LOVE YOU

LOVE YOU
Part29


Kubawa beberapa potong pakaian ke kasir. Cristo mengambil dan memeriksa pakaian yang kubawa.Ia kembali membawaku memilih pakaian dan dia mengambil beberapa lagi termasuk dua pakaian tidur untukku.


"Kak ini terlalu banyak,aku hanya menginap satu malam bukan mau pergi umroh," kataku. Cristo tertawa mendengar kata kataku. Ia segera membawa semua pakaian itu ke kasir dan membayarnya.Kusodorkan kartu debitku, tapi Cristo menepiskannya.


"Kak,ini lebih dari limapuluh juta,biar kubayar sendiri.Kau harus menghemat uangmu, belikan pacarmu saja," kataku.


"Jangan khawatir, akan kukirim tagihannya pada Ray Smith," jawabnya.Aku membulatkan mataku mendengar jawabannya.


"Jangan lakukan,akan kutransfer nanti ke rekeningmu," kataku panik.Kasir memberikan struk pembayaran dan kuambil semua pakaian itu di tempat pengambilan barang. Cristo membatuku membawanya karena tidak muat di tanganku.


"Maghda,aku tadi cuma becanda tentang tagihan itu.Aku menganggapmu adikku,jadi wajar saja seorang kakak membelikan pakaian untuk adiknya." Cristo memasukkan barang barang itu ke jok belakang mobilnya. Ia melajukan mobilnya ke arah jalan yang tak pernah kulewati sebelumnya.


"Kita mau ke mana Kak?" tanyaku.


"Ke rumahku,aku akan perkenalkan kau pada kakekku.Aku sering bercerita tentangmu pada kakek.Jadi dia ingin sekali bertemu langsung denganmu.Selama ini aku hanya menunjukkan fotomu padanya," jawabnya.


"Kau pasti melebih lebihkan ceritamu?" kataku.


"Tentu saja tidak,kukatakan pada kakek kalau kau itu cantik,baik,pandai menggambar. Ibuku juga pandai menggambar sepertimu.Jadi kakek ingin sekali bertemu denganmu," kata nya.


"Apa kau tidak mengatakan kalau aku ini gampang ditipu? Huh aku kesal pada diriku, kenapa aku mudah sekali luluh.Suamiku sendiri memperdayaiku,ironis sekali hidupku ini," gerutuku.


"Jauhi keluarga Januardi Maghda, mereka itu keluarga yang tidak setia.Aku mengenal mereka lebih dari yang kau tahu."


Cristo membelokkan mobilnya dari jalan raya. Sebuah rumah yang cukup besar dengan halaman yang sangat luas dan taman yang tertata rapi.Banyak sekali bunga bunga krisan dan anyelir yang berbunga indah.


"Ayo turun, kau menyukai rumahku?" Cristo mengagetkanku.Rupanya dia tahu kalau aku sedang terkagum kagum dengan taman9 depan rumahnya.


"Iya.Dan kenapa banyak sekali bunga krisan di sini?" tanyaku.


"Ibuku menyukai bunga krisan dan anyelir.Jadi kakek menyuruh pengurus taman selalu menanam dan merawatnya," jawab Cristo.


"Hmm, apa ibumu ada di rumah ini?" tanyaku penasaran.


"Ayo kuperkenalkan," katanya.Cristo membawaku masuk ke rumahnya yang sangat luas. Ia membawaku masuk ke sebuah kamar tidur yang cukup luas.


"Ayah, Ibu. Aku membawa adikku pulang." Cristo membawaku ke hadapan sebuah foto berukuran besar yang berisikan seorang pria dan wanita.Pria itu mirip sekali dengan Cristo.


"Kak apa ini foto ayah ibumu?" tanyaku.Cristo mengusap air matanya.


"Mereka meninggal pada saat aku berumur delapan tahun.Apa kau tahu kita ini punya kesamaan Maghda? Aku juga yatim piatu sejak kecil.Jadi wajar kan kalau aku sangat sayang padamu? Ayo kita temui kakek." Cris membawaku ke taman di belakang rumahnya. Tampak seorang laki laki tua yang tampak masih bugar dan sehat.Ia sedang asyik memberi makan ikan koi yang ada di kolam kecil di taman itu.


"Kakek, ini Maghda datang menemui kakek," kata Cristo.Pria itu menoleh dan melihat tertegun ke arahku.Segera kuulurkan tanganku dan kuberikan senyum termanisku.


Tiba tiba pria itu memelukku dan menangis. Aku hanya bisa membiarkannya tanpa bisa berkata apa apa.