LOVE YOU

LOVE YOU
Part54


Wajah kakek tampak begitu sedih,aku merasa semuanya sudah terjadi ya sudahlah,mau bagaimana lagi.


“Kek,apa Kakek pergi ke rumah sakit untuk ceck up?” tanyaku.Pria itu tersenyum.


“Kakek hanya melihat keadaan dan fasilitas apa masih ada kekurangan.Rumah sakit itu milik Kakek, jadi harus sering sering dikintrol,” jawabnya.


“Oh,mungkin saya lupa. Raymond pernah bilang kalau rumah sakit itu milik orang yang dia kenal baik,hmm ternyata milik Kakek.Pantas saja waktu sakit dia bisa seenaknya nginep seperti hotel,” kataku.Kakek tertawa.


“Raymond dari kecil selalu saja seenaknya.Kalau ke rumah kakek kapan saja,nginep di sana juga kapan saja dia mau. Dari kecil dia selalu saja mencarimu.Pernah suatu saat dia malam malam hujan lebat datang ke rumah hanya untuk mengantarkan boneka yang dia janjikan kepadamu,”kata kakek.


“Benarkah?Kenapa aku tidak mengingatnya?” tanyaku.


“Waktu itu kamu masih berusia sekitar empat setengah tahun.Dan kecelakaan itu terjadi ketika kamu berusia sekita lima tahun.Kata dokter ada sebagian memori di otakmu mungkin sebagian hilang.Jadi tidak selurunya bisa kau ingat.” Kakek menghela nafas panjang.Raut muka sedih kembali jelas tergambar di wajahnya.


“Iya,aku tidak bisa mengingat wajah ayah dan ibuku.Juga hal yang berkenaan dengan kecelakaan itu.Aku mengingat Raymond pada saat sudah di panti asuhan saat aku berumur tujuh tahun,kelas satu SD.Dia sering datang membawakanku banyak mainan dan buku buku cerita bergambar.Mengajariku pelajaran sekolah saat aku kesulitan.” Kakek tersenyum.


“Dia menyukaimu dari kecil, apa kau masih memiliki perasaan padanya saat ini?” tanya kakek.


“Ah, Kek.Apa kakek sudah makan? Aku sampai lupa menanyai Kakek, ini sudah hampir sore,maaf ya Kek,” kataku.


“Sudah Maghda,kakek sudah makan,” jawabnya.


“Maghda,kau belum menjawab pertanyaan kakek. Apa kau masih menyukai Raymond?”


“Mmm Kek,dalam waktu dekat Ray akan menikahi seseorang. Mungkin sudah tidak pantas Maghda punya perasaan seperti itu.Dan saat ini aku sedang mengandung anak orang lain. Waktu kutanya,Ray billang menginginkan pernikahan itu dan mencintai calon istrinya. Kakek jangan terlalu memikirkanku,aku sudah cukup bahagia memiliki anak ini.Paling tidak,aku memiliki seseorang yang menemaniku saat aku tua nanti.Aku akan menjalani hidupku dengan baik,Kakek jangan cemas ya,” kugenggam tangan keriput pria tua itu.


“Maghda ingin cari tempat untuk membuka usah sendiri. Sesekali aku akan menginap di rumah Kakek,” kataku.


“Kau ini keras kepala seperti Surya ayahmu.”


Kami saling diam untuk beberapa saat.Terdengar bunyi bel di pintu.Segera kubuka pintu dan ternyata Cristo dan Raymond yang datang.Kedua pria tampan itu mencium tangan kakek bergantian lalu duduk di sofa sebelah kakek.Aku segera pergi ke dapur untuk membuatkan Jus apel kesukaan Raymond dan Jus Alpukat kesukaan Cristo. Kuambilkan cookies yang kubuat kemarin dan kuhangatkan di microwave.


“Ini cemilannya, sudah selesai meeting nya Kak Ray?” tanyaku basa basi.


“Iya,aku lelah sekali,” jawab Raymond.


“Aku mau jemput Kakek, apa kamu mau pindah sekalian Maghda?Tinggallah bersama Kakek,” kata Cristo.


Aku hanya tersenyum dan melirik ke arah Raymond yang menatap tidak suka ke arah Cristo.


“Tidak sekarang Kak, akan kupertimbangkan,” kataku.


Tatapan Raymond berbalik ke arahku dan aku hanya bisa melihat ke arah lain.


“Baiklah Maghda, kalau kau belum ada kegiatan pergilah temani Kakek,” katanya.


“Kakek pulang dulu,” pria tua itu bangkit dari duduknya. Segera kuraih dan kucium tangannya.


“Jaga dirimu juga calon cicitku.Tidak perlu mengantarku,sudah ada Cristo,” katanya seraya melangkah ke luar pintu diikuti Cristo di belakangnya.