LOVE YOU

LOVE YOU
Part41


Kukerjapkan mataku, rupanya sudah sangat siang.Mungkin dokter memberiku obat penenang,sebab semalam aku tidak bisa tidur.Kubuka lebar mataku,seulas senyum manis dan teduh.


"Ibu Sarita," bisikku.Wanita itu datang dan memelukku.


"Anakku, kenapa kau tidak menepati janjimu? Sebelum pergi bukankah kau sudah berjanji untuk menjaga dirimu?" wanita itu meneteskan air matanya.


"Aku sudah berusaha Bu, tapi Tuhan menghendaki aku sakit," jawabku.Wanita itu segera mengambil bubur sumsum yang ada di lemari pasien.Ia menyuapkan beberapa sendok,kugelengkan kepalaku Perutku sangat mual.


"Minum vitamin dulu, biar tidak mual Sayang," ibu Sarita mengambil vitamin di atas meja dan segelas teh hangat.Kutegakkan tubuhku, kepalaku tidak pusing seperti kemarin. Kulihat masih ada kantung darah di tiang infus, tapi hanya tinggal sedikit.Beberapa saat kemudian seorang dokter datang bersama Cristo.Bukan dokter Lulu sekarang yang memeriksaku. Perawat melepas jarum transfusi darah dari tanganku.


"Sekarang USG dulu,Nona." Seorang perawat membawa alat USG dengan monitor kecil.


Perawat itu mengaplikasikan Gel di atas perutku dan menggerakkan alatnya.Dokter itu tersenyum.


"Baik baik saja Mas Cris, keduanya tidak masalah.Tapi transfusinya masih kurang, kalau bisa tambah tiga lagi," kata dokter itu.


"Akan kuusahakan," katanya.


"Kak, aku mau ke luar hari ini.Aku harus menemui Han.Please Kak," rengekku.


"Baiklah,Dokter Ana.Aku akan membawanya sebentar.Biar besok kuusahakan mendonorkan darahku lagi.Ada beberapa orang juga.Besok akan kubawa dia ke sini lagi," kata Cristo.


"Baiklah Mas Cris, silakan tanda tangani surat pernyataan," kata dokter Ana.


"Berikan suratnya, aku yang tanggung jawab. Tapi kau juga siapkan UGD barang kali dia drop lagi," kata Cristo.


"Mau kau bawa ke mana Cris?" tiba tiba direktur Klinik datang menemui Cristo.


"Berikan rekam medisnya dokter Ana," pria itu membolak balik bendel file milikku.


"Paling lama tiga jam Cristo, segera bawa balik.Dia belum stabil," katanya.Cristo mengangguk mengerti.Perawat melepas jarum infus di tanganku.


Cristo memakaikan Cardigan milikku dan menyodorkan segelas susu hangat. Entah kenapa aku merasa ingin sekali meminumnya.Segera kutandaskan segelas susu hangat yang ia berikan.


"Bu Sarita, istirahatlah di apartemen.Biarkan barang barang Maghda tetap di sini.Nanti dia harus kembali ke sini lagi," kata Cristo.Wanita itu mengangguk lalu menghampiriku.


"Tolong jaga putriku Tuan Cristo," kata wanita itu.Aku turun dari ranjang dan mengambil sendalku.Cristo merangkul pundakku dan membawaku ke tempat ia memarkir mobilnya.


"Maghda apa kau yakin ingin menemui Han?" tanya Cristo.Kuanggukkan kepalaku yakin..


Cristo segera memacu mobilnya menuju ke rumah mertuaku.Di rumah itu tampak ramai dan banyak orang berlalu lalang.Kumasuki pekarangan rumah itu tanpa ragu.


"Cari siapa mbak?" tanya seorang wanita paruh baya.


"Saya mau cari Tuan Rouhan, apa dia ada?" tanyaku.


"Ini adalah resepsi pernikahan nak Han, dia ada di dalam.Kamu masuk saja," kata wanita itu.


"Bu Lena?" tiba tiba mbak Inah asisten rumah mami datang menghampiriku.


"Mbak, aku ingin bertemu Han sebentar. Tolong panggilkan dia ya, waktuku tidak banyak.Aku hanya minta waktunya sepuluh menit saja," kataku. Mbak Inah mengangguk dan berlalu dari hadapanku. Tetangga dan teman teman mami melihatku dan berbisik bisik.Aku duduk di kursi tamu di dekat ibu ibu yang tidak puas hanya memandangi dan menertawaiku.