menikahi seseorang sementara keadaanku seperti ini.Kak Cris,tidak ada yang mau menerimaku seperti ini.Aku masih mampu menghidupi diriku dan anakku. Aku akan bekerja untuknya,aku tidak selemah yang kakek pikirkan,” kataku. Tanpa terasa air mataku mengalir,Cristo menghentikan makannya.


“Maghda, kalau saja kita ini tidak punya hubungan darah.Tidak perlu orang lain, aku sendiri yang akan mengurusmu. Kakek hanya ingin melindungimu karena ia merasa sudah sangat tua.Kalau kau menolaknya juga tidak masalah, tapi cobalah untuk bertemu dan berbicara dengan orang itu.Aku cukup mengenalnya walaupun tidak terlalu dekat.Dia baru kembali dari luar negri setahun yang lalu,” kata Cristo.


“Baiklah,akan aku coba dulu.Akan kita lihat bagaimana nanti,” kataku.


“Baiklah,ayo kita temui Kakek,” Cristo bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke perpustakaan di lantai dua.


“Bukk!” tiba tiba wajahku menubruk punggung Cristo.


“Maghda apa kau tertidur saat sedang jalan?” tanya Cristo yang membuat kakek yang sedang membaca langsung menoleh ke arah kami.


“Duduklah,” kata pria tua itu.


Kami berdua duduk di depan meja kerja milik Cristo yang sedang diduduki oleh kakek.


Pria tua itu menyodorkan sebuah amplop coklat berukuran folio kepadaku


“Bukalah,” katanya.Segera kulakukan apa yqng diperintahkan kakek.


“Apa dia orangnya?” tanyaku.Kakek mengangguk.Kulihat seorang pria tampan dalam foto, sepertinya lebih muda dariku.Kulitnya putih dengan tatapan tajam tapi wajahnya sangat lembut menyejukkan.


“Namanya Abiyasa Rony Rukmana.Dia dari keluarga Rukmana,kakeknya adalah teman baik kakek.Aku melihatnya tumbuh dari kecil dan dia adalah pria yang sangat baik.Dia seorang dokter dan belum menikah.Aku sering bertemu dengannya karena dia adalah dokter pribadi Kakek.Usianya setahun lebih muda darimu.Tapi Aby sangat dewasa dalam pembawaannya.Saat ini dia menjabat sebagai wakil direktur di rumah sakit kita.Sebenarnya keluarganya mempunyai perusahaan Farmasi, tapi Aby lebih tertarik untuk mengabdikan diri menjadi dokter,” kata kakek.


“Kakek, aku bisa mencoba terlebih dahulu.Tapi Maghda tidak yakin dia mau menerimaku kalau dia tahu aku sedang mengandung anak pria lain,” kataku.


“Dia tahu banyak hal tentang dirimu Nak,dan dia ingin sekali bertemu denganmu.Aku akan mengundangnya datang, kita bisa bicara banyak dengannya.Aby itu orang yang sangat supel.Jangan menolak dulu,setelah bertemu dengannya, kau bisa menentukan sikapmu,” kata kakek.


“Baiklah,” kataku.


Aku akan mencobanya untuk menyenangkanmu Kek.Tapi aku sangat yakin dia akan keberatan dengan keadaanku.Apalagi jika keluarganya tahu bahwa dia akan menikahi wanita hamil dan anak itu bukan miliknya.