LOVE YOU

LOVE YOU
Part26


Ray tampak sibuk memeriksa berkas berkas di mejanya.Ia terlihat sangat serius berkutat dengan laptopnya.


Kumulai saja pekerjaanku.Kubuka laptopku dan kukeluarkan alat alat gambarku.Gambar seluruh kamar di lantai satu sudah selesai,ruang tamu dan ruang keluarga juga selesai.Tinggal ruang makan dan dapur saja yang belum.Kulihat Ray sangat sibuk,apa lagi setelah Tamara sekretarisnya datang membawa setumpuk berkas yang harus ditandatangani.Ya pekerjaannya memang hanya tanda tangan.Tapi tidak mungkin juga dia tanda tangan sambil menutup mata tanpa memeriksa apa yang ditanda tanganinya.


"Hei,kenapa tersenyum senyum begitu? Apa yang lucu?" Aku menoleh padanya, rupanya Ray memang berbicara padaku.


"Tidak ada," jawabku.Ray memanggil Tamara untuk datang ke ruangannya.


"Apa jadwalku setelah ini?" tanya Ray setelah Tamara datang.


"Meeting dengan perusahaan konstruksi pembangunan mansion."


"Hmm, persiapkan secepatnya." Tamara segera pergi dari tempat itu. Ray berjalan mendekati mejaku.


" Persiapkan seluruh gambarmu untuk dipelajari oleh kontraktor.Aku sudah buatkan blueprint untuk mansion itu.Maghda,aku ingin secepatnya mansion itu jadi.So, seriuslah," Ray melangkah pergi dari mejaku.


Kulakukan saja apa yang dimintanya, huh segitu bernafsunya dia membawa perempuan itu.Kumasukkan 90% desain mansion kedalam sebuah map.


Sedikit lagi,gumamku.Kuambil ponselku, kucoba menghubungi Han.Ia kembali rejeck telponku.Beberapa saat kemudian ada pesan darinya.


"Sayang,maaf aku blm bisa jawab sekarang. Aku sibuk sekali."


Aku tertegun sesaat, aku ingin percaya tapi rasanya sangat aneh seorang suami tidak merindukan istrinya sama sekali.


"Apa aku harus ikut?" tanyaku.


"Ya iya lah Maghda,kau yang mendesain jadi kalau ada yang tidak dimengerti kamu jelaskan sendiri," katanya.


Segera kurapikan mejaku dan mengikuti ke mana langkahnya pergi.Kulihat punggung Ray yang berjalan di depanku,pria yang dulu sangat aku kagumi,sangat aku cintai.


Semoga kau segera mendapatkan kebahagiaanmu Ray.Kami hanya saling diam di dalam lift.Aku hanya memandangi indikator lantai yang terus turun kebawah, lantai dua.Di mana ada restoran jepang yang sangat terkenal.Aku hanya diam tanpa melakukan apa pun, ku ikuti saja ke mana langkahnya pergi.Tiba tiba Ray berhenti dan mengajakku duduk di suatu tempat.


"Maghda,kapan kau akan membuktikan kalau suamimu itu sangat mencintaimu," katanya.


"Kenapa Tuan ingin sekali tahu?Apa itu penting untukmu?" tanyaku.Tiba tiba "cekrek" Ray memotret sesuatu dan menunjukkan padaku.Ponsel Ray memang bagus, memotret dari jarak jauh dengan gambar yang lebih dekat.Aku membulatkan mataku. Itu Han, dia sedang bersama Gayatri di tempat agak jauh di depanku.Mereka tampak sangat bahagia,beberapa kali Han mencium pipi Gayatri dengan mesra.Kuambil ponselku dan kucoba melakukan panggilan.Cih, dia merejecknya lagi.Aku tertunduk dan mataku mulai berkaca kaca.Jadi ini firasatku dari kemarin.


"Sudah kukatakan jauhi keluarga Januardi, mereka itu brengsek," kata Ray. Kuusap air mata di ujung mataku.


"Ayo kita selesaikan urusan kita Tuan. Desain mansion ini tinggal sepuluh persen lagi. Sedikit lagi,segera selesaikan dan aku bisa pensiun dari pekerjaanku ini." Ray menepuk pundakku dan mengajakku melangkah ke restoran Jepang untuk menemui kontraktor yang ditunjuknya.


Kami masuk ke ruangan VVIP dan beberapa orang sudahmenunggu di sana.


Semua orang menberikan penghormatan kepada Ray.Tapi aku segera duduk dengan rasa tidak nyaman di samping Ray karena ada sesaeorang yang sangat familier di mataku.


Papinya Han, mertua laki lakiku juga ada di situ.Tampaknya dia pun tak kalah kaget melihatku.