LOVE YOU

LOVE YOU
Part52


Rumah makan di tepi danau yang sangat nyaman.Cristo memesan beberapa menu spesial yang ada di restoran itu.


“Apa kau ingin memancing?” tanyanya.


“Nggak, aku tidak suka memancing.Aku lebih suka beli langsung di pasar tidak pake lama,” jawabku.Cristo dan Raymond saling pandang lalu tertawa.


“Kenapa?” tanyaku.


“Dulu,aku,kakek dan Raymond pernah balapan mancing di sini.Karena dia gak dapat ikan satu pun, dia beli ikan sama orang yang mancing di sebelahnya.Dia pikir aku nggak tahu apa.” Cristo tertawa ngakak dan Raymond memukul kepalanya.


“Halah kamu juga sama, dipikir aku tidak tahu,” balas Raymond.


Aku ikut tersenyum, perasaan seperti ini seperti kembali ke masa lalu.


Aku hanya diam dan mendengarkan saja obrolan mereka.Makanan yang ada di depanku hampir semua kusukai.Ikan bakar asam manis, urap daun dan bunga pepaya, tumisan kangkung. Es lemon tea, tanpa sadar telah kuminum habis sampai menimbulkan bunyi.


“Maghda, akan kupesankan lagi satu teko ya,” Raymond segera memanggil pelayan.


“Satu gelas saja, nanti ngompol kalau terlalu banyak,” kataku.


“Nggak apa, tu toiletnya banyak.Gratis gak pake bayar.” Ray memberikan catatannya pada pelayan restoran. Aku hanya tersenyum malu. Usia kandunganku baru tujuh minggu, tapi nafsu makanku mulai meningkat.


“Cris, bagaimana hubunganmu dengan Monica? Kenapa sekarang kau jarang bersamanya?” tanya Raymond.


“Kakek melarangku menemuinya, dia tidak baik dijadikan istri katanya,” jawab Cristo.


“Ya, beberapa kali aku melihatnya jalan dengan beberapa rekan bisnisku. Sepertinya dia hanya mencari penyokong uang dan memuaskan gila belanjanya saja?” kata Raymond.


“Jangan menikahi perempuan seperti itu Kak Cris.Carilah wanita yang bersedia bersamamu disaat kamu susah mau pun senang.Menikahi seseorang yang hanya mencintai uangmu sama saja menanam bom waktu,” kataku. Cristo tersenyum seraya mencubit pipiku.


“Aku ini tidak pandai mencari istri walau banyak wanita yang ingin bersamaku.Kalau saja kau bukan adikku,tanpa ragu aku pasti menikahimu dari dulu.” Cristo tertawa kecil.


“Kalau aku bukan adikmu, kakek juga belum tentu setuju punya menantu miskin sepertiku,” jawabku.


“Seorang wanitaku tidak perlu dari keluarga kaya.Asal mencintaiku dan mau menerimaku dalam keadaan apa pun, sebenarnya itu saja harapanku,” kata Cristo.


“Sesuai perjanjian dengan calon mertuaku,aku akan segera menikahinya.Apa pun keadaannya.Setelah menikahinya, aku akan membawanya tinggal di mansion bersamaku.Aku ingin punya banyak anak yang lucu lucu dan sedikit nakal.” Ray dan Cristo tertawa kecil.


“Cepatlah bicarakan dengan orang tuamu.Ngomong ngomong kapan orang tuamu datang dari London?” tanya Cristo.


“Minggu katanya, Cris aku sudah tidak sabar punya istri. Ini sudah kutunggu sejak lama.”


Ah mereka berbicara dengan santainya,apa tidak menganggap diriku ada. Aku beranjak diam diam dari tempat dudukku sementara keduanya asyik mengobrol.


“Maghda, mau ke mana?” tiba tiba Raymond memanggilku.


“Aku mau ke toilet sebentar,” jawabku.Tanpa menghiraukan lagi aku mencari toilet restoran yang letaknya paling jauh.


Segera kucari ponsel yang kemarin baru dikasih Raymond kepadaku.Ponsel itu hanya berisi beberapa kontak telpon.


Nomornya Raymond,Cristo, kakek dan beberapa sopirnya Raymond.


Segera kucari buku kecil yang ada di tasku.


Kuketikkan sebuah nomor dan kulakukan panggilan.


“Halo,” terdengar suara di sana.


“Halo, mas Bima ya? Ini Lena Mas, aku mau nyewa mobil buat besok, apa ada?” tanyaku.


“Lena? Lama sekali tidak bertemu,bagaimana kabarmu? Tetap tinggal di ruķo?”


“Sudah tidak Mas, bagaimana ada atau tidak mobilnya?” tanyaku lagi.


“Ada, besok langsung datang saja.Buatmu selalu ada,” jawabnya.


“Baiklah,terimakasih Mas,” kataku lalu mengakhiri panggilan.


Aku sangat terkejut karena tiba tiba ada yang mengambil ponselku dari belakangku.Saat aku berbalik ternyata Raymond yang melakukannya.