
Raymond menggenggam erat tanganku yang masih gemetar. Cristo mengulurkan tangannya untuk mengusap air mataku dengan tisyu.Dalam hati aku sangat bersyukur masih memiliki mereka setidaknya untuk saat ini.
“Ibumu menikahi ayahku satu tahun setelah ibuku neninggal. Sebelum meninggal ibuku berpesan pada ibumu untuk merawatku dan menikah dengan ayahku kalau terjadi sesuatu padanya.Ibuku meninggal setelah dua minggu melahirkanku.Jantung ibuku memiliki kelainan sejak lahir, sebenarnya dia dilarang hamil, tapi karena dia ngotot ingin punya anak ayah menyetujuinya,” kata Cristo memulai ceritanya.
“Apa hubungan ibuku dengan orang tuamu?” tanyaku.
“Mama Rosi adalah teman dekat ibuku sejak SMA sampai lulus kuliah mereka bersama. Mama menikah dengan Papa, tapi tidak putus pertemanan mereka.Waktu ibuku mengandung,mama Rosi lah yang membesarkan hatinya, saat melahirkan dan dirawat di rumah sakit pun mama Rosi gantian dengan papa menungguinya,” jawab Cristo.
“Siapa yang menceritakan ini semua Kak Cris?”
“Tentu saja Kakek.”
“Lalu kenapa aku dibuang ke panti asuhan? Bukankah kakek cukup uang untuk merawatku,” tanyaku.
“Untuk melindungimu.Maghda mama Rosi dan papa adalah target pembunuhan. Sebenarnya mereka hanya menargetkan mama Rosi dan dirimu.Waktu itu mungkin mereka tidak menduga kalau papa juga ikut pergi dengan mama Rosi dan dirimu. Awalnya papa ada urusan yang tidak bisa ditinggal waktu mama Rosi ingin pulang menjenguk ibunya ke kota M. Saat itu aku sudah janji mau mancing sama kakek jadi tidak ikut.Maghda, entah mama Rosi atau papa yang melemparmu ke luar mobil sebelum mobil itu terbakar.”
Air mataku beruraian mendengar cerita kedua orang tuaku yang begitu tragis. Raymond memeluk bahuku dan membuatku sedikit berbesar hati.
“Kenapa dan siapa yang ingin menghabisi keluargaku?Kenapa mereka ingin melenyapkan aku dan mama?” tanyaku.
“Karena papa mengalihkan sebagian besar saham pabrik parfum dan perkebunan kepada mama Rosi.Pabrik itu dirintis sendiri oleh papa,jadi sebenarnya legal saja diatas namakan istrinya.”
“Yang ingin mencelakai kamu dan mama Rosi adalah adiknya mama kandungku dan kakak tertua papa,Samian Hadi Wiratama.Mereka tidak terima saham terbesar pabrik dimiliki oleh mama Rosi.Mereka memang masih hidup Maghda, mereka dipenjara seumur hidup atas pembunuhan berencana pada orang tua kita.”
Cristo mengambil sebotol air mineral dan meneguk isinya. Wajah yang tadinya tenang tiba tiba menegang.
“Maafkan aku, karena inilah aku hanya bisa melindungimu dari jauh.Aku sudah mengambil langkah yang salah saat meninggalkanmu ke Spain selama beberapa waktu, dan kau sudah terperangkap di tangan Januardi dan istrinya yang sakit jiwa brengsek itu. Kau tidak tahu kalau harus menikahi saudara sepupumu sendiri,Rouhan.” Cristo mengepalkan tangannya.
“Apa maksudmu?” tanyaku agak kaget.
“Januardi Antawirya adalah kakak kandung ibumu Maghda, dan Rouhan adalah anak kandungnya.Aku tak akan mengampuni mereka setelah ini.” Cristo kembali mengepalkan tangannya.
“Aku juga bersalah dalam hal ini.Aku tahu kau pergi, tapi aku masih sibuk di London dan tidak segera kembali ke Indonesia.Waktu itu aku masih berfikir belum saatnya.Bodoh sekali kenapa aku mempercayai Januardi sialan itu,” kata Raymond.
“Tidak perlu menyalahkan diri, saat itu aku memang menginginkan sebuah keluarga. Saat kulihat Rouhan begitu sungguh sungguh dan tulus mencintaiku,aku menerima uluran tangannya. Aku tidak pernah bermimpi sekali pun akhirnya harus seperti ini,” kataku. Raymond mengusap air mata yang kembali mengalir di pipiku.
“Sidahlah Maghda,ayo kita buka lagi lembaran baru OK? Aku Cristo dan kakek akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu,” kata Raymond.
Kuanggukkan kepalaku, Raymond tersenyum senang dan mencium kepalaku.