LOVE YOU

LOVE YOU
Part47


Kurapikan beberapa pakaianku dan kumasukkan ke dalam koper.Juga surat surat penting milikku.


“Nar, kau boleh pakai mobilku.Bawa pulang saja atau biar dipakai kalian buat wara wiri,terserah saja.Sekarang aku pergi dulu ya, jaga dirimu. Kalau keadaanku sudah baik aku akan menghubungimu,” kataku.


Kinar hanya mengangguk dalam diam.Kutarik koperku menuju ke lift dan kupencet tombol turun.


“Kalau Tuan Rouhan datang kemari katakan saja kau tidak tahu.Kalau ada perlu denganku suruh hubungi pengacaraku.” Kinar hanya mengangguk,air matanya jatuh berderai tanpa suara.Segera kupanggil Dani untuk memasukan koperku ke dalam bagasi.


“Mau ke mana Non Maghda?” tanyanya setelah aku masuk ke dalam mobil.


“Imperium Tower,aku mau ke supermarket dulu baru ke kantor Tuan Raymond,” jawabku.


Dani segera melajukan mobilnya ke tempat yang aku inginkan.


Dani memarkir mobil itu di tempat parkir khusus CEO Imperium Group tepat di sebelah mobil Raymond. Segera kulangkahkan kakiku menuju ke lift dan memencet lantai dua tempat sebuah Hypermart terkenal di kota ini.


“Dani, tidak perlu terus mengikutiku.Aku hanya sebentar mau beli buah sama susu.Kamu tunggu di sini saja,” kataku.


Dani menurut dan berdiri di depan supermarket kebutuhan sehari hari.


Aku segera menghampiri deretan rak buah buahan. Kuambil sekantung apel merah, buah pir hijau, satu kantung jeruk baby dan beberapa buah mangga manalagi yang hampir saja membuat liurku menetes.


Lalu kudorong troliku ke tempat susu ibu hamil. Aku mengambil dua kotak besar dengan varian yang berbeda. Lalu kuambil satu lagi varian yang sangat aku sukai.


Tiba tiba tangan seseorang mengambilnya dari arah belakangku.Aku segera menoleh ke arahnya.


“Han,kau ada di sini? Mengantar istrimu belanja?” tanyaku kikuk.


“Jelaskan padaku kenapa kau membeli susu ini begitu banyak?” tanya Han curiga.


“Oh, itu.. itu hadiah buat teman kantorku.Dia hamil anak pertama, jadi aku belikan ini saja,” jawabku terbata bata.


“Mau beli apa lagi?” tanyanya.


“Han,biar kubayar sendiri. Sekarang aku bukan...” Han melihatku tidak bersahabat.


“Ayo kutraktir minum,” Han membawa barang belanjaanku dan membawaku ke sebuah restoran di lantai itu juga.


“Han,sopirku sedang menunggu,dia pasti mencariku,” kataku.


“Kau majikannya, kenapa jadi takut dimarahi sopir? Apa sopir itu pacarmu?” marahnya.


Ia segera memanggil pelayan dan memberikan pesanannya.


“Han, kemarin pengacaraku bilang kau sudah menandatangani surat pisah kita.Sekarang kau sudah terbebas dariku,kau tidak perlu lagi khawatir ketahuan olehku.Semoga kau hidup lebih baik,” kataku.


“Aku tidak peduli dengan surat sialan itu.Lena,aku akan lakukan apa saja yang membuatmu bahagia.Karena kau adalah satu satunya cintaku.Walau pun aku sendiri merasa sakit,akan aku lakukan apa yang kau inginkan,” jawab Rouhan.


“Aku hanya tidak mau ikatan kita menyulitkanmu.Apa Gayatri sudah hamil? Apa kau bisa cerita sedikit bagaimana rasanya meniduri gadis perawan?” tanyaku.Rouhan menatap tidak senang ke arahku.


“Aku tidak peduli padanya,” jawab Rouhan.


“Tidak perlu malu,aku pernah melihatmu berciuman mesra waktu itu.Bahkan kau rela berbohong padaku demi bersamanya.Han,aku cukup tahu diri siapa aku.Jadi biarkan ini berakhir dengan baik,tidak perlu pura pura lagi,” kataku.


Pesanan Rouhan sudah datang, bau es teler yang biasa kusukai tiba tiba membuatku sangat mual.Aku segera berlari ke Toilet untuk memuntahkan isi perutku.


Kudengar ketukan di pintu.


“Lena, apa kau baik baik saja?” terdengar suara Han di luar.


“Tidak apa,” aku segera membuka pintu.Han tampak sedikit panik melihat aku sedikit pucat.Ia menuntunku kembali ke meja kami.


“Han,singkirkan es teler itu, aku minta susu hangat saja,” kataku.Han tampak bingung mendengar permintaanku, tapi akhirnya ia memanggil pelayan untuk mengganti pesananku.