LOVE YOU

LOVE YOU
Part33


Raymond tersenyum mendengar beberapa protes dariku.


"Aku menyuruh Kojiro mentransfer rekeningmu 375 juta sisa kontrak apa sudah kau cek?" tanya Ray.


"Belum,aku belum kepikiran buat cek rekening. Kau tidak membayarku juga tidak masalah sebenarnya," jawabku. Ray tertawa kecil.Lesung pipinya terlihat jelas.


"Kau memprotes kuberi 50 juta, tapi kutransfer satu M kau diam saja.Kusuruh Kojiro mentransfer lagi satu M ke rekeningmu," katanya.


"Akan kukembalikan, jangan mengasihaniku. Aku bisa mencari uang sendiri, walau tak sehebat dirimu tapi cukuplah kalau untuk diriku sendiri," kataku.


"Kalau kau lakukan itu,akan kutransfer lebih banyak lagi ke rekeningmu.Jumlah itu tak bisa dibandingkan dengan luka yang kutorehkan di hatimu.Maghda, kumohon maafkan perbuatanku di masa lalu.Walau tidak semudah itu, aku akan melakukan apa saja untuk menebus kesalahanku," mohonnya. Ray menatap sendu ke arahku.Kenapa dia begitu berbeda dari saat awal awal kami bertemu.


"Aku tidak akan meminta apa pun darimu, santai saja.Aku sudah melupakan semuanya," jawabku.Kurapikan kertas kertas gambarku.


"Ini semuanya kuberikan padamu.Terserah saja mau kau pakai yang mana.Kalau suatu saat kau ingin merubahnya.Telfon saja aku," aku bangkit dari dudukku. Kubawa kakiku melangkah ke depan rumah Cristo. Kusandarkan tubuhku di tiang penyangga teras.Lampu lampu taman bertebaran indah. Bunga bunga krisan dan lily banyak bermekaran di sana sini.Aku tidak percaya dua orang pria di rumah ini menginginkan taman seperti ini.Sungguh sejuk mataku melihatnya.Ponsel di saku dressku bergetar. Sepertinya ada pesan masuk.Dengan malas kubuka ponselku.Pesan dari Han, suamikù itu masih saja mengirimiku berpuluh puluh pesan yang isinya hampir sama.Menanyakan keberadaanku saat ini.


"Pulanglah Mas,Mami pasti mencemaskanmu aku baik baik saja.Mungkin besok aku akan menemuimu." Kujawab pesan itu.


"Lena, katakan kau ada di mana? Aku tidak bisa menunggu besok, aku akan menjemputmu," katanya.Suara Han terdengar sangat putus asa.


"Bersabarlah Mas, seperti aku bersabar menerima kebohonganmu.Kau katakan kerja di luar kota, nyatanya kau habiskan waktumu dengan wanita lain.Harusnya kau jujur padaku, jadi aku tidak perlu seperti orang bodoh mencemaskanmu," jawabku.


"Lena, maafkan aku.Aku terpaksa melakukannya," katanya.


"Apanya yang terpaksa, orang yang bilang terpaksa begitu agresif menciumi wanitamu. Aku melihatnya dengan mataku, bukan dari cerita orang lain.Maafkan aku, aku ingin mengakhirinya Mas.Akan kubebaskan dirimu dari masalahmu, karena masalahmu adalah diriku."


"Lena,aku mencintaimu.Kita akan bersama seperti dulu, biar kuselesaikan semuanya. Kumohon bersabarlah," kata Han.


"Maafkan aku,aku sangat berusaha mencintaimu Suamiku.Tapi kaulah yang mengoyak ngoyak cinta itu.Sekarang tidak ada yang tersisa kurasa.Jangan mencariku , aku yang akan mencarimu menyelesaikan semuanya." Kuputuskan sambungan telpon itu.Tanpa terasa air mataku mengalir, rasa kecewa itu begitu besar hingga terasa menyesakkan dadaku.Tiba tiba Raymond menghampiri dan meraih tanganku.Raymond membawaku ke garasi dan mendorongku masuk ke dalam mobil sportnya.


"Kak Ray,ada apa? Kita mau ke mana?" tanyaku bingung.


"Pulang,pakaian yang tadi kau beli kutaruh di bagasi." Ray melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Jalanan memang agak sepi, Ray memang lihai mengemudikan mobil,tapi secepat ini membuatku sedikit takut. Raymond mengurangi kecepatannya saat melihatku menutup mukaku.