LOVE YOU

LOVE YOU
Part61


Setelah Ray pergi segera kusudahi makan siangku.


Kuambil piring bekas makan Raymond namun seorang pelayan mengambilnya.


“Nyonya biar saya yang bereskan, apa Nyonya ingin minum jus buah atau yang lain?” tanyanya.


“Tidak mbak, saya mau ke atas dulu,” jawabku lalu beranjak pergi.


“Nyonya.” Kudengar suara seorang laki laki memanggilku. Aku segera menoleh ke arah sumber suara, ternyata pak Gun yang menanggilku.


“Ya,” kataku.


“Kalau butuh apa apa panggil saja saya,” katanya.


“Iya, terimakasih Pak Gun,” kataku dan melanjutkan langkahku.


Kubuka pintu kamar Raymond. Kamar yang cukup luas ini sudah lengkap dengan isinya, sesuai dengan gambarku,Ray membuatnya sama persis.Tapi di mana foto Caroline yang waktu itu,kenapa Ray tidak memasangnya? Atau mungkin dipasang di tempat lain.


Di atas tempat tidur ada peralatan mandi dan baju ganti juga sebuah sajadah dan mukena.Ada secarik kertas, itu tulisan tangan Raymond.Tapi siapa yang meletakkan semua ini? Tadi Ray langsung ke luar setelah makan.


“MAGHDA MY LOVE.Mandi dan istirahatlah, jangan terlalu lelah.Mungkin nanti aku pulang agak malam.Di ruang ganti aku tambahkan musolla kecil.Juga ada Jacuzzi di kamar mandi.Ada beberapa macam essensial aromateraphi.Have a nice sleep after bath.Tunggu aku pulang.RAYMOND.”


Aku tersenyum membaca suratnya.Entah kenapa tiba tiba jantungku berdetak tak karuan.Ray, bagaimana kalau aku jatuh cinta lagi padamu, bagaimana aku menahan rasa sakit kalau kau pergi.


Tanpa sadar air mataku berjatuhan membasahi sprei putih polos di depanku. Segera kuambil handuk dan peralatan mandiku lalu pergi ke kamar mandi.Kubuka pelan pintu kamar mandi dan sontak membuatku sangat takjub.Ray mewujudkan kamar mandi impianku yang kugambar untuk mansionnya.Dia menambahkan sebuah Jacuzzi berukuran cukup besar cukup untuk tiga orang dewasa.Ada sebuah rak yang berisi semua peralatan mandi termasuk lilin aroma terapi dan essensial flower aromateraphi. Segera kuisi bath tub dengan air panas dan air dinging bersamaan.Setelah hangatnya pas segera kumatikan. Kumasukkan essensial flower yang aku sukai dan berendam. Kupejamkan mataku dan cukup ampuh membuatku sedikit relax.


“Nyonya,Nyonya,” seseorang mengguncang bahuku.


“Mmm,eh.Ya...” kataku kaget.


“Sebaiknya Nyonya tidur di kasur, ini sudah jam lima Nyonya,” kata seorang pelayan.Eh, lama juga aku tidur.


“Oh, terimakasih.Saya mau ashar dulu,” kupegang kepalaku yang sedikit pusing karena terkejut.


“Nyonya maafkan saya,apa saya mengagetkan Nyonya?Pak Gun menyuruh saya melihat Nyonya dan saya temukan Nyonya tidur di karpet jadi...”


“Ya, tidak apa apa.Saya tidur terlalu lama.Siapa namamu?” tanyaku.


“Saya Nina Nyonya,” jawabnya.


“Baiklah Nina, tolong jangan panggil saya Nyonya.Panggil saya Maghda,karena saya bukan Nyonya rumah.Saya hanya tamu di sini,” kataku.


“Ini perintah dari Tuan Raymond, pak Gun memforward Wchat tuan Raymon kepada kami semua pelayan,” kata Rina seraya menunjukkan sebuah pesan di ponselnya kepadaku.Sontak aku tertawa melihat pesan itu. Dasar Raymond pikirku.


“Baiklah kau boleh pergi, katakan pada pak Gun aku baik baik saja.”


“Baik Nyonya,” katanya.


Gadis itu pun meninggalkanku, segera kuambil air wudhu dan sholat ashar.Setelah itu aku ke luar kamar dan berkeliling memeriksa kamar kamar lain di lantai atas.Semuanya sama persis dengan gambarku.Dalam hati aku bertanya kenapa Ray tidak mengubah sedikit pun gambarku.