LOVE YOU

LOVE YOU
Part31


Hari ini aku cukup puas beristirahat,entah kenapa tidurku sangat nyenyak di kamar ini. Usai shalat magrib kekenakan Dres panjang di bawah lutut yang tadi dipilihkan Cristo untukku.Memang sangat pas di tubuhku dan nembuatku terlihat lebih anggun.


Pintu kamar diketuk, segera kubuka karena aku memang ingin ke luar.Raymond berdiri di depan pintu.


"Hai, Kakek menunggumu makan malam," katanya.Ia menatapku tak berkedip.


"Saya tidak bisa lewat Tuan," kataku.


"Maghda, panggil aku seperti dulu.Panggilan Tuan itu menyakitkan telingaku," Raymond masih tak bergeming dari tempatnya.


"Minggirlah Kak Ray, aku mau lewat," Ray tersenyum lalu memberi jalan untukku. Kakek dan Cristo tersenyum melihatku dan Raymond datang.


"Maghda,kau cantik sekali Nak," kata pria tua itu.


"Terima kasih Kek," jawabku.Kuberikan senyum termanisku untuknya.


"Maghda,makanlah yang banyak.Kau lebih kurus dari sebelumnya.Jangan terlalu kau pikirkan kejadian kejadian hari ini," kata Cristo.


Raymond menghentikan makannya saat ponselnya berbunyi.Ia melihat sebentar lalu memberi isyarat kepada Cristo untuk mendekat.


"Jawab saja," katanya.Ray segera menggeser ke arah tombol hijau di ponselnya.


"Hallo, selamat malam Tuan Rouhan. Ada apa malam begini menelpon saya?" tanya Ray. Aku terkejut Raymond menyebut nama suamiku saat menjawab telponnya. Kuhentikan makanku,dengan susah payah kutelan suapan terakhirku.


"Dia memang ada sedikit urusan dengan desain mansionku.Tapi saat ini kantor sudah tutup, kenapa Anda menanyakan istri Anda kepada saya? Tuan saya sebenarnya agak bingung, bukannya Anda tadi siang membawa seorang wanita pada saat meeting. Sebenarnya yang mana istri Anda?" tanya Ray.


"Kak Ray,"kataku memohon.


"Lanjutkan makanmu,kita bicarakan nanti Maghda," jawab Raymond.


"Ada apa Nak?" tanya Kakek.


"Cuma masalah kerjaan Yang,jangan khawatir," kata Cristo.


"Jangan membicarakan masalah kerjaan saat makan.Ayo Maghda, makanlah yang banyak. Sebenarnya Kakek sangat senang kalau kau tinggal beberapa hari di sini," kata Kakek.


"Maafkan Maghda Kek, mungkin lain kali Maghda menginap lagi.Besok saya harus pulang," kataku lembut, pria tua itu tampak sedikit kecewa.


"Datanglah kapan saja kau mau,anggaplah ini rumahmu.Atau mungkin kapan kapan ikutlah Cristo ke perkebunan milikku.Ada perkebunan bunga,perkebunan teh juga.Kau akan senang di sana." Aku menatap lekat pada pria itu.


"Perkebunan bunga?" tanyaku.


"Iya, itu ditanam untuk dijadikan extrak untuk parfum.Di sana ada pabriknya.Itu adalah keinginan mendiang ibu,aku dan kakek hanya mewujudkannya," jawab Cristo.


"Iya,kapan kapan ajaklah aku ke sana Kak," kataku.Kusudahi makan malamku, Cristo tampak sedang membicarakan sesuatu dengan Kakek di teras samping rumah. Kuambil desain terakhirku yang tadi siang sempat kukerjakan dan kuhampiri Raymond yang sedang asyik dengan ponselnya di ruang tengah.Ia tampak sangat tampan dengan pakaian casualnya.Ia meletakkan ponselnya di atas meja begitu menyadari kehadiranku. Ray menepuk tempat di sebelahnya supaya aku duduk di situ.Berbeda dengan sebelumnya yang selalu bicara ketus dan kasar padaku, sejak kejadian siang ini Ray selalu berbicara lebih lembut padaku.


"Apa yang kau bawa?" tanyanya.Ia menerima lembaran lembaran yang kusodorkan.


"Desain dua kamar atas yang romantis untukmu dan kekasihmu," jawabku.Ray menatapku dan menarik tanganku supaya duduk di sebelahnya.Ia mengamati dengan seksama pilihan gambar gambar yang kubuat untuk dua kamar utama di lantai atas.