LOVE YOU

LOVE YOU
Part63


Raymond membawaku masuk ke dalam kamarnya.


“Aku mau mandi,” kata Raymond.


“Akan kusiapkan airnya.Oh ya Ray, aku nanti tidur di kamar sebelah ya.Tadi sudah kubersihkan,” kataku.


“Lepaskan pakaianku,” kata Raymond.Tanganku yang yang membuka handle pintu kamar mandi segera kutarik kembali.


“Apa harus begitu? Kita bukan suami istri Ray,” kataku.


“Kau masih istriku walau pun kita menikah pada saat masih anak anak.Aku memang tidak punya bukti surat nikah karena masih di bawah umur waktu itu.Tapi Januardi Antawirya ayah Rouhan adalah salah satu saksi pada saat aku menukahimu di depan penghulu.Kau bisa menanyakan kepadanya,dia adalah pamanmu,” kata Raymond. Wajahnya yang tadi ceria berubah muram.


“Baiklah akan kubantu lepas pakaianmu.” Raymond tersenyum,lesung pipinya kelihatan dan sangat manis.


Kubuka kemejanya tanpa mau melihat wajahnya,walau pun aku melakukan itu kepada Han,tapi sangat canggung bersama Raymond.


Tangan Ray menyentuh daguku hingga wajah kami saling berhadapan.Tiba tiba Ray menyergap dan mencium bibirku dengan intens.Aku tidak mampu menghindar karena Ray juga mengunci tanganku.


“Mmh Ray,” mohonku.


“Kenapa tidak membalasku? Apa kau merasa jijik padaku,” marahnya.


“Ray, tidak.Tidak sama sekali,” jawabku terbata bata.


“Akan kuulangi.” Ray kembali mencium dan melum4t bibirku. Agak ragu kubalas ciuman itu hingga kami berdua hampir kehabisan nafas.


“Mandilah,” kataku.Raymond tersenyum dan melepas celananya di depanku. Kupalingkan wajahku ke arah lain. Ia mendekatiku dan menyerahkan celananya di tanganku.


“Ray, kenapa kau berbuat mesum pada seorang wanita hamil? Bagaimana kalau anakku meniru dirimu,” kataku seraya mendorong punggungnya masuk ke kamar mandi.


Raymond masuk ke kamar mandi,kudengar samar suara tawanya.Kenapa dia jadi kekanakan seperti itu.


Kutunggu Raymond selesai mandi sambil membaca majalah edisi terbaru yang ada di bawah meja sofa.Kucari sesuatu tentang desain interior.


Beberapa saat kemudian Ray ke luar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di bagian bawah tubuhnya.Aku segera bangkit dan mengambilkan baju ganti untuknya.Ada tiga lemari yang cukup besar,kubuka acak lemari itu karena aku tidak tahu yang mana lemari bajunya.


Satu lemari penuh dengan pakaian wanita, banyak gaun yang sangat indah.Pakaiannya pun branded semua.Ini pasti pakaian calon istrinya.Lemari yang satunya adalah pakaian pria itu pasti milik Raymond.Kuambil satu set pakaian casual miliknya. Ray tampak tersenyum senang melihat ponselnya. Kuletakkan pakaian itu di pangkuannya lalu duduk di sampingnya.Tampaknya dia sedang asyik chat dengan seseorang.Akhirnya kutinggalkan kamar itu dan pergi ke kamar sebelah.Reflek saja tanganku mengunci pintu setelah masuk. Aku beranjak mendekati jendela kaca yang cukup besar dengan maksud menutupnya.Wah ternyata pemandangan di luar sana sangat indah.Lampu lampu di tengah kota tampak indah. Mansion ini memang di bangun di tempat yang agak tinggi dan sepertinya diuruk lagi.


Aku menjerit kaget saat tiba tiba saja bayangan seseorang ada di balik jendela tepat di depanku.


“Maghda ini aku,” terdengar suara Raymond.Segera kubuka mataku,Raymond memanjat Jendela lalu masuk kamar dan menyalakan lampu.


“Tutup dan kunci jendelanya,” katanya seraya duduk di tepi ranjang.


“Kenapa lewat jendela?” tanyaku seraya membuka kulkas dan mengambil air minum.


“Pintunya dikunci,diketuk ketuk juga tidak dibuka,” jawabnya.


Terdengar suara ketukan di pintu.


Raymond menahanku saat akan membuka pintu.


“Nyonya, ada apa?” terdengar suara pak Gun di luar.


“Tidak apa Pak, ada cicak jatuh saya kaget,” jawabku.


“Oh,ya sudah.Kalau butuh sesuatu interkomnya ada di meja Nyonya. Nomor sembilan adalah telpon saya.”


“Ya,” jawabku.


Terdengar suara langkah pergi.


Raymond mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur.Tercium bau harum yang sangat nyaman.


“Apa itu?” tanyaku.


“Lilin aromaterapi,ini bisa membuat kita lebih relax.”


“Kita? Kau tidur di sini?” tanyaku.


“Ya iya lah.Aku tidak bisa tidur kalau sendirian.Si Momo ketinggalan di apartemen.”


Aku tak bisa menahan tawaku, siapa yang tahu kalau CEO group Imperium yang dingin dan pemarah harus memeluk boneka beruang besar kalau tidur.


Ray memberengut dan berusaha menggelitikiku.