LOVE YOU

LOVE YOU
Part28


Aku terkejut saat menyadari Ray mengejar dan memelukku dari belakang.


"Tuan,tolong kita ada di tempat umum.Sudah kukatakan aku tidak mau dikasihani.Aku bisa mengurus diriku sendiri.Sudahlah biarkan saja suamiku melakukan apa pun yang dia mau. Akan kuurus setelah aku bisa menata hatiku. Pikirkan kekasihmu yang sangat kau cintai itu. Jangan lagi melihat ke arahku?" kucoba melepaskan tangan Ray yang semakin erat memelukku.


"Aku tidak bisa membiarkan orang lain menyakitimu," jawabnya.


"Lantas kau mau apa? Memukulinya ? Kau bukan siapa siapaku. Sudahlah,aku hanya butuh waktu," kataku.Perlahan pelukan Ray mengendur.


"Setidaknya biarkan aku membantumu melupakannya."


"Ray, biarkan dia pergi denganku," tiba tiba Cristo sudah berada di belakang kami. Ray melepaskan pelukannya padaku.


"Cris," gumamnya.


"Kendalikan dirimu Smith,apa kau ingin mengacaukan segalanya?"


"Baiklah, jaga diri kalian?" Ray berbalik pergi. Kupandangi punggungnya menjauh dariku. Mungkin karena dulu kami pernah saling mencintai yang membuat instingnya jalan saat ada orang yang menyakiti diriku.


"Ayo kuantar beli alat gambar?" kata Cristo mengagetkanku.


"Katanya mau belanja? Beli alat gambarnya nanti saja setelah Kak Cristo selesai," jawabku.


"Aku sudah tidak tertarik untuk belanja, biar nanti dilakukan orang suruhanku saja.Ayo," Cristo membawaku ke tempat di mana ia memarkir mobilnya.


"Lena," tiba tiba seseorang menggamit tanganku.Sontak aku melihat ke arahnya. Han mencengkeram kuat pergelangan tanganku.


"Kita selesaikan urusan kita nanti," kataku.


"Tidak mau,maaf.Biarkan aku pergi,nanti saja kita bicarakan.Saat ini aku tidak ingin berbicara banyak denganmu," kutarik kuat tanganku,tapi Han tetap tidak mau melepaskannya.


"Apa kau ingin melawan suamimu dan pergi dengan pria itu?" tanyanya.


"Kau boleh melepaskan ikatan kita Han,aku membebaskanmu dan tidak menuntut lagi hakku sebagai istrimu.Maaf aku tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu," kataku.


"Ayo kita pulang, aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan pria lain," Han menarik tanganku.Cristo yang hanya diam sedari tadi segera menepiskan tangan Han dariku.


Han memukul Cristo tapi pria itu lebih sigap dan balik memukul Han.


" Kak Cris, tolong hentikan Kak," aku mulai menangis.Di ujung bibir mereka sedikit ada darah.


"Dengar Tuan,suami yang baik tidak akan menyakiti istrinya.Kau sudah terlalu jauh menyakiti Maghda.Dia ini bukan barang mainan yang bisa seenaknya kau pakai dan masukkan kotak.Aku tidak merelakan adikku kau perlakukan seperti itu." Cristo mendorongku masuk ke dalam mobilnya.


"Aku bisa menuntutmu melarikan istriku. Lena ayo turun, jangan pergi please ayo bicara Lena.Akan kujelaskan semuanya," kata Han. Aku hanya menunduk dan mengusap air mataku.


"Aku akan mencarimu setelah aku siap bicara, jangan memaksaku.Biarkan aku pergi saat ini," jawabku.Cristo segera melajukan mobilnya meninggalkan area parkir itu.


"Maghda,sudahlah jangan terlalu kau pikirkan. Laki laki brengsek tidak tahu diri itu tidak pantas kau tangisi," Cristo mengusap air mataku yang masih mengalir deras dalam kebisuanku.Cristo membelokkan mobilnya ke sebuah hipermarket.Ia membawaku ke sebuah toko alat alat gambar yang sangat lengkap.Aku segera mengambil barang barang yang aku butuhkan. Cristo sudah menunggu di dekat kasir.Ia juga membeli beberapa buku tentang perkebunan.Kuberikan barang barangku ke kasir.


"Biar aku yang bayar," katanya.Cristo memberikan kartu debit Goldnya ke kasir.


"Ayo, kau harus membeli beberapa potong pakaian.Kau tidak bawa pakain gantikan," katanya.Ia membawaku ke sebuah toko penjual pakaian milik brand brand terkenal dari luar negri.Cris memintaku untuk memilih sendiri empat atau lima baju yang aku sukai sementara ia hanya menunggu dan melihatku.