LOVE YOU

LOVE YOU
Part23


Beberapa saat kemudian seseorang yang sangat aku kenal menghampiri kami. Raymond memeluk Cristo dengan akrab. Dengan santainya Ray duduk di sebelahku yang berhadapan dengan Cristo.


"Apa kabar Ray? Kapan tiba di sini? Sudah tidak kerasan tinggal di London?" tanya Cristo.


"Sudah dua bulan ini, tapi masih bolak balik London Amsterdam, baru satu dua minggu ini menetap di sini,setelah 90% saham Imperium Group ada di tanganku," jawab Ray.


"Hebat kamu ya, mudah saja melakukan itu," puji Cristo.


"Itu sudah kùusahakan dari satu tahun yang lalu.Demi seseorang yang sangat aku cintai, aku ingin kembali ke Indonesia," jawab Ray.


Cih mulai lagi orang ini, dia ingin pamer padaku tentang kekasihnya itu.


"Kak Cris, apa boleh aku mulai makan?" tanyaku.Cristo tertawa kecil kemudian memanggang daging lalu meletakkan di mangkuk milikku.


"Makanlah yang banyak, aku tidak suka melihatmu sekurus ini," katanya.


"Ya mungkin efek kurang tidur," jawabku.


"Jangan terlalu banyak pikiran Maghda, sekarang kau bisa mencariku kalau sedang butuh bantuan.Aku akan menetap di sini dan mengurusi perkebunan kakekku," katanya.


Ray meletakkan beberapa lembar daging panggang dalam mangkukku.


Aku hanya diam tanpa memprotesnya.


"Terlalu jauh kalau mencarimu di perkebunan, aku lebih dekat di depan hidungnya.Sebaiknya cari aku saja kalau perlu bantuan," Ray terkekeh begitu pun Cristo.


"Katanya kau membuat sebuah mansion, apa kau membuatnya untuk seseorang? Apa sudah jadi?" tanya Cristo.


"Iya, aku membuatnya untuk calon istriku.Aku hanya ingin menunjukkan padanya kalau aku sangat mencintainya.Pembangunannya sudah dimulai,tapi desainnya belum sepenuhnya jadi.Yang ada di depanmu itu yang mendesain nansionku," kata Ray dengan santainya.Cristo langsung melihat ke arahku.


" Dia tidak tahu aku membuat mansion untuknya," jawab Ray.


"Hey, Maghda apa kau ingin rumah sebesar itu? Aku bisa membuatkannya untukmu," Cristo tersenyum melihatku agak emosional.


"Tidak, mungkin suatu saat aku akan membuat desain untuk rumah kecilku," jawabku.Segera kuhabiskan Sukiyaki di mangkukku.Kenyang rasanya.


Cristo mengambil tiga paper bag yang ada di bawah meja dan memberikannya padaku.


"Untukku?" tanyaku kaget.


"Iya, aku sengaja membawanya langsung dari negara asalnya," jawab Cristo. Aku yang penasaran segera membuka isi dari ketiga paper bag tersebut.Cristo tersenyum melihat ekspresiku yang kaget dan membulatkan mataku.


"Kau menyukainya? Itu kan yang dari dulu kau impikan? Untung barangnya masih ada, sebab itu sudah lama sekali.Itu koleksi dari pemilik brandnya, kebetulan aku kenal akrab sama dia," kata Cristo santai. Aku tidak bisa mengatakan apa pun, itu tas dan sepatu limited editions dari brand terkenal di Perancis.Tentu itu harganya juga selangit.


"Kak, terima kasih. Tapi ini pasti mahal sekali, apa aku sanggup menerimanya?" kataku.


Cristo tertawa.


"Itu memang kubeli untukmu,cobalah sepatunya.Aku yakin pas kalau kakimu tidak bertambah panjang.Kalau kau tidak mau menerimanya, masa harus kupakai sendiri. Tidak kasihan padaku diledekin ibu ibu," Cristo tertawa kecil sementara Ray hanya tersenýum miring.


"Kak terima kasih sudah baik padaku selama ini.Aku tidak pernah merasa sendiri setiap Kak Cris ada di dekatku," air mataku tiba tiba saja ke luar.Cristo mengusapnya dengan lembut.Ray hanya diam menundukkan kepalanya.


"Baiklah,aku harus pergi menemui kakek. Aku tadi langsung ke sini, jadi belum ketemu dengannya.Jaga dirimu Maghda,jangan sampai saķit," katanya.Sebelum melangkah pergi ia mengusap kepalaku.


"Biar aku yang bayar tagihannya Cris," kata Ray.


"Tadi sudah aku bayar Ray,kapan kapan aku akan mampir ke kantormu," kata Cristo kemudian berlalu.